31 C
Medan
Thursday, March 5, 2026

Ruang Isolasi Hampir Penuh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di Sumut, berdampak pada ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut. Data yang diperoleh Sumut Pos dari Sagtas Penanganan Covid-19 Sumut, per 7 Januari 2020, ruang isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 khususnya di Kota Medan, sudah hampir penuh.

UNTUK RS swasta rujukan seperti Bunda Thamrin, Murni Teguh, Royal Prima, dan Columbia Asia, dari data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, terlihat sudah banyak menampung pasien positif Corona. Di RS Bunda Thamrin misalnya, dari ketersediaan ruangan baik ICU dan isolasi khusus, nyaris penuh menampung pasien Covid-19. Adapun di ICU dari tersedia tujuh kamar, malah sudah terpakai untuk 10 kamar pasien Corona (143 persen). Sedangkan di ruangan isolasi dari yang tersedia 200 kamar, sudah terisi 138 kamar atau 69 persen.

RS Columbia Asia yang cuma tersedia ruangan isolasi, dari total 48 kamar tinggal menyisakan satu kamar yang kosong atau sudah mencapai 98 persen. Begitu pula di RS Murni Teguh Memorial Hospital, tinggal tersedia satu kamar pada ruang ICU dari total 12 kamar, dan telah terisi 64 kamar di ruang isolasi dari total 80 kamar yang ada. RS Royal Prima pun demikian. Dari total 86 kamar di ruang isolasi, tinggal tersisa enam kamar kosong. Sedangkan di ruang ICU, saat ini masih belum terpakai dari total empat kamar yang tersedia.

RS rujukan milik TNI dan Polri di Kota Medan juga masih padat dihuni pasien Covid-19. Sebut saja seperti RS Putri Hijau, di mana dari 28 total kamar di ruangan isolasi, telah terisi untuk 29 pasien covid. Namun pada ruangan ICU, masih tersedia dua kamar sesuai jumlah yang tersedia. Pun di RS Bhayangkara Medan, dari total 23 kamar tersedia sudah terisi 12 kamar atau 52 persen. Sedangkan ruang ICU yang cuma tersedia satu ruangan, menurut data satgas belum terpakai alias masih kosong.

RSUP H Adam Malik Medan, antara ketersediaan dan ruangan terpakai untuk perawatan pasien Covid-19, tampak masih signifikan. Dari kapasitas ruang ICU yang tersedia 26 kamar, telah terpakai 13 kamar (50 persen). Sedangkan ruang isolasi dari yang tersedia 75 kamar, telah terisi 29 kamar atau 39 persen.

RS Umum Martha Friska Multatuli Kota Medan, hampir sama kondisinya. Bahwa dari 12 kamar tersedia di ruang ICU, sudah terpakai lima kamar untuk pasien covid (42 persen). Sedangkan di ruang isolasi dari total 108 kamar tersedia, telah terpakai 40 kamar atau 37 persen.

RS Haji Medan milik Pemprov Sumut juga kurang lebih sama situasinya. Yakni dari ketersediaan empat kamar ruang ICU untuk pasien covid, baru terpakai satu kamar (25 persen). Sedangkan di ruang isolasi dari 16 kamar yang tersedia, telah terpakai sembilan kamar atau 56 persen.

Selanjutnya RSUD Dr Pirngadi milik Pemko Medan, masih tersedia cukup kamar pada ruang isolasi. Yakni dari total 67 kamar, baru terpakai 24 kamar buat pasien covid atau 36 persen. Ruangan isolasi pada RS GL Tobing milik PTPN II juga demikian. Masih tersedia antara ruangan ICU dan isolasi khusus. Yakni di ICU dari kamar yang tersedia dua unit, belum terpakai atau masih kosong. Lalu pada ruang isolasi, dari total 61 kamar baru terisi untuk 11 kamar atau 18 persen.

Tak bisa dipungkiri, kondisi ini terjadi seiring peningkatan kasus Covid-19 di Sumut yang kembali melonjak dalam tiga pekan terakhir. Hal ini pula dinilai merupakan dampak dari berkurangnya kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) saat akhir tahun lalu hingga awal 2021.

Bahkan rata-rata jumlah penambahan konfirmasi positif Covid-19 pada 14 hari terakhir sebesar 85,3 kasus per hari. Walau sempat menurun di pertengahan Januari, penambahan kasus positif terus meningkat 88 kasus pada 24 Januari 2021. Karena itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta kabupaten/kota kembali perkuat prokes dan fasilitas kesehatan.

