Home Blog Page 889

Kiki Fatmala Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Kanker

SUMUTPOS.CO – Aktris dan model, Kiki Fatmala pemeran Maryam dalam sinetron Si Manis Jembatan Ancol 2 meninggal dunia pada hari ini Jumat (1/12/2023).

Kabar duka meninggalnya Kiki Fatmala diungkapkan pihak keluarga melalui unggahan Instagram dari aktris sekaligus mantan model berusia 56 tahun tersebut. Keluarga merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Kiki Fatmala setelah almarhumah sempat berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

“Dengan kesedihan mendalam dan hati yang berat, kami ingin mengumumkan berpulangnya yang tercinta Kiki Fatmala, yang bukan hanya anggota terkasih keluarga kami, tetapi juga seorang sahabat yang dikenal oleh banyak orang,” demikian informasi disampaikan pihak keluarga melalui keterangan tertulis.

“Kiki Fatmala meninggal dunia pada 1 Desember 2023 pada usia 56 tahun, karena komplikasi akibat kanker,” sambung pihak keluarga.

Dalam keterangannya, pihak keluarga memohon ranah privasi dijaga. Keluarga Kiki Fatmala menyatakan keterangan tertulis tersebut sebagai satu-satunya saluran komunikasi pihak keluarga dan tidak akan melayani sesi wawancara dengan media.

“Di saat-saat sulit ini keluarga, kami memohon privasi dan pengertian atas rasa berduka dan kehilangan kami. Meskipun kami menghargai minat publik untuk menghormati kenangan beliau, kami memilih untuk menyelenggarakan layanan memorial tertutup dan pribadi hanya untuk keluarga dan teman-teman terdekat,” tuturnya.

“Kami meminta penghormatan dan pengertian Anda untuk memberi kami ruang untuk berduka dan mengenang Kiki Fatmala dalam suasana yang tenang dan intim,” sambungnya.

Lebih lanjut, pihak keluarga juga tidak menerima karangan bunga. Jika ada yang berniat untuk memberikannya, keluarga Kiki Fatmala meminta alokasi dana untuk karangan bunga sebaiknya disumbangkan ke badan amal sebagai penghormatan untuk Kiki Fatmala.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para penggemar, teman-teman, dan rekan-rekan beliau atas pesan-pesan simpati dan dukungannya. Kami sangat menghargai pengertian rekan-rekan semua selama masa sulit ini. Terima kasih,” tandas keluarga Kiki Fatmala. (jpc/ram)

M Nuh Dukung Gagasan Anies Manfaatkan Tanah Negara untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial

Anggota DPD RI asal Sumut KH Muhammad Nuh MSP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Presiden RI Anies Rasyid Baswedan mengatakan, tanah negara harus dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, dan sosial. Gagasan tersebut disampaikan Anies pada dialog terbuka Muhammadiyah di Solo, Rabu (22/11) lalu.

Gagasan Anies inipun mendapatkan komentar positif dari Anggota DPD RI asal Sumatera Utara Muhammad Nuh MSP. Menurut Nuh, gagasan tersebut sangat menarik dan patut mendapat dukungan dari semua pihak. “Tanah merupakan kebutuhan primer bagi rakyat Indonesia dan sudah sepatutnya negara menfasilitasi hal tersebut,” kata Nuh dalam pesan tertulisnya, Jumat (1/12).

Menurut Nuh, tanah negara dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, ini menjadi sangat krusial. Pasalnya seperti diketahui, jika anak-anak kita ingin masuk ke suatu instansi pendidikan swasta, maka biaya yang paling besar untuk dikeluarkan adalah biaya uang bangunan. “Dengan adanya gagasan tanah negara dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, kita berharap biaya pendidikan dapat terjangakau,” harapnya.

M Nuh percaya, gagasan ini akan dapat direalisasikan jika Anies menjadi Presiden RI. “Jika melihat pengalamannya di DKI Jakarta, ketika Pak Anies menjadi Gubernur, di mana tanah milik tokoh-tokoh yang pernah berjasa dibebaskan Pajak Bumi dan Bangunanya (PBB), mereka sekarang sangat terbantu dengan kebijakan Anies tersebut,” bebernya.

