Home Blog Page 74

Misteri Barang Hilang PMI Asal Medan, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

TUNJUKKAN FOTO: Orangtua almarhum Reza Valentino Simamora, PMI asal Medan yang tewas di Korsel, menunjukkan foto korban. Mereka menagih barang pribadi anaknya yang hilang, Selasa (21/4).
TUNJUKKAN FOTO: Orangtua almarhum Reza Valentino Simamora, PMI asal Medan yang tewas di Korsel, menunjukkan foto korban. Mereka menagih barang pribadi anaknya yang hilang, Selasa (21/4).

Duka keluarga Reza Valentino Simamora belum usai. Di tengah kesedihan atas kepergian sang anak yang meninggal saat bekerja di Korea Selatan, keluarga kini dihadapkan pada persoalan hilangnya sejumlah barang pribadi milik korban yang hingga kini belum jelas keberadaannya.

Ayah korban, Saut Tarulitua Simamora, mengaku telah mengikuti pertemuan daring bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Bea Cukai pada Jumat (17/4). Namun, alih-alih mendapatkan kepastian, ia justru menilai penjelasan yang diberikan belum menjawab kegelisahan keluarga.

“Klarifikasinya terasa hampa. Disebutkan handphone dikirim terpisah sesuai aturan, tapi tidak ada bukti resmi atau surat dari pihak terkait,” ujarnya, Selasa (21/4).

Menurut Saut, dua unit telepon genggam milik Reza disebut telah dikirim menyusul barang lainnya. Namun hingga saat ini, barang tersebut belum juga diterima. Ia bahkan menduga kemunculan informasi terkait pengiriman ponsel itu baru terjadi setelah kasus ini ramai diperbincangkan publik.

Tak hanya ponsel, paspor milik Reza juga menjadi sorotan. Pihak keluarga menerima penjelasan bahwa paspor tersebut ditarik oleh negara sesuai ketentuan. Namun Saut mempertanyakan kebijakan tersebut, mengingat dokumen itu dibuat secara mandiri oleh anaknya untuk bekerja di luar negeri.

“Seharusnya dikembalikan ke keluarga dulu. Itu dibuat dengan biaya pribadi, bukan negara yang membuatkannya,” katanya.

Lebih jauh, keluarga juga menyoroti belum diterimanya hak finansial korban. Asuransi dari perusahaan tempat Reza bekerja disebut belum dibayarkan, begitu pula sisa gaji untuk periode 1 hingga 23 September 2025.

“Asuransi tidak ada sama sekali. Bahkan barang pribadi pun hilang. Anak kami pergi dalam keadaan sehat, pulang sudah tidak bernyawa,” ucap Saut dengan nada pilu.

Diketahui, Reza berangkat ke Korea Selatan pada Maret 2025 untuk bekerja di kapal penangkap ikan milik PT Garamho. Sebelum itu, ia sempat menjalani pelatihan bahasa Korea selama empat bulan di Semarang.

Jenazah Reza ditemukan pada 27 September 2025 dengan luka di bagian dada, sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 5 Oktober 2025.

Kini, keluarga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk membantu mengungkap kejelasan nasib barang pribadi serta hak-hak yang belum diterima. (map/ila)

Hj Sri Rezeki Segera Jabat Wakil Ketua DPRD Medan

Hj Sri Rezeki
Hj Sri Rezeki

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Medan telah menjadwalkan pemberhentian H Rajudin Sagala dari Wakil Ketua DPRD Medan yang akan digantikan Hj Sri Rezeki. Penjadwalan itu melalu rapat Banmus DPRD Medan, Senin (20/4/2026) lali.

Informasi yang diperoleh, Anggota DPRD yang tergabung di Banmus sudah menetapkan agenda paripurna jadwal pergantian Rajudin Sagala pada Senin (27/4/2026) pukul 12.00 WIB. Posisi Rajudin Sagala berdasarkan penetapan PKS Kota Medan akan digantikan Hj Sri Rezeki yang saat ini bertugas sehagai Anggota Komisi III DPRD Medan.

Adapun paripurna yang akan digelar, yakni pengumuman pemberhentian Wakil Ketua DPRD Medan dan penetapan calon pengganti Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi PKS sisa masa jabatan 2024 – 2029.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Zulham Effendy mengakui perihal pergantian Wakil Ketua DPRD Medan. “Benar bang, yang menggantikan Ibu Sri Rezeki,” ujarnya.

Namun ketika ditanya apa alasan pergantian, Zulham tidak bersedia menjawab. Namun dari informasi yang didapat, rencana pergantian sudah lama namun terkesan diulur karena hajatan.

Ia menambahkan, langkah ini diambil untuk terus mengoptimalkan performa partai di parlemen.  “Pergantian pimpinan fraksi maupun DPRD adalah langkah wajar untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik,” pungkasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Hj. Sri Rezeki menjelaskan bahwa prosesi pada Senin mendatang baru merupakan tahap awal.

“Paripurna tersebut masih sebatas pengumuman pergantian. Setelah itu, akan ada surat pemberitahuan resmi yang dikirim ke Wali Kota, kemudian diteruskan ke Gubernur,” jelasnya, Selasa (21/4/2026). (map/ila)

Dukung Polisi Perangi Peredaran Narkoba, Masyarakat Kirim Papan Bunga ke Polres Labuhanbatu

PAPAN BUNGA: Masyarakat Kecamatan Panai Tengah mengirimkan papan bunga ke Mapolres Labuhanbatu sebagai ucapan terima kasih keberhasilan Polres Labuhanbatu menangkap terduga BD sabu. (fajar)
PAPAN BUNGA: Masyarakat Kecamatan Panai Tengah mengirimkan papan bunga ke Mapolres Labuhanbatu sebagai ucapan terima kasih keberhasilan Polres Labuhanbatu menangkap terduga BD sabu. (fajar)

LABUHANBATU – Pemandangan tak biasa terpampang di tengah Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Selasa (21/4). Sejumlah papan bunga sejajar memberi ucapan ‘Terima Kasih kepada Polres Labuhanbatu atas Penangkapan Irpan dkk, BD Sabu di Kecamatan Panai Tengah’.

Di balik papan bunga itu, ada rasa lega yang tak terucapkan. Ada juga amarah yang lama terpendam terhadap peredaran gelap narkotika yang selama ini seperti akar liar merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat pesisir timur Sumatera Utara itu.

Munculnya papan bunga tersebut, berkat kinerja Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu bergerak dalam operasi yang mereka sebut Grebek Sarang Narkoba (GSN) Kamis, 16 April 2026 di Jalan Gembira, Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Tengah.

Targetnya adalah seorang pria berinisial TIJ alias Irpan. Dalam penggerebekan yang berlangsung cepat dan tanpa perlawanan itu, petugas mengamankan Irpan yang diduga selama ini menjadi bandar. Namun, yang lebih mengejutkan adalah barang bukti yang ditemukan: 15,02 gram sabu-sabu bruto, puluhan plastik klip, alat hisap (bong), dan satu unit ponsel yang diduga menjadi “meja transaksi” bagi para pecandu di wilayah Panai Tengah.

Keberhasilan penggerebekan ini tidak jatuh dari langit. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan, mengakui operasi itu lahir dari laporan warga. Bukan sekadar laporan anonim, melainkan bentuk frustrasi kolektif masyarakat yang lelah melihat peredaran narkoba dilakukan secara terang-terangan.

“Dukungan masyarakat menjadi kekuatan bagi kami. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku,” tegas Aswin mewakili Kapolres Labuhanbatu, Selasa (21/4/2026) di Mapolres setempat.

Di Labuhanbatu, kepercayaan publik kepada aparat penegak hukum kerap diuji. Namun, papan bunga yang muncul justru menjadi barometer menarik.

Meski polisi belum merinci siapa dan kawan-kawan yang disebut dalam papan bunga, penangkapan Irpan dinilai sebagai pukulan telak bagi rantai pasok sabu di Panai Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan yang rawan karena letaknya yang berbatasan dengan perairan dan jalur-jalur tikus menuju Selat Malaka.

Irpan bukanlah gembong narkoba kelas kakap. Tapi justru bandar level menengah seperti inilah yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Mereka adalah tetangga yang rumahnya sering didatangi orang asing di tengah malam. Mereka adalah biang keresahan para ibu yang takut anaknya terpengaruh.

“Kami akan terus bergerak,” ujar AKBP Wahyu Endrajaya. Melalui pernyataannya, ia berkomitmen untuk tidak berhenti di sini. Polres Labuhanbatu bahkan membuka saluran pelaporan bagi masyarakat yang tidak perlu takut.

