32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 91

HUT ke- 26 Dharma Wanita Persatuan, Wabup Labura Dorong Kemajuan Daerah

HADIR: Wabup Labura H Samsul Tanjung menghadiri peringatan HUT DWP ke-26 Tingkat Kabupaten Labura, di Aula Ahmad Dewi Syukur, Senin (8/12). (ist)
HADIR: Wabup Labura H Samsul Tanjung menghadiri peringatan HUT DWP ke-26 Tingkat Kabupaten Labura, di Aula Ahmad Dewi Syukur, Senin (8/12). (ist)

LABURA, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H Samsul Tanjung menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara di Aula Ahmad Dewi Syukur, Senin (8/12).

Dalam sambutannya, H Samsul Tanjung menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia yang beranggotakan istri-istri pegawai negeri sipil. Untuk itu mereka dituntut tidak hanya mampu menopang keberhasilan tugas suami, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah serta inspirator bagi organisasi-organisasi wanita lainnya.

Sesuai perkembangan zaman, Dharma Wanita Persatuan harus menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta melalui berbagai kegiatan nyata yang berdampak langsung maupun tidak langsung bagi kemajuan masyarakat.

Menurut Samsul Tanjung, perubahan yang terjadi begitu cepat saat ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan pembuktian peran dan manfaat Dharma Wanita Persatuan di tengah masyarakat. Karena itu, setiap lini organisasi harus diperkuat dan anggotanya diberdayakan untuk terus menggali potensi, berkreasi, dan mendukung kinerja sesuai tujuan pembentukan organisasi. (ind/azw)

BPJS Kesehatan Buka Posko Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Bencana Aceh dan Sumut

FOTO BERSAMA: Tim BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I, foto bersama di depan Posko Kesehatan di lokasi bencana.
FOTO BERSAMA: Tim BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I, foto bersama di depan Posko Kesehatan di lokasi bencana.

Lhokseumawe, sumutpos.co – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan pasca bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I bergerak cepat membuka Posko Kesehatan pada tanggal 8-11 Desember 2025 di beberapa titik terdampak.

Posko Kesehatan ini merupakan kolaborasi antara BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah dan Fasilitas Kesehatan di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. Posko layanan kesehatan dibuka di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Lhoksukon di Provinsi Aceh, serta di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara.

Seluruh posko memberikan pelayanan kesehatan gratis sekaligus konsultasi psikologi bagi masyarakat yang erdampak, mengingat banyaknya penyintas yang mengalami tekanan fisik dan emosional.

Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan layanan sangat tinggi saat Posko mulai di buka. “Kami sampaikan bahwa di tengah kondisi sarana kesehatan yang turut terdampak, BPJS Kesehatan memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah sekitar zona bencana,” kata Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq, Selasa (9/12/2025).

Langkah ini, lanjut Nuim, dilakukan untuk menjaga agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal, terutama di faskes yang masih beroperasi. “Sejumlah fasilitas kesehatan yang tidak terdampak dilaporkan mengalami lonjakan kunjungan pasien dari wilayah yang terdampak akibat bencana. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat,” kata Nuim lagi.

Nuim menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan secara khusus juga memberi perhatian pada layanan kategori life saving, terutama Hemodialisis (HD). Untuk memastikan pasien HD tetap mendapatkan pelayanan, BPJS Kesehatan melakukan pemetaan kapasitas dan ketersediaan layanan HD di rumah sakit sekitar lokasi bencana. Pasien HD dari rumah sakit yang terdampak diarahkan ke rumah sakit lain yang masih mampu memberikan layanan.

Dalam situasi darurat ini, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa peserta yang rutin menjalani HD tidak memerlukan dokumen tambahan, termasuk HD traveling, ketika harus berpindah sementara ke rumah sakit lain.

“Kami berkoordinasi dengan rumah sakit yang menerima rujukan pasien-pasien tersebut agar dapat menambah kapasitas pelayanan dengan membuka shift tambahan dari dua shift menjadi tiga shift per hari, untuk memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan terapi tepat waktu,” jelas Nuim.

Nuim melanjutkan, RSUD dr Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur merupakan satu-satunya rumah sakit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Aceh Timur pasca terjadinya bencana.

Beberapa pelayanan di poliklinik sudah mulai diaktifkan kembali diantaranya Poliklinik THT, Poliklinik Mata, Poliklinik Bedah, Poliklinik Anak, Poliklinik Gigi, Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Saraf, dan Poliklinik Jiwa.

“Pelayanan HD di RSUD dr. Zubir Mahmud mengalami peningkatan akibat adanya pengalihan pasien dari RSUD di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang yang belum berfungsi. Kami tetap berkoordinasi secara intens agar pelayanan bagi pasien di RSUD dr Zubir Mahmud dapat berjalan dengan optimal,” kata Nuim.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien HD ataupun non-HD, terutama pasca meningkatnya kunjungan di RSUD Aceh Timur, BPJS Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan RSU Putri Bidadari di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Plh Direktur RSU Putri Bidadari Langkat dr Esti Aditya, menegaskan kesiapan pihaknya sebagai salah satu rujukan tambahan bagi pasien dari wilayah Provinsi Aceh. “Kami siap menerima pasien rujukan dari Aceh, termasuk pasien HD maupun penyakit kronis lainnya. Kami pastikan seluruh pasien yang datang akan dilayani seoptimal mungkin sesuai regulasi yang berlaku,” kata Esti.

Diharapkan dengan kolaborasi bersama antara BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah dan Fasilitas Kesehatan, akses layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan di daerah terdampak tetap dapat diberikan secara berkualitas dan optimal. (ila)

Perayaan Natal Pomparan Silahisabungan Limapuluh, Doakan Korban Bencana di Sibolga dan Tapteng

NATAL: Perayaan Natal Pomparan Silahisabungan Limapuluh berlangsung hikmad di GKPI Jemaat Khusus Limapuluh, Minggu (7/12). Foto:/Liberti H Haloho.
NATAL: Perayaan Natal Pomparan Silahisabungan Limapuluh berlangsung hikmad di GKPI Jemaat Khusus Limapuluh, Minggu (7/12). Foto:/Liberti H Haloho.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Perayaan Natal Pomparan Raja  Silahisabungan  Boru, Bere, dan Ibebere Limapuluh berlangsung hikmad. Dalam kesempatan itu juga para jemaat mendoakan korban bencana longsor dan banjir  di Sibolga, Tepteng serta daerah lainnya, di GKPI Jemaat Khusus Limapuluh, Minggu (7/12).

Mengawali ibadah penyalaan lilin natal dilakukan oleh Pdt Andri Simanjuntak STh, Penasihat St M Sinurat, Ketua Panitia F Tambunan, Mewakili Dongan Tubu Liberti H Haloho, Mewakili Boru St M Manik, Bere St TH Sitangang.

Perayaan natal tahun ini mengambil Thema: ‘Jadi Berkah Bagi Sesama Kita (Galatia 6:9-10) dan sub thema: ‘Dengan Semangat Natal Hendaklah Kita Mampu Menjadi Berkah bagi Sesama Kita dan Saling Mengasihi’ dengan Pengkotbah Pdt Andri  Simanjuntak STh, Pendeta Jemaat Khusus GKPI Limapuluh.

Tema khotbah dapat berfokus pada pengharapan di tengah penderitaan, solidaritas, dan kehadiran Allah dalam kesulitan.

“Adakah di tahun ini menjelang bulan Desember  mengalami penderitaan? Jawabnya,  tentunya ada. Bencana longsor dan banjir besar di Kota Sibolga, Tapteng dan daerah lainnya memproporandakan daerah itu. Mereka korban bencana kehilangan keluarga, kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda  lenyap begitu saja dibawa bencana,” ungkapnya.

Pdt Andri Simanjuntak merasa empati dan berdoa

untuk keselamatan seluruh masyarakat di kota Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), dan Tapanuli Selatan (Tapsel) dan di berbagai tempat lainnya yang mengalami bencana. “Liranya Tuhan menjagai dan melindungi. Kepada saudara saudari kita di sana agar tetap  tabah dan kuat menerima  cobaan dari Tuhan,” ungkapnya. (lib/azw).

DPRD – Pemko Medan Sepakati 10 Ranperda Prioritas 2026

PARIPURNA: DPRD Kota Medan bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Medan, Senin (8/12/2025).
PARIPURNA: DPRD Kota Medan bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Medan, Senin (8/12/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi menandatangani Kesepakatan Bersama Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Medan, Senin (8/12/2025).

Penandatanganan dilakukan oleh para pimpinan DPRD Kota Medan dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, dan menjadi landasan penetapan 10 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) prioritas yang akan dibahas pada tahun anggaran 2026.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, menetapkan sepuluh Ranperda tersebut, termasuk tiga Ranperda kumulatif terbuka, yakni Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Ranperda Perubahan APBD 2026, dan Ranperda APBD 2027.

Selain itu, terdapat tiga Ranperda usulan Pemko Medan yang mencakup pencabutan Perda Lembaga Kemasyarakatan, perubahan regulasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Ranperda Pengarusutamaan Gender.

Empat Ranperda lainnya berasal dari usulan DPRD Medan, yakni perubahan Perda Penanggulangan Kemiskinan, perubahan Perda Sistem Kesehatan Kota, Ranperda Pembangunan dan Ketahanan Keluarga, serta Ranperda terkait Penghormatan terhadap Rumah Ibadah dan Pemuka Agama.

Ketua Bapemperda DPRD Medan, Afif Abdillah, menegaskan bahwa penetapan Propemperda harus berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan hukum masyarakat, serta tetap selaras dengan sistem hukum nasional. “Penetapan ini mengikuti ketentuan Kemendagri yang menetapkan maksimal 10 Ranperda pada 2026. Ini agar proses legislasi tetap efektif dan sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” jelas Afif.

Afif berharap seluruh Ranperda yang masuk dalam Propemperda 2026 dapat mendukung tercapainya visi dan misi pembangunan Kota Medan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya penyusunan peraturan daerah yang terencana, terukur, dan sesuai peraturan perundang-undangan. “Kami berharap seluruh Ranperda dalam Propemperda 2026 dapat dibahas dengan sebaik-baiknya sehingga melahirkan perda yang memberikan kepastian hukum dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wali Kota.

Penetapan Propemperda 2026 ini menjadi langkah awal bagi DPRD dan Pemko Medan dalam memperkuat kebijakan hukum daerah yang berorientasi pada pelayanan publik, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (map/ila)

Bantu Korban Banjir, Edwin Sugesti Usulkan Potong Gaji DPRD Medan Rp1 Juta

Teks foto: Anggota DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution.
Teks foto: Anggota DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution, mengusulkan langkah solidaritas bagi korban banjir besar yang melanda Kota Medan pada Kamis, 27 November 2025.

Dalam rapat paripurna DPRD Medan yang digelar Senin (8/12/2025), ia meminta agar seluruh 50 anggota DPRD Medan periode 2024–2029 bersedia memotong gaji sebesar Rp1 juta untuk disumbangkan sebagai bantuan kemanusiaan.

Edwin menyampaikan usulan itu secara terbuka di tengah jalannya rapat. Menurutnya, sebagai wakil rakyat, sudah seharusnya anggota dewan menunjukkan kepedulian nyata di saat masyarakat tertimpa bencana.

Ia menegaskan bahwa bantuan dari DPRD Medan perlu menjadi bukti bahwa lembaga legislatif tidak hanya memberikan perhatian melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi langsung.

Usulan tersebut langsung ditanggapi cepat oleh pimpinan sidang, Ketua DPRD Medan Drs Wong Chun Sen, yang kemudian meminta persetujuan dari seluruh anggota dewan yang hadir. Tanpa ada penolakan, seluruh anggota DPRD yang mengikuti paripurna menyatakan setuju.

Usai paripurna, Edwin menjelaskan bahwa proses pemotongan gaji akan dikoordinir oleh Sekretaris DPRD Medan, M Ali Sipahutar, termasuk mekanisme penyaluran dana bantuan kepada para korban banjir.

Edwin juga membuka peluang bagi anggota DPRD yang ingin menyumbang lebih dari Rp1 juta. “Kalau ada teman-teman anggota DPRD yang ingin memberi lebih, tentu itu jauh lebih baik. Semakin besar bantuan yang disalurkan, semakin banyak warga terdampak yang bisa ditolong,” ujarnya.

Langkah solidaritas ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabanjir dan sekaligus menjadi bentuk keteladanan dari para wakil rakyat di Kota Medan. (map/ila)

DPRD Medan Desak Run Out Biliar Ditutup

RDP: Komisi III DPRD Kota Medan saat RDP bersama Bapenda, DPMPTSP dan Satpol PP Kota Medan, Senin (8/12/2025).
RDP: Komisi III DPRD Kota Medan saat RDP bersama Bapenda, DPMPTSP dan Satpol PP Kota Medan, Senin (8/12/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Kota Medan merekomendasikan Pemko Medan untuk menutup rumah biliar Run Out. Pasalnya, lokasi usaha yang beralamat di Jalan Sei Besitang, Kecamatan Medan Petisah, tersebut membayar pajak dengan nilai yang tidak sesuai dengan pendapatannya setiap bulan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo TR Pardede, menegaskan apa yang dilakukan Run Out Biliar jelas sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap aturan yang ada di Kota Medan.

“Kita bukan mau menghambat investasi, tapi tetap juga harus mengikuti aturan. Apa yang dilakukan Run Out Biliar jelas merugikan Pemko Medan dan berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini tidak boleh dibiarkan, kita minta Pemko Medan tegas menutupnya,” tegas Salomo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bapenda, DPMPTSP dan Satpol PP Kota Medan, Senin (8/12/2025) sore.

Dijelaskan Salomo, berdasarkan sidak Komisi III DPRD Kota Medan ke Run Out Biliiar pada bulan Maret 2025, diketahui pendapatan setiap bulannya sebesar Rp80 juta. “Jumlah tersebut keluar dari mulut ownernya langsung. Artinya kalau pajaknya 10 persen, tentu Rp8 juta pajak yang harus dibayar. Tapi disini yang dibayar hanya Rp1,2 juta, itu pun sejak bulan November 2025,” cetusnya.

Salomo juga mempertanyakan sikap Bapenda Kota Medan yang tidak tegas melakukan penindakan. “Sebelum kita sidak, pajak yang dibayar Run Out Biliar itu cuma Rp700 ribu, dan itu sudah berlangsung selama 5 tahun belakangan. Kenapa Bapenda Medan diam saja? Setelah kita sidak dan ditemukan ketidaksesuaian baru diberi Surat Peringatan (SP). Anehnya, sejak SP2 yang diberikan pada bulan Maret 2025, sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya, bahkan SP3 juga tidak ada,” kesalnya.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Komisi III, David Roni Ganda Sinaga, yang meminta Pemko Medan untuk langsung menutup Run Out Billiar. “Sejak kita sidak, pemilik Run Out Biliar tidak pernah datang untuk RDP. Sudah 4 kali kita undang. Padahal banyak yang ingin ditanyakan, di mana salahnya selama ini, apakah di Bapenda atau di Run Out?,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, David pun merekomendasikan agar Run Out tidak beroperasi selama semua tunggakan pajaknya disesuaikan dan diselesaikan dulu.  “Kita minta semua diakumulasikan selama 5 tahun belakangan hingga saat ini. Jika itu belum dibayarkan, Satpol PP kita minta untuk menutupnya. Ini akan kita awasi, Bapenda Medan jangan coba-coba bermain,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Kota Medan, T Roby Chairi, berjanji akan memberikan SP3 kepada Run Out Billiar. “Akan kita tindaklanjuti pak terkait SP3,” janjinya. (map/ila)

