23 C
Medan
Thursday, February 27, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

PTPN IV PalmCo Bantu Pengentasan Stunting 1.344 Anak Indonesia

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo kembali melanjutkan Program Pengentasan Stunting secara serentak di tujuh regional. Sebanyak 1.344 anak mendapatkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan yang didistribusikan di enam Provinsi di Indonesia, Rabu (26/2/2025).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, hadir dalam acara yang dilaksanakan di PTPN IV Regional II Distrik Rayon Utara Kebun Sawit Seberang, mengatakan, total anak yang menerima bantuan dari Program Pengentasan Stunting bertambah dari tahun lalu.

“Setelah tahun lalu menjadi Bapak Asuh bagi lebih dari 1.100 Anak Stunting, maka di hari ini Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT Pemulihan) kita luncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi dimana PalmCo beroperasi, dengan total 1.344 anak penerima,” ungkap Jatmiko.

Di Langkat sendiri, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat, Kodam I/Bukit Barisan, serta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, peluncuran program dihadiri lebih dari 500 ibu dan anak. Untuk itu dirinya mengapresiasi dukungan para pihak yang menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Dikatakan Jatmiko, Program Pengentasan Stunting merupakan agenda rutin PTPN IV PalmCo yang digelar setiap tahun dan ini menjadi perhatian tersendiri bagi Perusahaan.“Setiap industri memerlukan sumber daya manusia yang unggul supaya dapat bersaing di level nasional dan global. Maka sangat penting bagi dunia usaha untuk turut terlibat dalam upaya pengentasan stunting. PalmCo selaku BUMN sangat serius dalam hal ini,” kata Jatmiko.

Disampaikannya, dengan sumber daya yang ada di perusahaan, maka PalmCo saat ini mampu menekan stunting yang terjadi di lingkungannya. “Alhamdulillah PalmCo zero stunting. Dari 21.775 anak yang ada di lingkungan Perusahaan, 0,6 persen atau 132 anak saja yang perlu intervensi stunting. Dan kita ingin keberhasilan ini dapat diperluas.

Untuk itu. kemitraan strategis dengan berbagai pihak menjadi sangat dibutuhkan dalam mengakselerasi pencegahan dan penanggulangan stunting, untuk mewujudkan astacita dan Indonesia Emas 2045,” bebernya lagi.

Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto menyambut baik kerja sama ini dan pihaknya siap mendistribusikan PMT Pemulihan PalmCo selama tiga bulan ke depan. “Kami dari Kodam I/Bukit Barisan sangat mendukung kegiatan ini. Karena tidak ada bangsa yang kuat tanpa anak-anak yang sehat dan cerdas,” kata Rio.

Sebab, lanjutnya, menekan prevalensi stunting adalah kewajiban bersama. “Kami siap menjalankan segala upaya mewujudkan penurunan prevalensi 1,85% pertahun,” katanya lagi.

Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain permasalahan ekonomi, faktor pendidikan juga mengambil porsi besar dalam permasalahan ini.

Untuk itu, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang terlibat di dalam projek ini mengungkapkan komitmennya membantu PalmCo memberikan pendampingan dan edukasi.

“Sebagai akademisi tentunya memiliki fungsi pengabdian kepada masyarakat, UINSU komit menyukseskan Program Pengentasan Stunting melalui eduksi yang ada,” ucap Wakil Rektor III UINSU Prof Katimin.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Langkat Sukhyar Muliamin menjelaskan, prevalensi stunting di kabupaten Langkat mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2021, prevalensinya tercatat mencapai 31,5%. Angkanya kemudian turun menjadi 18,6% pada 2022 dan 16,9% pada 2023.

Menurut Sukhyar, penurunan stunting di Kabupaten Langkat tak lepas dari bantuan dan dukungan yang diberikan sejumlah pihak. Termasuk PTPN IV PalmCo. “Untuk itu mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV PalmCo yang sudah menunjukkan perhatian serius dalam penanganan stunting di Kabupaten Langkat. Semoga target prevalensi stunting 14% pada 2024 bisa tercapai,” ujarnya.

Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT Pemulihan) yang diluncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi dimana PalmCo beroperasi tersebut digelar. Di antaranya oleh Regional I yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Regional III di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Regional IV di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Regional V di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Regional VI di Kabupaten Bireuen Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, dan Regional VII di Lampung Tengah.

Menurut Region Head PTPN IV Regional II Darma Lessan, pengentasan stunting merupakan bagian dari prioritas program TJSL Kementerian BUMN dan satu di antara program unggulan PTPN IV. PMT Pemulihan dijalankan sesuai dengan anjuran gizi dari Kementerian Kesehatan yang mengandung energi, protein dan lemak seperti telur, susu formula, biskuit bayi dan kacang hijau.