Nuh yang saat ini juga diamanahi sebagai Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara, mendoakan agar keinginan-keinginan baik dari Anies Baswedan untuk negeri ini bisa menjadi kenyataan. “Dengan dukungan bersama dari kita, insyaa Allah semoga Indonesia ke depan dapat lebih baik lag,” pungkasnya. (adz)

Berikan Keamanan dan Kenyamanan, Lapas Pematangsiantar Gelar Razia Hunian WBP

Kepala Lapas kelas IIA Pematangsiantar, M. Pithra Jaya Saragih, memimpin apel razia.(ist/SUMUT POS)

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Lapas kelas IIA Pematangsiantar menggelar razia penggeledahan di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (30/11) kemarin. Dalam rangka, memberikan keamanan dan kenyamanan bagi narapidana.

Untuk diketahui, razia ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas kelas IIA Pematangsiantar, M. Pithra Jaya Saragih, Kalapas dan didampingi oleh Kepala KPLP E.Siregar selaku ketua tim I, Kasi Adm Kamtib B.L Pardede selaku Ketua tim II dan Kasi Binadik Edward Situmorang selaku ketua tim III Sat Ops Patnal dan Satgas Kamtib Lapas Pematangsiantar.

Dengan instruksi Dirjen Pemasyarakatan akan pentingnya 3+1 yaitu Deteksi dini Gangguan Kamtib, Berantas Narkoba, Sinergi dengan aparat penegak hukum, dan back to basic pemasyarakatan dan hal ini juga Untuk menciptakan suasana yang aman dan Nyaman dalam menyambut hari besar Natal dan tahun baru.

Kepala Lapas kelas IIA Pematangsiantar, M. Pithra Jaya Saragih menjelaskan kegiatan razia razia ini, untuk mendeteksi gangguan keamanan dan ketertiban di hunian wargabinaan.

“Razia ini, untuk melakukan Deteksi dini mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas dalam menyambut Hari besar Natal 2023 dan Tahun baru 2024. Dengan cara melakukan Razia dan penggeledahan terhadap kamar dan blok hunian,” sebut Pithra Jaya Saragih, dalam keterangannya, Jumat (1/12).

Jaya menjelaskan razia yang dilakukan terhadap 48 kamar hunian, dapur lapas dan tempat ibadah Lapas, serta tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang-barang terlarang seperti tempat mesin air dan tempat-tempat lainnya.

Dalam kegiatan razia tersebut, petugas temukan antara lain 3 buah handphone Rakitan, mancis, kabel, colokan rakitan paku, sajam, kartu remi, dan charger handphone serta tidak ditemukan narkotika maupun sejenisnya.

“Kemudian hasil tersebut di kumpulkan dan didata untuk dimusnahkan dengan cara dibakar,” katanya.

Atas kegiatan razia ini, Pithra mengharapkan
dalam kegiatan ini mampu meminimalisir dan mencegah gangguan keamanan di dalam Lapas. Pihaknya, tahu dalam menyambut Nataru, yang merupakan beban berat bagi warga binaan yang tidak dapat berkumpul dengan keluarga di luar.

“Untuk itu, Lapas Pematangsiantar meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan dan aktifitas WBP,” katanya.

Ia mengungkapkan pihaknya, tidak lupa kita juga telah mempersiapkan apa yang menjadi Hak WBP yaitu pemberian remisi Natal tahun 2023.

“Kemudian, faktor keamanan adalah yang utama. Sehingga seluruh perogram pembinaan yang akan kita berikan kepada seluruh WBP dapat berjalan dan terlaksana dengan baik,” ucap Pithra.

Di Lapas Pematangsiantar juga melakukan pembinaan kemandirian antara lain pembuatan miniatur, meuble, las, ulos tenun, Bakery, Pertanian Hidroponik, peikanan dan hasil produksi karya WBP tersebut telah dipasarkan dan hasilnya masuk kedalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Premi kepada WBP tersebut.

“Sementara di Pembinaan kerohanian telah kita tingkatkan insensitas Pelayanan di rumah Ibadah di dalam Lapas seperti KKR , kebaktian Harian di Gereja Lapas dan Pengajian dan Tausiyah serta Shalat berjamaah di Mesjid Lapas dan bekerjasama dengan Kementerian Agama dan MUI Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun,”tutur Kalapas.(gus)

Hari Lahir ke-93 Al-Washliyah, Dedi Iskandar: Organisasi Kita Bangun Besar Seperti Sekarang Ini

Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara, Ust H Dedi Iskandar Batubara.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peringatan hari lahir ke-93 tahun Al Jam’iyatul Washliyah (Al-Washliyah) yang jatuh pada 30 November 1930, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Al-Washliyah Sumatera Utara, Ust H Dedi Iskandar Batubara menyampaikan ucapan di beberapa tempat yang menggelar perayaan, Kamis (30/11) kemarin.

