Prof Muryanto Amin Pimpin ICMI Sumut, Perkuat Kontribusi Cendekiawan untuk Umat

MEDAN, SumutPos.co– Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sumatera Utara periode 2026–2031. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di Gedung DLCB USU, Medan, Sabtu (24/10/2026).

Dalam pidato pertamanya usai pembacaan sumpah jabatan, Prof. Muryanto Amin menegaskan tekadnya untuk memperkuat kontribusi nyata para cendekiawan Muslim bagi kemaslahatan umat dan masyarakat luas di Sumatera Utara dalam lima tahun ke depan. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan roda organisasi tidak dapat bertumpu pada kerja individu, melainkan kerja kolektif yang inklusif.

“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Amanah ini memerlukan keringanan langkah dan keteladanan dari Bapak dan Ibu sekalian yang baru saja dilantik. Program kerja ke depan akan kami susun secara strategis dengan melibatkan seluruh pengurus sesuai dengan keahlian, kemampuan, dan kapasitas masing-masing,” ujar Prof. Muryanto.

Mantan Dekan FISIP USU ini juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas internal melalui penguatan komunikasi dan silaturahmi antaranggota. Menurutnya, kebersamaan dan integrasi pemikiran menjadi modal fundamental bagi ICMI Sumut untuk melahirkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.

“Tidak ada satu kelompok pun yang bisa maju jika berjalan sendiri-sendiri. Kontribusi aktif dari seluruh elemen kepengurusan adalah kunci utama,” tambahnya sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh MPP ICMI dalam proses konsolidasi organisasi di wilayah Sumut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum MPP ICMI Prof. Dr. Arif Satria mengingatkan para pengurus mengenai substansi esensial dari seorang cendekiawan Muslim. Ia menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) harus berjalan selaras dengan fondasi keimanan, ketakwaan (imtak), serta keluhuran akhlak.

“ICMI diisi oleh orang-orang yang memiliki kecendekiaan, sehingga dituntut untuk memberikan kontribusi yang jauh lebih besar. Cendekiawan Muslim memikul tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat luas melalui gagasan, inovasi, dan program-program berkelanjutan yang mampu menjawab persoalan riil di tengah masyarakat,” tegas Arif Satria. (adz)

MEDAN, SumutPos.co– Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sumatera Utara periode 2026–2031. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di Gedung DLCB USU, Medan, Sabtu (24/10/2026).

Dalam pidato pertamanya usai pembacaan sumpah jabatan, Prof. Muryanto Amin menegaskan tekadnya untuk memperkuat kontribusi nyata para cendekiawan Muslim bagi kemaslahatan umat dan masyarakat luas di Sumatera Utara dalam lima tahun ke depan. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan roda organisasi tidak dapat bertumpu pada kerja individu, melainkan kerja kolektif yang inklusif.

“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Amanah ini memerlukan keringanan langkah dan keteladanan dari Bapak dan Ibu sekalian yang baru saja dilantik. Program kerja ke depan akan kami susun secara strategis dengan melibatkan seluruh pengurus sesuai dengan keahlian, kemampuan, dan kapasitas masing-masing,” ujar Prof. Muryanto.

Mantan Dekan FISIP USU ini juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas internal melalui penguatan komunikasi dan silaturahmi antaranggota. Menurutnya, kebersamaan dan integrasi pemikiran menjadi modal fundamental bagi ICMI Sumut untuk melahirkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.

“Tidak ada satu kelompok pun yang bisa maju jika berjalan sendiri-sendiri. Kontribusi aktif dari seluruh elemen kepengurusan adalah kunci utama,” tambahnya sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh MPP ICMI dalam proses konsolidasi organisasi di wilayah Sumut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum MPP ICMI Prof. Dr. Arif Satria mengingatkan para pengurus mengenai substansi esensial dari seorang cendekiawan Muslim. Ia menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) harus berjalan selaras dengan fondasi keimanan, ketakwaan (imtak), serta keluhuran akhlak.

“ICMI diisi oleh orang-orang yang memiliki kecendekiaan, sehingga dituntut untuk memberikan kontribusi yang jauh lebih besar. Cendekiawan Muslim memikul tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat luas melalui gagasan, inovasi, dan program-program berkelanjutan yang mampu menjawab persoalan riil di tengah masyarakat,” tegas Arif Satria. (adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru