Anggota DPR RI dari PKS Ir H Tifatul Sembiring mengatakan, masyarakat Indonesia sudah terkenal ramah dan santun terhadap semua orang, bahkan dengan yang baru dikenalnya. Dan sejak kecil, kita sudah diajarkan oleh orang tua untuk saling membantu jika ada saudara yang tertimpa musibah atau kesusahan seperti yang dialami saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ir H Tifatul Sembiring kembali menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, kali ini dia mendatangi konstituennya di Jalan Rengas VI, Medan Marelan, Selasa (16/12). Pada sosialisasi yang digelar di Aula Masjid Baiturahman ini, Tifatul mengajak para konstituennya untuk terus merawat, menjaga, dan mengamalkan Pancasila secara kontinyu.
Anggota DPR/MPR RI Tifatul Sembiring berharap, sikap tepo seliro harus menjadi kebiasaan Bangsa Indonesia. Di mana tepo seliro adalah kearifan lokal dari suku Jawa yang secara sederhana bisa diartikan sebagai tenggang rasa, empati, dan toleransi.
Musibah banjir dan longsor yang menimpa Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, mendapat perhatian serius dari Anggota DPR/MPR RI Tifatul Sembiring. Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku salut dengan jiwa patriotisme para relawan yang berjibaku membantu para korban.
Peran seorang ibu sangat besar dalam menanamkan dan mengajarkan arti Bhineka Tunggal Ika kepada kita semua. Sejak kecil, kita sudah diajarkan untuk saling menghargai dan menghormati, walaupun berbeda agama dan suku.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ir H Tifatul Sembiring kembali menyapa konstituennya melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Ghaudiyah, Jalan Zainul Arifin, Kampung Madras, Medan, Jumat (31/10/2025),
Keadilan sosial yang termaktub dalam sila kelima Pancasila jangan hanya teori, namun harus benar-benar dapat diterapkan dengan baik oleh pemerintah karena sangat didamba-dambakan masyarakat Indonesia.
Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKS Ir H Tifatul Sembiring kembali menggelar 4 Pilar MPR RI bersama konstituennya di Hotel Antares, Medan, Minggu (31/8/2025). Sosialisasi kali ini dihadiri para alim ulama dan tokoh masyarakat se-Kota Medan
Anggota DPR/MPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, ada peran besar ulama dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia. Disebutnya, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, Muhammad Natsir sampai Pangeran Diponegoro adalah ulama yang memiliki andil besar dalam proses merebut kemerdekaan.
Masalah intoleransi bukan lagi menjadi sesuatu yang besar di negeri ini. Pasalnya, Bangsa Indonesia sudah khatam (sangat memahami) soal toleransi. Sebab, Indonesia adalah negara yang majemuk dan terbiasa saling hormat-menghormati dan saling menghargai.