Maret, Vaksinasi Tahap II Dimulai

Terkait program vaksinasi Covid-19, Pemprovsu merencanakan vaksinasi tahap II mulai dilakukan pada Maret 2021. Karenanya, proses vaksinasi tahap I yakni bagi tenaga kesehatan ditargetkan dapat selesai pada pertengahan Februari ini.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, sebanyak 11.064 tenaga kesehatan (nakes) di Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) dan Simalungun telah disuntik vaksin Covid-19. Vaksinasi tersebut merupakan dosis 1 yang dimulai sejak 20 Januari lalu.

Aris menyebutkan, dari jumlah 11.064 nakes yang telah divaksin tersebut paling banyak nakes Kota Medan yaitu 7.994 orang. Kemudian, Deli Serdang 2.035 orang, Binjai 794 orang, dan Simalungun 377 orang. “Untuk vaksinasi dosis satu ini sudah empat Kabupaten/Kota yang melakukan vaksinasi. Totalnya, ada 11.064 orang tenaga kesehatan,” ungkap Aris, Senin (1/2).

Dikatakannya, secara persentase angka vaksinasi Covid-19 di Sumut sudah 15,4 persen dari sasaran 72.758 nakes. Sedangkan di Medan 43,2 persen dari 18.735 nakes, Deli Serdang 30 persen lebih dari 5.660 nakes, Binjai 30 persen lebih dari 2.634 nakes, dan 16,1 persen dari 2.346 nakes.

“Selain dosis 1, vaksin dosis 2 juga sudah disuntikkan kepada nakes tetapi baru sebagian. Saat ini, jumlahnya sudah 491 nakes (0,7 persen) dengan rinciannya Medan 23 nakes, Binjai 117 nakes, dan Deliserdang 360 nakes. Sedangkan dosis 2 nakes di Simalungun belum dilakukan,” sebut Aris.

Disinggung untuk pelaksanaan vaksinasi tahap 1 di kabupaten/kota lain, Aris mengakui sudah ada sekitar 14 daerah yang telah menerima dan mengambil dosis vaksin. Ia berharap, pada minggu kedua Februari ini, penyuntikan vaksin Covid-19 tahap satu sudah dapat selesai dilaksanakan. “Target kita pada bulan Maret nanti vaksinasi tahap 2 sudah bisa mulai dilaksanakan,” katanya.

Dijelaskan dia, vaksinasi tahap dua akan diberikan kepada ASN, TNI/Polri, serta kelompok yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Bahkan, wartawan juga direncanakan akan menerima vaksin dalam vaksinasi tahap dua nantinya. “Syarat untuk mendapatkan vaksin tentunya melakukan pendaftaran melalui sistem KPC PEN,” terangnya.

Sementara, sambung Aris, terkait penambahan kasus baru Covid-19 di Sumut, hingga Senin sore bertambah 97 orang terkonfirmasi positif. Sedangkan angka kesembuhan bertambah 92 orang dan angka kematian 2 orang. “Akumulasi positif jumlahnya 20.962 orang, sembuh 18.176 orang, dan 745 orang meninggal dunia,” tandasnya.

Mantan Pjs Wali Kota Medan Positif Covid

Mantan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho positif terpapar Covid-19. Guna memutus mata rantai penularan virus Corona, jajaran pejabat Pemprov Sumut diwajibkan menjalani swab/PCR di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Senin (1/2).

Sekdaprovsu R Sabrina mengamini, usai Arief Trinugroho yang merupakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprovsu positif terpapar Covid-19, jajaran pejabat di lingkup Pemprovsu melakukan tes swab PCR. Terkhusus pejabat yang belakangan ini ada kontak erat terhadap Arief.

“Nggak pun kena, ini adalah swab berkala. Ya, Pak Arief, satu orang,” katanya menjawab wartawan usai menjalani PCR.

Menurut dia, swab juga dilakukan lantaran pada Jumat (29/1), Gubsu Edy bersama dirinya dan sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sumut, ada menggelar rapat di Aula Tengku Rizal Nurdin atau Pendopo Rumah Dinas Gubsu. Dalam rapat tersebut, diakuinya Arief Sudarto turut hadir. “Tapi kan kita belum tahu, kemarin kan rapat ya. Jadi sekalian kita berkala melakukan swab orang-orang ini. Supaya memutus,” katanya.

Sabrina mengaku telah menjalani tes swab di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. Katanya, tindakan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi awal untuk mengetahui dirinya terpapar atau tidak. “Mana tau aku kena. Mudah-mudahan tidak,” ucapnya.

Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan pun membenarkan, Arief Trinugroho positif Covid-19. Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan tes swab terhadap sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sumut. “Hanya Pak Arief. Swab masih berjalan. Bentar ya,” ujarnya.

Selain Arief, sejumlah pejabat eselon II Pemprovsu juga pernah terpapar virus Corona. Yakni Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Basarin Yunus Tanjung, dan Kadis Tenaga Kerja yang juga Kadis Dinas Pemuda dan Olahraga, Baharuddin Siagian. Namun kini keduanya sudah dinyatakan negatif Corona. (ris/prn)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di Sumut, berdampak pada ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut. Data yang diperoleh Sumut Pos dari Sagtas Penanganan Covid-19 Sumut, per 7 Januari 2020, ruang isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 khususnya di Kota Medan, sudah hampir penuh.