Beberapa diantaranya, Dedi Iskandar Batubara hadir menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan pesan tentang ssjarah perjuangan organisasi massa (ormas) yang berdiri di Sumatera Utara dan menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, sebagai renungan betapa keikhlasan menjadi poin penting bagi kiprah Al-Washliyah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, pendidikan serta dakwah.

Dalam sambutannya di peringatan HUT ke-93 Al-Washliyah di Madrasah Al-Washliyah Tembung, Dedi Iskandar Batubara menyebutkan bahwa para pendiri, pendahulu serta syuhada hingga tokoh-tokoh telah membuktikan kiprahnya dalam membesarkan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial ini.

“Di usia 93 tahun, tentu kita sudah memahami bagaimana Al-Washliyah mampu mengelola pendidikan sedemikian rupa hingga sekarang ini. Sebab saat situasi sulit sekalipun, kita masih mampu bertahan, sampai saat ini,” ucap Dedi Iskandar Batubara, dalam keterangannya, Jumat (1/12).

Menurut Dedi Iskandar Batubara saat hadir di acara Doa Bersama di Binjai, apa yang diraih Al-Washliyah sebagai ormas terbesar di Sumut ini, tidak terlepas dari peran para pendahulu yang mengorbankan tenaga dan pikiran dengan ikhlas, demi keberlangsungan organisasi dan lahirnya generasi Islami dari para pendidik Washliyah.

“Ini karena keikhlasan para pendahulu kita, mereka membangun Al-Washliyah dengan iklhas. Tidak menjadikan Washliyah sebagai alasan untuk menjadi pejabat, atau kepentingan diri sendiri, makanya organisasi ini masih terus ada dan besar. Termasuk sekolah ini, bagaimana gedung yang tadinya kecil, bisa kita bangun sedemikian rupa hingga besar seperti sekarang ini,” sebut Anggota DPD RI ini.

Sementara kepada para guru dan orang tua di Kampus Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, Dedi Iskandar Batubara mengingatkan bahwa Washliyah harus terus hidup, sebagaimana moto Hiduplah Washliyah Zaman Berzaman. Karenanya diperlukan langkah dan upaya terus menciptakan generasi yang lahir dari rahim warga Washliyah.

“Teruslah jaga Al-Washliyah ini untuk anak cucu kita kelak. Supaya Al-Quran mereka terjaga, mereka diajarkan Alif Ba Ta, ABC. Di usia yang ke-93 tahun ini, saya berharap menjadi penanda bagi kebangkitan Washliyah di masa depan,” sebut Dedi Iskandar Batubara yang juga menghadiri Zikir dan Doa Bersama Peringatan HUT ke-93 Al-Washliyah di Kampus UMN dan PD Al-Washliyah Kota Binjai.

Selain itu, Dedi Iskandar Batubara juga mengingatkan sekaligus mengajak seluruh warga Washliyah untuk menghadiri acara Akbar peringatan 93 Tahun Al-Washliyah, di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar, Perut Seituan, Deliserdang Jumat-Sabtu 1 dan 2 Desember 2023.

Sementara itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Washliyah Tembung, Ust Muhammad Yunus menyampaikan rasa syukur karena pada peringatan HUT Al-Washliyah tahun ini, pihak sekolah bisa berbagai kepada ratusan kaum dhuafa.

“Untuk kehadiran di acara HUT Al-Washliyah, insyaAllah dari kita akan hadirkan setidaknya 3.000 orang, guru, siswa dan orangtua murid,” jelasnya.(gus)

Disebut-sebut Lapak Judi, Polsek Patumbak Datangi Warung Pak Kulit

CEK LOKASI: Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chan dan anggota saat melakukan pemeriksaan di Warung Pak Kulit, Kamis (30/11)malam.

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti beredarnya video yang beredar aksi perjudian tembak ikan di Jalan Pertahanan, Pasar VII, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, tepatnya di warung Pak Kulit, Polsek Patumbak yang dipimpin Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chan, turun ke lokasi, Kamis (30/11) pukul 22.00 WIB.

Saat dilkukan pemeriksaan ke lokasi, petugas tidak menemukan adanya aksi perjudian yang seperti yang beredar di video TikTok tersebut.

Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chan mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya aksi perjudian tembak ikan dan dadu putar seperti yang telah beredar di video TikTok tersebut.

