Ketidaksesuaian data penyimpanan stok gabah milik PT Bhineka Perkasa Jaya (BPJ) memicu tanda tanya besar. Hasil penelusuran lapangan yang dilakukan awak media mengungkap adanya selisih drastis hingga 14 ton antara klaim manajemen perusahaan dengan fakta fisik di lokasi penyimpanan.