Safari Natal 2025 Karo Dibarengi Pelayanan Publik

SAFARI: Bupati dan Wakil Bupati Karo saat menghadiri Natal dalam rangka Safari Natal 2025. (Istimewa)
SAFARI: Bupati dan Wakil Bupati Karo saat menghadiri Natal dalam rangka Safari Natal 2025. (Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo memulai rangkaian kegiatan Safari Natal 2025 dengan penuh sukacita dan semangat berbagi kasih. Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, menghadiri kebaktian Natal di GPdI Betesda dan Gereja Katolik Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, sebagai satu lokasi Safari Natal, Minggu (7/12) lalu.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Karo untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan merayakan suka cita Natal bersama seluruh warga. Kebaktian berjalan penuh khidmat di GPdI Betesda dan Gereja Katolik Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Bupati Karo Antonius Ginting dan rombongan, mengikuti jalannya ibadah. Terlihat Bupati Karo berdiri bersama jemaat lainnya, menegaskan pesan kebersamaan dan persatuan dalam bingkai kebhinekaan di Tanah Karo Simalem.

Selain menghadiri kebaktian, Safari Natal ini juga dimanfaatkan Pemkab Karo untuk menyelenggarakan berbagai pelayanan publik langsung kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari adanya tenda pelayan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis oleh RSUD Kabanjahe dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Operasi Pasar Murah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo, dan layanan administrasi kependudukan oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Karo.

Dalam sambutannya, Antonius menyampaikan, perayaan Natal adalah momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan iman.

“Melalui Safari Natal tahun ini, pemerintah berupaya menghadirkan sukacita dan kebahagiaan bagi masyarakat melalui sejumlah layanan dan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan jemaat,” ungkap Antonius.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, guna mewujudkan Kabupaten Karo yang beriman, berbudaya, modern, unggul, dan sejahtera berkelanjutan. (deo/saz)

Polres Tanah Karo dan Forkopimda Kirim Bantuan Sosial ke Korban Banjir

BERANGKAT: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, saat memberangkatkan bantuan ke korban banjir Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng.(Istimewa)
BERANGKAT: Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, saat memberangkatkan bantuan ke korban banjir Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng.(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Tanah Karo bersama masyarakat, Forkopimda Kabupaten Karo, serta sejumlah BUMN, menyalurkan bantuan sosial bagi korban terdampak banjir di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Bantuan diberangkatkan pada Selasa (9/12) pagi di Mapolres Tanah Karo.

Bantuan yang dihimpun berupa pakaian layak pakai serta berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, mi instan, air mineral, makanan ringan, telur, minyak goreng, dan sabun. Selain itu, mengingat Kabupaten Karo dikenal sebagai daerah penghasil sayuran, turut dikirimkan sayur-mayur segar, seperti wortel, kentang, kol, dan sayuran lainnya, untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di lokasi bencana.

Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto saat melepas keberangkatan truk bantuan, menyampaikan, penyaluran bantuan ini bukan hanya ditujukan bagi warga yang terdampak langsung, namun juga bagi para petugas yang sedang melaksanakan tugas penanganan bencana di wilayah tersebut.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polres Tanah Karo bersama masyarakat dan instansi terkait. Tidak hanya untuk masyarakat, tapi juga bagi para petugas yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan bencana. Khusus untuk personel Polri yang terdampak, kami juga mengirimkan logistik pakaian dinas agar mereka tetap dapat melaksanakan tugas di tengah kondisi darurat,” ungkap Eko.

Bantuan sosial ini merupakan hasil pengumpulan dari personel Polres Tanah Karo, masyarakat, serta instansi terkait, termasuk BUMN, yang turut berpartisipasi. Pelepasan bantuan dilakukan Kapolres didampingi Wakil Ketua DPRD Karo Immanuel Sembiring, perwakilan BUMN/BUMD termasuk Pinca BRI Donny Cahyono, serta para pejabat utama (PJU) Polres Tanah Karo. Kapolres Tanah Karo saat melepas keberangkatan rombongan bantuan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh pihak yang telah berpartisipasi. (deo/saz)