“Saat dilakukan pemeriksaan baik di dalam dan di luar, tidak ada ditemukan adanya aksi perjudian itu, begitu juga dari keterangan masyarakat sekitar yang kami temui di sekitar lokasi,” kata Kompol Faidir Chan kepada Sumut Pos, Jumat (1/12) pagi.

Ditegaskan Kompol Faidir, pihaknya akan merespon dengan cepat apabila ada laporan dan informasi dari masyarakat perihal gangguan Kamtibmas, begitu juga aksi perjudian dan peredaran narkoba. (Han)

Ganjar Dukung Pembangunan Rumah Doa di Papua

LAMA TAK JUMPA: Ganjar Pranowo menemui Mama Wati di Rumah Doa, Bumi Perkemahan, Waena, Kota Jayapura, pada Rabu (22/11).Tim Media Ganjar Pranowo.

SUMUTPOS.CO – TANGIS haru Mama Wati pecah ketika calon presiden (capres) 2024 Ganjar Pranowo tiba di Rumah Doa, Bumi Perkemahan, Waena, Kota Jayapura, pada Rabu (22/11). Perempuan paruh baya itu langsung memeluk Ganjar sambil sesekali mengelus bahu mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.

“Puji Tuhan, Pak Ganjar mengunjungi kami. Kami dari Rumah Doa sangat suka cita, senang sekali. Kami menangis karena suka cita kami,” kata Mama Wati.

Mama Wati merupakan salah satu tokoh perempuan asal Papua yang aktif bergerak di bidang sosial keagamaan. Dia menjadi salah satu inisiator pendirian Rumah Doa di beberapa daerah di Bumi Cenderawasih Papua.

Ganjar bukanlah orang asing bagi Mama Wati. Pada 2021 lalu, Mama Wati menyambangi rumah dinas Gubernur Jawa Tengah untuk bertemu dengan Ganjar Pranowo lantaran ingin memberikan kado istimewa untuk ulang tahun Ganjar.

Sudah lama Mama Wati mengidolakan Ganjar. Dia menilai, capres berambut putih ini adalah sosok pemimpin yang selalu membawa keteduhan, serta kenyamanan saat bertemu rakyatnya.”Kami orang kecil dan sederhana tapi Pak Ganjar sebagai capres bisa hadir dan datang di Rumah Doa. Ini hal yang sangat membahagiakan buat kami,” ucapnya sambil terisak.

Ganjar pun dengan penuh kasih memeluk Mama Wati. Dia menanyakan kabar dan ngobrol banyak hal dengan Mama Wati. Dalam kesempatan itu, Mama Wati mengajak Ganjar berkeliling untuk melihat Rumah Doa yang sedang dibangun. Dia sedikit berbincang perihal progres pembangunan tempat tersebut.

Tak lupa, Mama Wati mendoakan Ganjar agar selalu menjadi pribadi yang baik dan kemudian terpilih menjadi presiden pada 2024 mendatang. ”Kami suka cita, kami sebagai orang tua, kami yang ada di Rumah Doa kami hanya mendoakan Pak Ganjar,” tutur Mama Wati.

Sementara itu, Ganjar menceritakan kedatangannya untuk menemui Mama Wati lantaran sudah lama tidak berjumpa. Karena itulah, saat berada di Papua dirinya menyempatkan datang ke Rumah Doa dan bertemu Mama Wati.

“Kemarin tidak berjumpa saya, jadi saya sengaja datang untuk menemui Mama Wati di sini. Sambil melihat Rumah Doa yang sedang dibangun ini,” ungkap Ganjar.

Cukup lama Ganjar dan Mama Wati ngobrol banyak hal disertai canda tawa. Mama Wati begitu antusias menceritakan perjuangannya mendirikan Rumah Doa di Papua. Setelah itu, Ganjar berpamitan kepada Mama Wati, karena harus melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya.”Mama saya pulang dulu, mudah-mudahan cepat selesai ya (pembangunan Rumah Doa),” tutur Ganjar.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Medan, Robi Barus mengatakan bahwa Ganjar Pranowo memang merupakan sosok pemimpin yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta sangat peduli terhadap pembangunan rumah-rumah ibadah. “Pak Ganjar itu memang sosok yang nasionalis, menjunjung tinggi nilai toleransi. Beliau sangat peduli terhadap pembangunan rumah-rumah ibadah,” ucap Robi kepada Sumut Pos, Kamis (30/11). Dikatakan Robi, sikap yang dimiliki Ganjar tersebut merupakan sikap yang sangat dibutuhkan oleh bangsa kedepan. (als/wir/map)

