
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pelebaran jembatan Megawati Km 17 Kota Binjai tak kunjung rampung. Alhasil, proyek senilai Rp9 miliar tersebut dinilai menjadi biang kemacetan arus lalu lintas Medan-Binjai, atau sebaliknya.
“Saya selalu mendapat keluhan dari masyarakat terkait kemacetan yang sangat parah di Jembatan Megawati ini. Maka dari itu saya melihat pengerjaannya,” ujar Anggota DPRD Binjai, Joko Basuki saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (9/10).
Kedatangan politisi partai Gerindra inipun disambut Donald selaku pengawas proyek jembatan dari PT Bangun Mitra Abadi. “Saya meminta kepada pihak rekanan agar menyiapkan petugas mengatur lalulintas, sehingga dapat meminimalisir kemacetan,”kata Joko.
Menurut Donald, keterlambatan penyelesaian jembatan Megawati tersebut dikarenakan terkendala cuaca.
“Hujan terus, pengerasan menjadi terkendala. Kalau aspalnya belakangan pak. Kita sampai pengerasan saja,”kata Joko menirukan jawaban Donald.
Ditanya lebih jauh, Donald ogah menjabarkan. “Kalau untuk media langsung ke kepala proyek. Karena saya hanya pengawas. Kapan pekerjaan ini harus tuntas sesuai kontrak kepala proyek yang tahu,” ucap dia.
Disinggung pengerjaan akan berlanjut di sisi kanan (jika melintas dari Binjai), Donald mengakui hal tersebut. “Iya, ini masih satu sisi. Satu sisi lagi akan dilanjutkan. Tapi tidak mungkin tahun ini, takutnya tidak terkejar. Kemungkinan tahun depan,” beber dia.
Soal petugas pengatur lalu lintas, diakui Donald, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Binjai dan Deliserdang. “Pagi dan sore ada petugas. Kalau siang hanya padat merayap,”terangnya.
Sementara itu, pantauan Sumut Pos di lokasi, pengerjaan proyek pelebaran jembatan Megawati tersebut sejak 14 Maret 2019.
Berdasarkan plang proyek, jangka waktu pelaksanaan pembangunan selama 292 hari kalender. Pengerjaannya dilaksanakan PT Citra Mulia Perkasa Abadi, dengan konsultan proyek oleh PT Triduta Mitra Parama. (ted/han)

