Home Blog Page 75

Periode Januari-April 2026: Pemko Binjai Salurkan Bansos kepada 33.854 Warga

APEL: Sekda Binjai, Chairin Simanjuntak saat memimpin apel gabungan di balai kota. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)
APEL: Sekda Binjai, Chairin Simanjuntak saat memimpin apel gabungan di balai kota. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

BINJAI- Pemerintah Kota Binjai telah menyalurkan sebanyak 677,7 ton beras dan 135.540 liter minyak makan kepada 33.854 masyarakat penerima manfaat di 37 kelurahan. Hal tersebut terungkap dalam apel gabungan dengan Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak bertindak sebagai pembina, Senin (20/4/2026).

Apel tersebut diikuti jajaran pimpinan OPD hingga camat maupun lurah dan Kecamatan Binjai Kota sebagai pelaksana. Chairin menyampaikan capaian penting yang telah dilakukan Pemko Binjai, khususnya bidang bantuan sosial.

Capaian ratusan ton beras dan seratusan ribu liter minyak makan yang telah disalurkan kepada puluhan ribu penerima manfaat, kata dia, adalah bukti nyata Pemko Binjai hadir. “Ini bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat,” kata Chairin.

Mantan Kadishub Binjai ini juga mengapresiasi seluruh jajaran yang telah bekerja keras memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan akuntabel. Selain itu, Chairin juga menekankan pentingnya penataan lingkungan melalui program Sapu Bersih Lingkungan (Saberlink).

Dia meminta adanya sinergi antara Kecamatan Binjai Kota dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk fokus pada pembersihan sampah liar serta penataan vegetasi yang mengganggu akses publik.

Dari aspek keamanan, dia memberi instruksi penguatan kolaborasi antara Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Seperti pencurian, tawuran, kenakalan remaja, hingga aktivitas geng motor. Pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah pada malam hari juga menjadi perhatian khusus. Tak lupa, dia menyoroti pentingnya etika birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Seluruh aparatur sipil negara (ASN), khususnya yang berada di tingkat kecamatan dan kelurahan, diminta untuk meninggalkan pola pelayanan yang lambat dan berbelit-belit,” tegasnya.

Menurutnya, ASN harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif, serta berani berinovasi dengan memanfaatkan teknologi demi kemudahan masyarakat. Karenanya, dia mengajak seluruh jajaran Pemko Binjai untuk menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian terbaik. (ted/ila)

PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Sampaikan Klarifikasi Terkait Penertiban Fasilitas Ibadah di Padang Halaban : Proses Telah Melalui Koordinasi dan Musyawarah

Manajemen PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban, melalui email yang diterima redaksi memberi tanggapan sekaligus menyampaikan hak jawab sehubungan dengan pemberitaan berjudul “Pembongkaran Masjid Ar-Rahman Picu Kekecewaan Warga Padang Halaban” yang tayang di sumutpos.jawapos.com edisi 20 April 2026 (https://sumutpos.jawapos.com/sumatera-utara/2604200023/pembongkaran-masjid-ar-rahman-picu-kekecewaan-warga-padang-halaban), serta “KTPHS Sesalkan Pembongkaran Masjid di Labura” yang tayang di SumutPos.co pada 21 April 2026 (https://sumutpos.co/daerah/21/04/2026/ktphs-sesalkan-pembongkaran-masjid-di-labura/), yang di dalamnya turut menyebut PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban, manajemen PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban.
Head of Corporate Communications Sinar Mas Agribusiness and Food Ananta Wisesa, menyampaikan, dalam proses penertiban fasilitas ibadah yang berlangsung di Padang Halaban, kegiatan tersebut tidak dilakukan secara mendadak, melainkan telah melalui koordinasi dan musyawarah dengan pemangku kepentingan setempat. Sejak Januari 2026, musyawarah dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, perwakilan MUI Kecamatan Aek Kuo, serta tokoh masyarakat. Dalam diskusi tersebut, disampaikan sejumlah opsi, termasuk terkait kemungkinan pemindahan lokasi masjid. Dengan mempertimbangkan bahwa di setiap desa telah memiliki masjid, maka dalam forum musyawarah disepakati bahwa dukungan perusahaan diberikan dalam bentuk bantuan untuk perbaikan fasilitas masjid di desa-desa sekitar.
‘’Sebagai tindak lanjut, pada 16 April 2026 lalu kami telah menyalurkan bantuan kepada tujuh desa di Kecamatan Aek Kuo. Penyaluran ini dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, Danramil setempat, perangkat desa, perwakilan MUI, serta tokoh agama dan masyarakat. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan mengedepankan musyawarah dan keterlibatan pemangku kepentingan setempat. Kami menyampaikan klarifikasi ini untuk melengkapi informasi kepada publik, dan berharap dapat menjadi bagian dari pemberitaan yang telah diterbitkan, sejalan dengan prinsip keberimbangan dan akurasi dalam Kode Etik Jurnalistik,’’ujar Ananta Wisesa. (red)

