27 C
Medan
Saturday, June 22, 2024

Produk Siswa Diharapkan Tembus Pasar

JAKARTA—Lomba Kompetensi Siswa SMK atau sering disebut dengan LKS rutin digelar setiap tahun. Sejatinya, kegiatan ini diperuntukkan pada mereka para siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia untuk menunjukkan karya-karya briliannya dalam “ruang pamer” LKS.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku sangat mendukung kegiatan yang diikuti oleh lebih kurang 50 SMK se-Indonesia dan berlangsung mulai 21 – 24 November 2011 di area Parkir Timur Senayan Jakarta ini.

Menurutnya, selain berguna untuk mewadahi kreatifitas para siswa SMK, kegiatan ini juga diharapkan mampu memicu semangat dan merangsang imajinasi kreatif para siswa SMK untuk menciptakan karya atau produk yang tidak hanya brilian, tetapi juga mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas di kemudian hari.

Mendikbud menjelaskan, setiap pagelaran atau kegiatan lomba seperti ini ada tiga buah nilai yang tersembunyi yang terdapat di dalamnya. Pertama, nilai-nilai yang mendorong untuk berprestasi. “Semangat motivasi untuk berprestasi atau semangat untuk mencapai target itu harus ditumbuhkan.,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (21/11). Kedua, kegiatan lomba di samping untuk mengekspan dan mengeksplor kemampuan, lanjut Mendikbud, para siswa juga bisa menjadikan kegiatan ini sebagai benchmark. Berkumpul dengan berbagai sekolah, para siswa akan mengetahui bagaimana tingkat kemampuan dirinya. Ketiga, lomba ini akan mampu membentuk karakter siswa dan menumbuhkan rasa sportivitas, tahan banting.

, tahan uji dan menerima keadaan. “Karena di dalam setiap lomba pasti ada menang dan kalah. Nilainya disitu,” imbuh Mendikbud.

Mendikbud mengharapkan, LKS tahun ini dapat lebih bisa mengembangkan kemampuan para siswa dalam merancang sebuah produk. “Kalau sekarang bisa membuat produk A maka ke depan tidak harus membuat baru lagi. Akan tetapi, dapat terus selalu dikembangkan dan bisa masuk ke pasar atau bagian dari produk konsumen. Sayang sekali kalau hanya bisa merancang, tapi tidak jelas kapan produknya bisa masuk ke pasar. Ini yang harus kita dorong,” urai Mendikbud.

Oleh karena itu, lanjut Mendikbud, di dalam lomba ini jangan hanya dijadikan sebagai ajang  pamer produk. Namun, juga bisa sebagai ajang pembelajaran pengetahuan tambahan. “Mumpung mereka adalah pilihan yang terbaik dari daerah mereka. Sehingga mereka punya pengetahuan bagaimana cara memproduksi, mengemas, dan memasarkan produk,” lanjutnya.

Lebih jauh Mendikbud menambahkan,  pihak kementerian juga akan mengundang atau mengajak para calon pemakai atau pembeli untuk bisa melihat produk-produk SMK. Keberhasilan setiap LKS itu bbukan hanya dilihat dari sisi banyaknya produk dan tingginya kualitas, tetapi sampai sejauh mana produk-produk SMK itu ‘laku’ oleh perusahan-perusahaan yang membutuhkan concept design itu. (cha/jpnn)

JAKARTA—Lomba Kompetensi Siswa SMK atau sering disebut dengan LKS rutin digelar setiap tahun. Sejatinya, kegiatan ini diperuntukkan pada mereka para siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia untuk menunjukkan karya-karya briliannya dalam “ruang pamer” LKS.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku sangat mendukung kegiatan yang diikuti oleh lebih kurang 50 SMK se-Indonesia dan berlangsung mulai 21 – 24 November 2011 di area Parkir Timur Senayan Jakarta ini.

Menurutnya, selain berguna untuk mewadahi kreatifitas para siswa SMK, kegiatan ini juga diharapkan mampu memicu semangat dan merangsang imajinasi kreatif para siswa SMK untuk menciptakan karya atau produk yang tidak hanya brilian, tetapi juga mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas di kemudian hari.

Mendikbud menjelaskan, setiap pagelaran atau kegiatan lomba seperti ini ada tiga buah nilai yang tersembunyi yang terdapat di dalamnya. Pertama, nilai-nilai yang mendorong untuk berprestasi. “Semangat motivasi untuk berprestasi atau semangat untuk mencapai target itu harus ditumbuhkan.,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (21/11). Kedua, kegiatan lomba di samping untuk mengekspan dan mengeksplor kemampuan, lanjut Mendikbud, para siswa juga bisa menjadikan kegiatan ini sebagai benchmark. Berkumpul dengan berbagai sekolah, para siswa akan mengetahui bagaimana tingkat kemampuan dirinya. Ketiga, lomba ini akan mampu membentuk karakter siswa dan menumbuhkan rasa sportivitas, tahan banting.

, tahan uji dan menerima keadaan. “Karena di dalam setiap lomba pasti ada menang dan kalah. Nilainya disitu,” imbuh Mendikbud.

Mendikbud mengharapkan, LKS tahun ini dapat lebih bisa mengembangkan kemampuan para siswa dalam merancang sebuah produk. “Kalau sekarang bisa membuat produk A maka ke depan tidak harus membuat baru lagi. Akan tetapi, dapat terus selalu dikembangkan dan bisa masuk ke pasar atau bagian dari produk konsumen. Sayang sekali kalau hanya bisa merancang, tapi tidak jelas kapan produknya bisa masuk ke pasar. Ini yang harus kita dorong,” urai Mendikbud.

Oleh karena itu, lanjut Mendikbud, di dalam lomba ini jangan hanya dijadikan sebagai ajang  pamer produk. Namun, juga bisa sebagai ajang pembelajaran pengetahuan tambahan. “Mumpung mereka adalah pilihan yang terbaik dari daerah mereka. Sehingga mereka punya pengetahuan bagaimana cara memproduksi, mengemas, dan memasarkan produk,” lanjutnya.

Lebih jauh Mendikbud menambahkan,  pihak kementerian juga akan mengundang atau mengajak para calon pemakai atau pembeli untuk bisa melihat produk-produk SMK. Keberhasilan setiap LKS itu bbukan hanya dilihat dari sisi banyaknya produk dan tingginya kualitas, tetapi sampai sejauh mana produk-produk SMK itu ‘laku’ oleh perusahan-perusahaan yang membutuhkan concept design itu. (cha/jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/