Pemberantasan narkoba bukanlah perang yang bisa dimenangkan dalam satu pertempuran. Penangkapan Irpan dan 15 gram sabu itu harus bisa menungkap pengedar lainnya. (fdh/azw)

Pastikan Kesiapan Fasilitas dan Kinerja Satuan, Pangdam I/BB Tinjau Kudam dan Kesdam

KUNJUNGAN: Pangdam I/BB, Mayjend TNI Hendy Antariksa saat mengunjungi Kudam dan Kesdam 1/BB, di Jalan Gaperta, Helvetia, Kota Medan. (Istimewa/Sumut Pos)
KUNJUNGAN: Pangdam I/BB, Mayjend TNI Hendy Antariksa saat mengunjungi Kudam dan Kesdam 1/BB, di Jalan Gaperta, Helvetia, Kota Medan. (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN – Pangdam I/Bukit Barisan (BB), Mayjend TNI Hendy Antariksa kembali melaksanakan kunjungan kerja ke satuan Balak jajaran Kodam I/BB, yakni Satuan Keuangan Kodam I/BB (Kudam I/BB) dan Kesatuan Kesehatan Kodam I/BB (Kesdam I/BB), di Jalan Gaperta, Helvetia, Kota Medan, Senin (20/4).

Kunjungan diawali di Kudam I/BB, di mana Pangdam Hendy menerima laporan dari Kakudam I/BB Letkol Cku Juprihadi, serta disambut oleh seluruh prajurit dan PNS Kudam I/BB.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas bangunan serta kantor.

Dalam kegiatan itu, Pangdam Hendy menuliskan pesan dan kesan sebelum memberikan bantuan dukungan fasilitas berupa Air Conditioner (AC), printer, sekaligus komputer, guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas satuan.

Usai dari Kudam I/BB, pihaknya beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Kesdam I/BB. Setibanya di lokasi, ia menerima laporan dari Kakesdam I/BB Kolonel Ckm dr I Gusti Ngurah Gede Kartika, serta disambut oleh seluruh personel dan PNS Kesdam I/BB.

Di satuan Kesdam I/BB, Hendy juga meninjau fasilitas bangunan serta kantor, sekaligus memastikan seluruh sarana dan prasarana kesehatan dalam kondisi layak.

Ia mengaku, siap mendukung pelayanan kesehatan bagi prajurit dan keluarga.

Dalam arahannya, Hendy pun menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, peningkatan kinerja, perawatan fasilitas, serta menjaga kesehatan dan moril prajurit.

“Kunjungan ini, bertujuan untuk meninjau kondisi satuan sekaligus memastikan kesiapan operasional prajurit dan dukungan administrasi di jajaran Kodam I/BB,” katanya. (dwi/azw)

Penrad Siagian Dorong Pembentukan Komite Independen Lapas dan Perubahan Paradigma DOB

BOGOR, SumutPos.co– Anggota Komite I DPD RI, Penrad Siagian, mendorong reformasi besar-besaran pada sistem pemasyarakatan dan kebijakan pemekaran daerah di Indonesia. Dalam rapat konsinyering Komite I DPD RI yang digelar di Bogor, Senin (20/4/2026), Penrad menyoroti fenomena “spiral kekerasan” yang terus berulang di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Penrad menegaskan bahwa maraknya peredaran narkoba dan tindak kejahatan di balik jeruji besi merupakan sinyal kuat gagalnya fungsi pembinaan. Ia menilai persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial karena berakar pada masalah sistemik, mulai dari overkapasitas hingga ketimpangan rasio sumber daya manusia.

“Harus ada satu Komite Independen. Kita melihat banyak spiral kekerasan yang kerap terjadi, baik antarpenghuni maupun secara struktural. Pengawasan internal melalui inspektorat selama ini masih terbatas pada aspek administratif dan belum menyentuh persoalan substansial di lapangan,” ujar Penrad.
Ia menambahkan, pembentukan lembaga pengawas eksternal ini memiliki payung hukum yang kuat dalam UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Menurutnya, Lapas memerlukan model pengawasan objektif layaknya Komisi Kejaksaan atau Komisi Kepolisian untuk memutus rantai pelanggaran internal.