Perkuat Sinergi, ICMI Muda Nasional dan Rektor UIN Jakarta Gagas Gerakan Kampus Bersinar se-Indonesia

JAKARTA, SumutPos.co– Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muda melakukan kunjungan resmi ke Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hari ini, Selasa (21/4/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut mempertemukan jajaran pimpinan ICMI Muda Nasional yang dipimpin Dr. H. Tumpal Panggabean. MA (Ketua Presidium) dengan Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D guna membahas kolaborasi strategis di bidang kepemudaan dan kemahasiswaan.

Selain sebagai ajang silaturahim untuk mempererat ukhuwah antara cendekiawan muda dan institusi pendidikan, pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ICMI Muda. Dalam kesempatan tersebut, ICMI Muda menyampaikan visi besar mereka untuk menjadikan kampus sebagai benteng pertahanan dari ancaman bahaya narkotika melalui sebuah inisiatif nasional.

Grand Launching Kampus Bebas Narkoba
Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam Rakernas mendatang adalah Grand Launching Kampus Bersih Narkoba. Program ini (Kampus Bersinar) tidak hanya sekadar seremonial, melainkan sebuah aksi nyata yang akan diimplementasikan secara masif di lingkungan akademik. Papar Ketua Panitia Rakernas Iqbal Panantuan didampingi Sekretaris Panitia Ilham Musharawan.

Poin-poin penting dalam kerja sama ini meliputi pembentukan tim khusus. Pembentukan tim unit kegiatan mahasiswa atau gugus tugas yang fokus pada pencegahan dan penanganan narkoba di setiap Kampus UIN se-Indonesia.

Sinergi Lintas Kampus: Membangun jaringan komunikasi antar-kampus UIN untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan zat terlarang.

Edukasi Berkelanjutan: Mengintegrasikan nilai-nilai cendekiawan muda dalam mengedukasi mahasiswa mengenai risiko narkoba terhadap masa depan bangsa.

“Kami percaya bahwa transformasi bangsa dimulai dari kampus. Melalui sinergi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ICMI Muda ingin memastikan bahwa mencetak intelektual saja tidak cukup; kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba,” ujar perwakilan ICMI Muda Nasional.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program yang akan diluncurkan pada Rakernas ICMI Muda mendatang.
Dalam pertemuan itu juga Warek III , Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. menyampaikan kerjasama ini diharapkan menjadi katalisator bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk lebih proaktif dalam gerakan anti-narkoba. (adz)

17.627 Peserta Ikuti UTBK-SNBT 2026 di Unimed, Prodi PGSD Paling Diminati

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd. (sebelah kiri), saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama UTBK SNBT 2026, Selasa (21/04/2026). Foto: Humas Unimed for Sumut Pos
Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd. (sebelah kiri), saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama UTBK SNBT 2026, Selasa (21/04/2026). Foto: Humas Unimed for Sumut Pos

MEDAN, sumutpos.jawapos.com– Universitas Negeri Medan (Unimed) resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, Selasa (21/4). Sebanyak 17.627 peserta dijadwalkan mengikuti ujian di Pusat UTBK Unimed yang tersebar di 14 lokasi berbeda.

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama, menyampaikan bahwa ujian akan berlangsung selama 10 hari, yakni mulai 21 April hingga 30 April 2026.