UNTUK RS swasta rujukan seperti Bunda Thamrin, Murni Teguh, Royal Prima, dan Columbia Asia, dari data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, terlihat sudah banyak menampung pasien positif Corona. Di RS Bunda Thamrin misalnya, dari ketersediaan ruangan baik ICU dan isolasi khusus, nyaris penuh menampung pasien Covid-19. Adapun di ICU dari tersedia tujuh kamar, malah sudah terpakai untuk 10 kamar pasien Corona (143 persen). Sedangkan di ruangan isolasi dari yang tersedia 200 kamar, sudah terisi 138 kamar atau 69 persen.

RS Columbia Asia yang cuma tersedia ruangan isolasi, dari total 48 kamar tinggal menyisakan satu kamar yang kosong atau sudah mencapai 98 persen. Begitu pula di RS Murni Teguh Memorial Hospital, tinggal tersedia satu kamar pada ruang ICU dari total 12 kamar, dan telah terisi 64 kamar di ruang isolasi dari total 80 kamar yang ada. RS Royal Prima pun demikian. Dari total 86 kamar di ruang isolasi, tinggal tersisa enam kamar kosong. Sedangkan di ruang ICU, saat ini masih belum terpakai dari total empat kamar yang tersedia.

RS rujukan milik TNI dan Polri di Kota Medan juga masih padat dihuni pasien Covid-19. Sebut saja seperti RS Putri Hijau, di mana dari 28 total kamar di ruangan isolasi, telah terisi untuk 29 pasien covid. Namun pada ruangan ICU, masih tersedia dua kamar sesuai jumlah yang tersedia. Pun di RS Bhayangkara Medan, dari total 23 kamar tersedia sudah terisi 12 kamar atau 52 persen. Sedangkan ruang ICU yang cuma tersedia satu ruangan, menurut data satgas belum terpakai alias masih kosong.

RSUP H Adam Malik Medan, antara ketersediaan dan ruangan terpakai untuk perawatan pasien Covid-19, tampak masih signifikan. Dari kapasitas ruang ICU yang tersedia 26 kamar, telah terpakai 13 kamar (50 persen). Sedangkan ruang isolasi dari yang tersedia 75 kamar, telah terisi 29 kamar atau 39 persen.

RS Umum Martha Friska Multatuli Kota Medan, hampir sama kondisinya. Bahwa dari 12 kamar tersedia di ruang ICU, sudah terpakai lima kamar untuk pasien covid (42 persen). Sedangkan di ruang isolasi dari total 108 kamar tersedia, telah terpakai 40 kamar atau 37 persen.

RS Haji Medan milik Pemprov Sumut juga kurang lebih sama situasinya. Yakni dari ketersediaan empat kamar ruang ICU untuk pasien covid, baru terpakai satu kamar (25 persen). Sedangkan di ruang isolasi dari 16 kamar yang tersedia, telah terpakai sembilan kamar atau 56 persen.

Selanjutnya RSUD Dr Pirngadi milik Pemko Medan, masih tersedia cukup kamar pada ruang isolasi. Yakni dari total 67 kamar, baru terpakai 24 kamar buat pasien covid atau 36 persen. Ruangan isolasi pada RS GL Tobing milik PTPN II juga demikian. Masih tersedia antara ruangan ICU dan isolasi khusus. Yakni di ICU dari kamar yang tersedia dua unit, belum terpakai atau masih kosong. Lalu pada ruang isolasi, dari total 61 kamar baru terisi untuk 11 kamar atau 18 persen.

Tak bisa dipungkiri, kondisi ini terjadi seiring peningkatan kasus Covid-19 di Sumut yang kembali melonjak dalam tiga pekan terakhir. Hal ini pula dinilai merupakan dampak dari berkurangnya kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) saat akhir tahun lalu hingga awal 2021.

Bahkan rata-rata jumlah penambahan konfirmasi positif Covid-19 pada 14 hari terakhir sebesar 85,3 kasus per hari. Walau sempat menurun di pertengahan Januari, penambahan kasus positif terus meningkat 88 kasus pada 24 Januari 2021. Karena itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta kabupaten/kota kembali perkuat prokes dan fasilitas kesehatan.

Maret, Vaksinasi Tahap II Dimulai

Terkait program vaksinasi Covid-19, Pemprovsu merencanakan vaksinasi tahap II mulai dilakukan pada Maret 2021. Karenanya, proses vaksinasi tahap I yakni bagi tenaga kesehatan ditargetkan dapat selesai pada pertengahan Februari ini.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, sebanyak 11.064 tenaga kesehatan (nakes) di Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) dan Simalungun telah disuntik vaksin Covid-19. Vaksinasi tersebut merupakan dosis 1 yang dimulai sejak 20 Januari lalu.