Palacheta Subianto Siap Majukan UMKM dan Pendidikan di Sumut

RELAWAN: Para relawan berfoto bersama pada acara Deklarasi dan Konsolidasi Relawan Palacheta Subies Subianto, di Focal Point Mall, Medan, Rabu (29/11/2023) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tokoh pendidikan Sumatra Utara (Sumut) sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Graha Kirana, Palacheta Subies Subianto maju menjadi calon anggota DPRD Sumut Periode 2024-2029 dari Partai Golkar. Dirinya bertekad untuk memajukan keberlangsungan dunia pendidikan dan kewirausahaan di Sumut.

Hal tersebut disampaikan Palacheta Subies Subianto pada momen Deklarasi dan Konsolidasi Relawan, di Focal Point Mall, Medan, Rabu (29/11/2023) malam.

Deklarasi dan Konsolidasi Relawan ini merupakan sebuah wujud komitmen bersama dari 186 kelompok relawan untuk mengusung dan memenangkan Palacheta Subies Subianto.

Melalui Deklarasi dan Konsolidasi Relawan ini pula, Palacheta Subies Subianto beserta Tim Pemenangan berkomitmen untuk akan terus berkolaborasi dengan seluruh kelompok relawan yang hadir dalam acara deklarasi yang tersebar di 10 kecamatan dalam Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 2 untuk bersama-sama membangun Sumut yang lebih baik di masa mendatang.

Palacheta mengungkapkan memiliki misi yang kuat jika nanti terpilih. Ia akan fokus ke beberapa hal untuk kemajuan Sumut. “Salah satu upaya terbesar saya, memajukan dunia pendidikan agar melahirkan generasi-generasi masa depan yang berdaya saing, sehingga kita dapat melahirkan SDM yang mumpuni,” katanya.

Selain itu, pentingnya memberikan dukungan kepada dunia kewirausahaan dan pelaku UMKM juga dapat mendorong dan memajukan siklus perekonomian di Sumut.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bapilu DPD Golkar Sumut ini juga berperan aktif memajukan kewirausahaan melalui program ‘Bazzar Anak Medan’ yang aktif mengundang para UMKM berjualan di Atrium Focal Point Mall.

“Karena dengan kita memberikan wadah, itu artinya kita memberikan dukungan yang penuh untuk kemajuan para pelaku UMKM. Ini sudah berjalan cukup lama, dan tentu akan terus kita lakukan pendampingan terus, agar UMKM di Sumut bisa berdaya saing,” kata Palacheta yang juga aktif berorganisasi mulai dari menjadi ketua umum Hipmi Kota Medan 2020-2023.

Ia pu mengaku, tidak bisa bergerak sendiri untuk mewujudkan semua misinya. “Jadi hari ini kita mulai bergerak bersama memajukan Indonesia dan Sumut khususnya melalui politik,” kata Palacheta.

Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah, mengatakan, para relawan bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan kepada masyarakat jangan tak memilih dan akhirnya memilih orang-orang yang belum tentu menjalankan amanah.

“Pemilihan ini kan selalu terjadi dan bergulir. Jadi bagaimana kita tidak salah pilih. Saya yakin Palacheta baik dan jujur. Mudah-mudahan niatnya didukung, dibantu dan didoakan. Karena tidak mungkin berhasil tampa dukungan. Karena ini acara relawan dan konsolidasi juga, bantulah memilih dan mendukung Palacheta,” kata Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.

Ketua Tim Pemenangan Palacheta Subies Subianto, Yurial Arief Lubis, mengatakan, komitmen untuk melahirkan seorang pemimpin dari rahim rakyat akan diwujudkan dengan kemenangan Palacheta Subies Subianto. “Dia orang baik dan jujur yang wajib kita menangkan. Mulai hari ini, sepakat satu komando satu tujuan memenangkan Palacheta. Ini juga komitmen kita membuat Sumut lebih baik,” katanya.

Selain relawan, Deklarasi dan Konsolidasi Relawan Palacheta Subies Subianto juga dihadiri Tokoh Akademisi, Prof. Arif Nasution; Sekretaris Golkar Sumut, Datuk Ilhamsyah; Bendahara Golkar Sumut, H Iwan Habib; Bendahara Bapilu Golkar Sumut, Budi Ardi; Ketua Golkar Medan, M Rahmaddian Shah, tokoh agama dan lainnya. (ram)