Paradigma Baru Pemekaran Daerah

Selain isu Lapas, Penrad juga mendesak pemerintah untuk mencabut moratorium pemekaran daerah (DOB). Namun, ia memberikan catatan kritis agar paradigma pembentukan daerah baru diubah total guna mengedepankan keadilan bagi wilayah tertinggal.

Penrad menilai syarat fiskal yang ketat selama ini justru meminggirkan daerah miskin dan hanya menguntungkan daerah yang sudah maju. Ia mencontohkan wilayah seperti Nias yang sulit berkembang akibat keterbatasan kapasitas fiskal dalam regulasi saat ini.

“DOB harus menjadi strategi pemerataan. Prioritas pemekaran seharusnya diberikan kepada daerah yang selama ini mengalami diskriminasi, berada di wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil), dan memiliki tingkat kemiskinan tinggi,” tegasnya.

Melalui forum tersebut, Penrad berharap DPD RI dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tajam dan operasional, sehingga pemekaran daerah benar-benar menjadi alat untuk memperpendek rentang pelayanan publik dan menghadirkan keadilan pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia. (adz)

Hadapi Lomba IVA Test Tingkat Provinsi Sumut, TP PKK Asahan Matangkan Persiapan

PERSIAPAN: TP PKK Asahan matangkan persiapan hadapi lomba IVA Test Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Selasa (24/4).
PERSIAPAN: TP PKK Asahan matangkan persiapan hadapi lomba IVA Test Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Selasa (24/4).

KISARAN – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi lomba IVA Test tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Kecamatan Airjoman, Selasa (21/4) pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yakni Aula Kantor Camat Airjoman dan UPTD Puskesmas Binjai Serbangan, sebagai bagian dari upaya pemantapan kesiapan menjelang penilaian tingkat provinsi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Staf Ahli TP PKK, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Airjoman, Kepala UPTD Puskesmas Binjai Serbangan, Forkopimcam Air Joman, Ketua TP PKK Kecamatan Airjoman, serta tamu undangan lainnya.

Camat Airjoman, Erwin Syahputra Hasibuan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Asahan beserta rombongan. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran di tingkat kecamatan dalam menghadapi lomba IVA Test.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Ketua beserta rombongan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk mengikuti lomba IVA Test tingkat Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan IVA Test. Bahkan, pihak kecamatan siap berupaya maksimal untuk meraih prestasi terbaik hingga ke tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny Yusnila Indriati Taufik, menegaskan kesiapan daerah dalam mengikuti lomba IVA Test tingkat Provinsi Sumatera Utara. Ia meminta seluruh pihak terkait agar benar-benar serius dan maksimal dalam melakukan persiapan.

“Kami berharap kepada dinas terkait, Camat Airjoman, dan Kepala UPTD Puskesmas Binjai Serbangan agar benar-benar serius dalam menghadapi lomba ini, sehingga target meraih juara dapat tercapai,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa IVA Test bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya perempuan.

Menurutnya, pemeriksaan IVA Test sangat penting karena dapat mendeteksi secara dini kanker serviks.

Lebih lanjut, Ny Yusnila mengajak seluruh kader TP PKK, mulai dari tingkat desa dan kelurahan hingga kabupaten, untuk aktif menyukseskan program IVA Test dengan mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan di puskesmas.

“Melalui kegiatan ini, mari kita bersama-sama menyukseskan program IVA Test dengan mendatangi fasilitas kesehatan yang tersedia,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Air Joman yang telah dipercaya mewakili Kabupaten Asahan dalam lomba IVA Test tingkat Provinsi Sumatera Utara, serta berharap mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan IVA Test di UPTD Puskesmas Binjai Serbangan, dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan di Aula Kantor Camat Airjoman.

Acara juga diisi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars PKK, Dasawisma, pembacaan doa, sambutan Camat Airjoman, serta pidato Ketua TP PKK Kabupaten Asahan. Kegiatan turut dirangkai dengan pemberian bantuan oleh OPD kepada Kecamatan Airjoman.

Kegiatan pembinaan ini berakhir pada pukul 12.00 WIB dan berlangsung dengan tertib, lancar, serta penuh antusiasme dari seluruh peserta. (dat/azw)

Kemarau Panjang, Bupati Karo Rakor dengan Kementan RI

RAKOR: Bupati Karo mengikuti Rakor dengan Kementan.
RAKOR: Bupati Karo mengikuti Rakor dengan Kementan.

KARO – Bupati Karo Antonius Ginting, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait mitigasi kekeringan lahan pertanian yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (20/4).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas prediksi kekeringan ekstrem tahun 2026 oleh BMKG, serta arahan Menteri Pertanian dalam rangka mendukung upaya swasembada pangan berkelanjutan.

Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, serta para kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karo hadir bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Michael Purba menyampaikan usulan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menghadapi potensi kekeringan, khususnya pada sektor pertanian di Kabupaten Karo.

Rakornas ini juga menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan rencana usulan kegiatan yang telah diverifikasi, termasuk program pengelolaan irigasi, penyediaan sumber air, serta penguatan infrastruktur pertanian guna meminimalisir dampak kekeringan.

Dalam keterangannya, Bupati Karo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo sudah mengambil langkah konkret dalam persiapan menghadapi ancaman kekeringan.

“Kami di Kabupaten Karo terus memperkuat langkah antisipatif dengan terus melakukan koordinasi dengan BMKG wilayah Sumut dan memberikan penyuluhan berupa langkah strategis dan upaya nyata menghadapi potensi kemarau, baik secara langsung maupun melalui media sosial kepada kelompok tani/petani,” ungkapnya.

Selain itu memang dibutuhkan optimalisasi sistem irigasi, konservasi dan pemanfaatan sumber air alternatif, serta pendampingan kepada para petani agar tetap produktif di tengah potensi kekeringan. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karo juga menemui dan berkoordinasi langsung dengan beberapa direktur Jenderal di lingkup Kementerian Pertanian, diantaranya Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Penyediaan Lahan, dan Direktur Serealia guna menindaklanjuti usulan proposal pembangunan pertanian di Kabupaten Karo yg sdh pernah disampaikan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karo menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian. (deo/ila)

Bupati Dairi Tepung Tawar 17 Calon Haji, Doakan Perjalanan Lancar dan Mabrur

TEPUNG TAWAR: Bupati Dairi Vickner Sinaga dan Wabup Wahyu Daniel Sagala tepung tawar 17 calon Haji asal Kabupaten Dairi, Senin (20/4).(istimewa).
TEPUNG TAWAR: Bupati Dairi Vickner Sinaga dan Wabup Wahyu Daniel Sagala tepung tawar 17 calon Haji asal Kabupaten Dairi, Senin (20/4).(istimewa).

DAIRI Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi tepung tawar bagi 17 jamaah calon haji asal Kabupaten Dairi tahun 2026. Tradisi penuh makna tersebut dipimpin langsung oleh Vickner Sinaga didampingi Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Senin (20/4).

Dalam sambutannya, Vickner menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa kepada seluruh jamaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia menegaskan bahwa kesempatan berhaji merupakan anugerah besar yang tidak semua orang bisa dapatkan.

“Bapak dan ibu adalah orang-orang pilihan yang beruntung. Banyak yang masih menunggu antrean panjang untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Kami mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

Prosesi tepung tawar sendiri merupakan tradisi adat yang sarat makna, sebagai bentuk doa dan harapan agar para jamaah mendapatkan keselamatan selama perjalanan serta keberkahan dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dairi Muhammad Sanif, menjelaskan bahwa seluruh jamaah calon haji asal Dairi tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Gelombang I.

Ia merinci, total jamaah dalam kloter tersebut berjumlah 360 orang, terdiri dari gabungan beberapa daerah, yakni Kabupaten Batubara, Kota Tebingtinggi, Kabupaten Langkat, Kabupaten Karo, Kota Medan, serta petugas haji.

“Jamaah dari Dairi sebanyak 17 orang akan bergabung bersama jemaah dari daerah lain. Mereka dijadwalkan masuk asrama haji pada 24 April dan berangkat ke Madinah pada 25 April 2026 dengan penerbangan GIA 3106,” jelasnya.

Diperkirakan, rombongan akan tiba di Madinah pada hari yang sama pada sore waktu setempat. Seluruh persiapan, baik administrasi maupun kesehatan, disebut telah dilakukan untuk memastikan jemaah siap menjalani ibadah.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, Rita Puspita Situmorang, yang juga memberikan doa dan dukungan kepada para calon haji. (rud/ila)