Aris menyebutkan, dari jumlah 11.064 nakes yang telah divaksin tersebut paling banyak nakes Kota Medan yaitu 7.994 orang. Kemudian, Deli Serdang 2.035 orang, Binjai 794 orang, dan Simalungun 377 orang. “Untuk vaksinasi dosis satu ini sudah empat Kabupaten/Kota yang melakukan vaksinasi. Totalnya, ada 11.064 orang tenaga kesehatan,” ungkap Aris, Senin (1/2).

Dikatakannya, secara persentase angka vaksinasi Covid-19 di Sumut sudah 15,4 persen dari sasaran 72.758 nakes. Sedangkan di Medan 43,2 persen dari 18.735 nakes, Deli Serdang 30 persen lebih dari 5.660 nakes, Binjai 30 persen lebih dari 2.634 nakes, dan 16,1 persen dari 2.346 nakes.

“Selain dosis 1, vaksin dosis 2 juga sudah disuntikkan kepada nakes tetapi baru sebagian. Saat ini, jumlahnya sudah 491 nakes (0,7 persen) dengan rinciannya Medan 23 nakes, Binjai 117 nakes, dan Deliserdang 360 nakes. Sedangkan dosis 2 nakes di Simalungun belum dilakukan,” sebut Aris.

Disinggung untuk pelaksanaan vaksinasi tahap 1 di kabupaten/kota lain, Aris mengakui sudah ada sekitar 14 daerah yang telah menerima dan mengambil dosis vaksin. Ia berharap, pada minggu kedua Februari ini, penyuntikan vaksin Covid-19 tahap satu sudah dapat selesai dilaksanakan. “Target kita pada bulan Maret nanti vaksinasi tahap 2 sudah bisa mulai dilaksanakan,” katanya.

Dijelaskan dia, vaksinasi tahap dua akan diberikan kepada ASN, TNI/Polri, serta kelompok yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Bahkan, wartawan juga direncanakan akan menerima vaksin dalam vaksinasi tahap dua nantinya. “Syarat untuk mendapatkan vaksin tentunya melakukan pendaftaran melalui sistem KPC PEN,” terangnya.

Sementara, sambung Aris, terkait penambahan kasus baru Covid-19 di Sumut, hingga Senin sore bertambah 97 orang terkonfirmasi positif. Sedangkan angka kesembuhan bertambah 92 orang dan angka kematian 2 orang. “Akumulasi positif jumlahnya 20.962 orang, sembuh 18.176 orang, dan 745 orang meninggal dunia,” tandasnya.

Mantan Pjs Wali Kota Medan Positif Covid

Mantan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho positif terpapar Covid-19. Guna memutus mata rantai penularan virus Corona, jajaran pejabat Pemprov Sumut diwajibkan menjalani swab/PCR di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Senin (1/2).

Sekdaprovsu R Sabrina mengamini, usai Arief Trinugroho yang merupakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprovsu positif terpapar Covid-19, jajaran pejabat di lingkup Pemprovsu melakukan tes swab PCR. Terkhusus pejabat yang belakangan ini ada kontak erat terhadap Arief.

“Nggak pun kena, ini adalah swab berkala. Ya, Pak Arief, satu orang,” katanya menjawab wartawan usai menjalani PCR.

Menurut dia, swab juga dilakukan lantaran pada Jumat (29/1), Gubsu Edy bersama dirinya dan sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sumut, ada menggelar rapat di Aula Tengku Rizal Nurdin atau Pendopo Rumah Dinas Gubsu. Dalam rapat tersebut, diakuinya Arief Sudarto turut hadir. “Tapi kan kita belum tahu, kemarin kan rapat ya. Jadi sekalian kita berkala melakukan swab orang-orang ini. Supaya memutus,” katanya.

Sabrina mengaku telah menjalani tes swab di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. Katanya, tindakan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi awal untuk mengetahui dirinya terpapar atau tidak. “Mana tau aku kena. Mudah-mudahan tidak,” ucapnya.

Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan pun membenarkan, Arief Trinugroho positif Covid-19. Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan tes swab terhadap sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sumut. “Hanya Pak Arief. Swab masih berjalan. Bentar ya,” ujarnya.

Selain Arief, sejumlah pejabat eselon II Pemprovsu juga pernah terpapar virus Corona. Yakni Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Basarin Yunus Tanjung, dan Kadis Tenaga Kerja yang juga Kadis Dinas Pemuda dan Olahraga, Baharuddin Siagian. Namun kini keduanya sudah dinyatakan negatif Corona. (ris/prn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru