Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, masyarakat Kota Medan diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Peningkatan aktivitas konsumsi saat hari raya dinilai berpotensi menyebabkan lonjakan produksi sampah rumah tangga, terutama sampah plastik dan sisa makanan.
Setiap masyarakat Kota Medan, baik perorangan maupun kelompok, wajib menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi, Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus mendukung masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan menyiapkan sarana dan prasarana di tingkat kecamatan dan kelurahan.
WARGA Kelurahan Tanjungrejo, Medan Sunggal, mengeluhkan minimnya pelayanan pengangkutan sampah oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan hingga ke tingkat lingkungan. Akibatnya, masyarakat terpaksa membuang sampah di badan jalan.
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, menyebutkan adanya peningkatan volume sampah di Kota Medan pascabencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 kemarin.
Tumpukan sampah berbagai jenis terlihat menggunung di tepi aliran Sungai Padang, tepatnya di area Pasar Inpres Kota Tebingtinggi. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan mencemari aliran sungai yang melintas di kawasan pasar tersebut.
Masyarakat bisa memanfaatkan sampah sebagai penghasilan tambahan yang bisa membantu perekonomian rumahtangga. Untuk itu, diperlukan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan lewat patuh dan taat terhadap aturan pembuangan sampah.
Plt Bupati Labuhanbatu (non aktif), Ellya Rosa Siregar menampung keluhan para pedagang di komplek Pasar Ajamu di kawasan jalan Besar Pasar Ajamu, kecamatan Panai Hulu, Labuhanbatu.