“Pelaksanaan di Unimed terbagi dalam dua sesi setiap harinya. Sesi pagi dimulai pukul 06.45 WIB dan sesi siang pukul 13.00 WIB. Khusus hari Jumat, sesi siang disesuaikan mulai pukul 14.00 WIB,” ujar Prof. Baharuddin di sela peninjauannya.

Untuk menampung belasan ribu peserta, Unimed bekerja sama dengan sejumlah instansi mitra. Dari 14 lokasi ujian, 10 titik berada di lingkungan internal Unimed, sementara empat lokasi lainnya menggandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Medan Area (UMA), SMAN 7 Medan, dan SMKN 1 Percut Sei Tuan.

Kelancaran operasional didukung oleh 1.164 personel yang terdiri dari pengawas, admin server, hingga teknisi. Tenaga pengawas melibatkan kolaborasi lintas institusi antara dosen dan tenaga kependidikan Unimed serta guru dari sekolah mitra.

Tahun ini, antusiasme calon mahasiswa menuju Unimed tetap tinggi. Tercatat sebanyak 20.667 peminat unik memilih minimal satu program studi di Unimed, dengan total keseluruhan pendaftar mencapai 25.898 orang.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tercatat sebagai prodi paling diminati dengan 1.081 peminat untuk kuota 288 kursi. Diikuti oleh Manajemen dan Gizi di posisi tiga besar. Menariknya, prodi Kedokteran menunjukkan persaingan paling sengit dengan hanya menyediakan 23 kursi bagi 361 pelamar.

Unimed mengalokasikan kuota sebesar 50 persen dari total daya tampung mahasiswa baru 2026 melalui jalur SNBT. Sebanyak 6.264 calon mahasiswa akan diterima dan tersebar di 59 Program Studi jenjang S1, D-IV, dan D-III.

Para peserta diharapkan menjaga kondisi kesehatan selama rangkaian ujian berlangsung. Adapun hasil seleksi UTBK-SNBT 2026 dijadwalkan akan diumumkan secara daring pada 25 Mei 2026, pukul 15.00 WIB. (adz)

Wacana Larangan Vape di Ruang Publik, Pengamat: Perlu Dikaji Mendalam

Wacana Larangan Vape di Ruang Publik
Wacana Larangan Vape di Ruang Publik

Rencana penerapan peraturan daerah terkait larangan penggunaan vape di ruang publik menuai perhatian dari berbagai pihak. Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

Menurut Gunawan, pemerintah daerah (Pemda) sebaiknya tidak terburu-buru dalam menetapkan kebijakan pelarangan, melainkan terlebih dahulu melibatkan para pelaku usaha dalam proses penyusunannya. Hal ini penting agar regulasi yang dihasilkan tetap adil dan mempertimbangkan berbagai kepentingan.

“Tentunya kita mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika di tengah masyarakat. Namun, regulasi dan pengawasan harus diperkuat, termasuk sistem perizinannya,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Senin (20/4/2026).

Gunawan menekankan pentingnya kajian dari hulu ke hilir terhadap industri vape. Kajian tersebut, kata dia, harus mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga dampak sosial di masyarakat.

“Pendekatan menyeluruh sangat diperlukan. Dari aspek kesehatan, ekonomi, hingga sosial harus dianalisis secara mendalam sebelum kebijakan diambil,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa pelarangan vape secara langsung berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, terutama bagi pelaku usaha yang sudah lama bergerak dalam rantai pasok industri tersebut. Oleh karena itu, Pemda perlu menghitung secara rinci potensi dampak ekonomi yang akan muncul.

“Saya melihat pelarangan ini hampir pasti berdampak pada pelaku usaha. Maka perlu dihitung sejauh mana kerugian ekonomi yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Selain itu, Gunawan juga menyoroti kemungkinan adanya persepsi diskriminatif dalam kebijakan tersebut. Ia mempertanyakan apakah pelarangan vape justru akan menguntungkan industri rokok konvensional, atau sebaliknya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Perlu dilihat apakah kebijakan ini akan terkesan diskriminatif atau justru memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, hasil kajian yang komprehensif nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan apakah pelarangan vape memang perlu dilakukan secara penuh atau cukup dengan pembatasan tertentu.

Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu meminimalisir potensi konflik, baik di kalangan pelaku usaha maupun masyarakat umum.

“Dari kajian itu akan terlihat bentuk kebijakan seperti apa yang paling tepat, sehingga tidak menimbulkan pertentangan dan tetap memberikan manfaat luas,” pungkasnya. (dwi/ila)

Ricuh Halalbihalal KA KAMMI Sumut, Kader Diimbau Tenang, Gubsu Minta Evaluasi

LUKA: Seorang mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) mengalami luka akibat terlibat kericuhan di Kantor Gubernur Sumut, Minggu (19/4/2026).
LUKA: Seorang mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) mengalami luka akibat terlibat kericuhan di Kantor Gubernur Sumut, Minggu (19/4/2026).

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara, Irham Sadani Rambe, memaparkan kronologi kericuhan yang terjadi dalam kegiatan Halalbihalal Keluarga Alumni KAMMI (KA KAMMI) Sumut pada Minggu (19/4/2026).

Irham menjelaskan, dua hari sebelum acara, tepatnya Jumat (17/4/2026) malam, dirinya bertemu dengan Ketua KA KAMMI Sumut, Abdul Rahim Siregar, di salah satu rumah makan di Jalan Abdullah Lubis, Medan. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa tidak akan ada agenda pelantikan yang mengatasnamakan PW KAMMI Sumut dalam kegiatan halal bihalal.

Selain itu, Abdul Rahim juga disebut telah menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya flyer yang mencantumkan agenda pelantikan, termasuk pelantikan PW KAMMI Sumut. Dalam pertemuan itu juga disepakati bahwa beberapa pihak, termasuk Irham dan Hasan Basri, tidak akan diundang guna menghindari potensi kericuhan. “Kesepakatannya jelas, tidak ada pelantikan dan tidak menghadirkan pihak-pihak tertentu agar acara tetap kondusif,” ujar Irham, Senin (20/4/2026).

Namun, menurut Irham, kesepakatan tersebut tidak dijalankan saat acara berlangsung. Ia menyebut adanya kehadiran sejumlah pihak yang mengatasnamakan pengurus wilayah dan pusat, yang kemudian memicu protes dari kader KAMMI yang hadir di lokasi.

Kericuhan bermula ketika seorang kader bernama Irwandi maju untuk mempertanyakan kehadiran sejumlah tokoh di dalam aula. Karena tidak mendapatkan jawaban yang jelas, kader kemudian meminta pihak-pihak tersebut meninggalkan ruangan.

Situasi pun memanas dan berujung pada aksi dorong-dorongan hingga tarik-menarik antar peserta. Irham juga mengungkap adanya dugaan provokasi serta pemanggilan aparat Satpol PP untuk mengamankan situasi.

Dalam insiden tersebut, terjadi aksi kekerasan yang melibatkan beberapa pihak. Salah satu panitia acara, Akhmad Khairul Umam, disebut memukul seorang kader bernama Alwi di bagian pelipis. Melihat hal itu, seorang kader lainnya, Muslimin, melakukan pembalasan yang menyebabkan Akhmad Khairul Umam terjatuh dan mengalami luka di kepala.

Kericuhan semakin meluas ketika Muslimin diduga dikeroyok oleh sejumlah alumni sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Satpol PP dan dikeluarkan dari lokasi. Irham juga menyebut adanya kader yang mengalami kekerasan saat proses pengamanan berlangsung.

Ia bahkan mengungkap dugaan tindakan tidak pantas lainnya, termasuk adanya kader yang ditampar oleh Abdul Rahim Siregar serta adanya ancaman yang dilontarkan di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, sedikitnya enam kader KAMMI dilaporkan mengalami luka-luka, dengan kondisi lebam di bagian kepala dan tubuh. Empat di antaranya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Medan. Sementara dari pihak lain, satu orang dilaporkan mengalami luka di kepala yang diduga akibat terbentur dinding.

Irham membantah isu yang menyebut pihaknya melakukan penyerangan dalam jumlah besar. Ia menegaskan bahwa kader yang hadir hanya sekitar 10 orang. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Ini bukan yang kami inginkan. Kami mengutuk segala bentuk kekerasan dalam aktivitas organisasi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh kader KAMMI di Sumatera Utara agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Saya mengajak semua kader untuk menjaga persaudaraan dan tidak terjebak dalam opini yang dapat merusak organisasi,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Satpol PP Sumatera Utara Muttaqien Hasrimi, menjelaskan bahwa kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut pada awalnya berlangsung aman dan kondusif hingga selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, keributan terjadi setelah acara resmi berakhir, tepatnya saat para tamu undangan mulai meninggalkan lokasi, terutama di area lantai dua gedung kantor gubernur. “Selama acara berlangsung aman. Keributan terjadi setelah selesai, saat tamu mulai keluar,” jelas Muttaqien.

Dalam upaya pengamanan, seorang anggota Satpol PP bernama Rahmat Daulay menjadi korban pemukulan di bagian hidung hingga mengalami pendarahan. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

Meski sempat terjadi kericuhan, Muttaqien memastikan bahwa tidak ada kerusakan terhadap aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Aset Pemprov aman semua,” tegasnya.

Ia juga membantah adanya isu intimidasi yang dilakukan oleh anggota Satpol PP, serta menyatakan bahwa penanganan kasus sepenuhnya telah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kericuhan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu, situasi di sekitar Kantor Gubernur Sumatera Utara telah kembali kondusif.

Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai peristiwa tersebut mencederai makna halal bihalal yang seharusnya menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. “Kita sangat menyayangkan, kegiatan yang seharusnya penuh kebersamaan justru berakhir dengan kericuhan,” ujarnya.

Bobby meminta jajaran pemerintah daerah, khususnya Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan fasilitas dan ruang kegiatan di lingkungan kantor gubernur. Hal ini dinilai penting guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Ia juga menyinggung adanya dampak kerugian yang timbul akibat insiden tersebut, termasuk pengeluaran anggaran yang tidak semestinya terjadi. “Kita minta ke depan penggunaan ruangan ini benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang lagi, apalagi sampai menimbulkan kerugian,” katanya.

Bobby berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan kembali menempatkan nilai-nilai kebersamaan, ketertiban, serta saling menghormati sebagai prioritas dalam setiap kegiatan. (san/ila)

Mutasi Kadis SDABMBK Disorot, Renville: Jangan Asal Diubah

Renville Pandapotan Napitupulu.
Renville Pandapotan Napitupulu.

Pergantian Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan menuai kritik dari kalangan legislatif. Ketua Fraksi PSI DPRD Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, mengaku kecewa atas kebijakan mutasi yang dinilainya justru mengganggu kinerja tim yang sebelumnya sudah berjalan baik.

Diketahui, Wali Kota Medan Rico Waas baru saja melantik Khairul Azmi, S.STP sebagai Kadis SDABMBK yang baru. Namun, tidak hanya pergantian kepala dinas, mutasi juga dilakukan terhadap Sekretaris Dinas SDABMBK sebelumnya, Willy Irawan, yang dinilai memiliki pemahaman kuat terhadap persoalan infrastruktur, khususnya banjir di Kota Medan.

“Pergantian ini menurut saya justru mengobrak-abrik komposisi yang sudah bagus. Saya bingung, karena sebelumnya kita punya Sekretaris yang paham betul soal banjir dan manajemen, yaitu Willy Irawan,” ujar Renville dengan nada kecewa, Sabtu (18/4/2026).

Ia menilai, keputusan tersebut kurang tepat mengingat saat ini Pemko Medan tengah fokus menyelesaikan persoalan banjir yang masih menjadi masalah utama, salah satunya proyek normalisasi Sungai Bederah yang hingga kini belum rampung.

Menurut Renville, pergantian pejabat di tengah proses penanganan masalah strategis berpotensi menghambat progres yang sudah berjalan. Oleh karena itu, ia menegaskan akan mengawasi dan menguji kinerja pejabat baru tersebut.

“Kita akan lihat kemampuan Kadis yang baru. Informasinya sebelumnya berkarier di Pemkab Langkat sebagai Kepala Dinas PUPR. Yang penting, anggaran rakyat harus digunakan dengan benar,” tegas anggota Komisi IV DPRD Medan tersebut.

Meski demikian, Renville menyatakan tetap memberikan kesempatan kepada pejabat baru untuk menunjukkan kinerjanya. Namun, ia tidak segan meminta evaluasi jika hasil kerja tidak sesuai harapan.“Kita beri kesempatan dulu. Tapi kalau tidak mampu, kita minta diganti dengan yang benar-benar kompeten,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu indikator utama yang akan diuji adalah kemampuan dalam menyelesaikan persoalan normalisasi Sungai Bederah. Menurutnya, proyek tersebut hingga kini belum menunjukkan hasil optimal, terutama pada titik-titik krusial aliran air.

Renville menyoroti kondisi di kawasan Jalan Sumarsono, khususnya di sekitar pintu masuk aliran menuju Sungai Bederah. Ia menilai terdapat ketidaksesuaian antara lebar saluran di bagian hulu dan hilir.

“Di hilir sudah dilebarkan hingga sekitar 15 meter oleh kementerian, tapi di bagian hulu, terutama dari arah Jalan Sumarsono, lebarnya masih sekitar 5 meter. Ini menyebabkan antrean air dan memperparah potensi banjir,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa aliran air dari sejumlah wilayah seperti Helvetia dan Cinta Damai bermuara ke Sungai Bederah sebelum akhirnya mengalir ke Belawan. Dengan kondisi penyempitan di bagian hulu, aliran air menjadi tidak optimal.“Kalau pintu masuknya sempit, sementara di hilir sudah lebar, tentu air akan tertahan. Ini yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Renville memastikan akan menjadikan persoalan Sungai Bederah sebagai salah satu tolok ukur utama dalam menilai kinerja Kadis SDABMBK yang baru. “Ini akan kita uji. Dari situ kita bisa lihat sejauh mana kemampuan pejabat baru dalam menyelesaikan persoalan nyata di lapangan,” pungkasnya. (map/ila)

Gebyar Pajak Sumut Dongkrak Penerimaan PKB Naik 30% Dalam Sebulan

KETERANGAN: Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (20/4/2026). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut)
KETERANGAN: Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (20/4/2026). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut)

Program Gebyar Pajak Sumut 2026 yang diluncurkan beberapa waktu lalu mulai menunjukkan hasil positif. Penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKBa) tercatat mengalami peningkatan signifikan sejak program tersebut berjalan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Utara (Sumut) Sutan Tolang Lubis, mengungkapkan hal tersebut di kantornya, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Senin (20/4/2026). Diketahui, program Gebyar Pajak diluncurkan pada 9 Maret 2026 dan telah disosialisasikan secara luas kepada masyarakat.

“Sejak program gebyar pajak diluncurkan, terjadi kenaikan penerimaan pajak kendaraan bermotor,” kata Sutan Tolang Lubis. Hal ini dapat dilihat pada periode 9 Maret hingga 9 April 2026 realisasinya Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp125 miliar,” katanya.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu pada 9 Maret hingga 9 April 2025 realisasi penerimaan PKB tercatat sebesar Rp96 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp28 miliar atau meningkat 30%.

Sutan Tolang juga menyampaikan, pada tahun 2025 target penerimaan PKB ditetapkan sebesar Rp1,7 triliun, namun realisasinya mencapai Rp1,4 triliun. Sementara itu, pada tahun 2026 target penerimaan PKB ditingkatkan menjadi Rp1,8 triliun. “Total kendaraan bermotor yang membayar pajak pada tahun 2025 sebanyak 2,2 juta unit,” katanya.

Ia berharap melalui program Gebyar Pajak, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat, sehingga berdampak pada optimalisasi penerimaan daerah. Program ini pada dasarnya merupakan bentuk apresiasi kepada wajib pajak yang taat dan membayar tepat waktu.

“Pada tahun sebelumnya program yang dilaksanakan adalah program pemutihan, dengan program gebyar pajak, paradigmanya kita ubah, apresiasinya kita berikan pada masyarakat yang bayar pajak tepat waktu,” katanya.

Sebagai bagian dari program tersebut, undian Gebyar Pajak akan dilaksanakan setiap triwulan, dengan total empat kali undian dalam setahun serta satu undian utama. Untuk triwulan pertama, undian direncanakan berlangsung pada 10 Mei 2026.(san/ila)