Untuk di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara terdapat 500 orang anak yang memperoleh bantuan Program Pengentasan Stunting dari PTPN IV Regional II. Bantuan diberikan selama tiga tahap dalam rentang waktu berturut-turut, yakni Februari, Maret dan April. Tujuannya untuk mengukur tingkat keberhasilan peningkatan gizi anak.

“Saya ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kegiatan ini berjalan sukses. Mari kita tekan prevalensi stunting dan semoga anak-anak kita semua dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang cerah,” ujar Darma Lessan. (ila)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo kembali melanjutkan Program Pengentasan Stunting secara serentak di tujuh regional. Sebanyak 1.344 anak mendapatkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan yang didistribusikan di enam Provinsi di Indonesia, Rabu (26/2/2025).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, hadir dalam acara yang dilaksanakan di PTPN IV Regional II Distrik Rayon Utara Kebun Sawit Seberang, mengatakan, total anak yang menerima bantuan dari Program Pengentasan Stunting bertambah dari tahun lalu.

“Setelah tahun lalu menjadi Bapak Asuh bagi lebih dari 1.100 Anak Stunting, maka di hari ini Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT Pemulihan) kita luncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi dimana PalmCo beroperasi, dengan total 1.344 anak penerima,” ungkap Jatmiko.

Di Langkat sendiri, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat, Kodam I/Bukit Barisan, serta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, peluncuran program dihadiri lebih dari 500 ibu dan anak. Untuk itu dirinya mengapresiasi dukungan para pihak yang menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Dikatakan Jatmiko, Program Pengentasan Stunting merupakan agenda rutin PTPN IV PalmCo yang digelar setiap tahun dan ini menjadi perhatian tersendiri bagi Perusahaan.“Setiap industri memerlukan sumber daya manusia yang unggul supaya dapat bersaing di level nasional dan global. Maka sangat penting bagi dunia usaha untuk turut terlibat dalam upaya pengentasan stunting. PalmCo selaku BUMN sangat serius dalam hal ini,” kata Jatmiko.

Disampaikannya, dengan sumber daya yang ada di perusahaan, maka PalmCo saat ini mampu menekan stunting yang terjadi di lingkungannya. “Alhamdulillah PalmCo zero stunting. Dari 21.775 anak yang ada di lingkungan Perusahaan, 0,6 persen atau 132 anak saja yang perlu intervensi stunting. Dan kita ingin keberhasilan ini dapat diperluas.

Untuk itu. kemitraan strategis dengan berbagai pihak menjadi sangat dibutuhkan dalam mengakselerasi pencegahan dan penanggulangan stunting, untuk mewujudkan astacita dan Indonesia Emas 2045,” bebernya lagi.

Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto menyambut baik kerja sama ini dan pihaknya siap mendistribusikan PMT Pemulihan PalmCo selama tiga bulan ke depan. “Kami dari Kodam I/Bukit Barisan sangat mendukung kegiatan ini. Karena tidak ada bangsa yang kuat tanpa anak-anak yang sehat dan cerdas,” kata Rio.

Sebab, lanjutnya, menekan prevalensi stunting adalah kewajiban bersama. “Kami siap menjalankan segala upaya mewujudkan penurunan prevalensi 1,85% pertahun,” katanya lagi.

Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain permasalahan ekonomi, faktor pendidikan juga mengambil porsi besar dalam permasalahan ini.

Untuk itu, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang terlibat di dalam projek ini mengungkapkan komitmennya membantu PalmCo memberikan pendampingan dan edukasi.

“Sebagai akademisi tentunya memiliki fungsi pengabdian kepada masyarakat, UINSU komit menyukseskan Program Pengentasan Stunting melalui eduksi yang ada,” ucap Wakil Rektor III UINSU Prof Katimin.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Langkat Sukhyar Muliamin menjelaskan, prevalensi stunting di kabupaten Langkat mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2021, prevalensinya tercatat mencapai 31,5%. Angkanya kemudian turun menjadi 18,6% pada 2022 dan 16,9% pada 2023.

Menurut Sukhyar, penurunan stunting di Kabupaten Langkat tak lepas dari bantuan dan dukungan yang diberikan sejumlah pihak. Termasuk PTPN IV PalmCo. “Untuk itu mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV PalmCo yang sudah menunjukkan perhatian serius dalam penanganan stunting di Kabupaten Langkat. Semoga target prevalensi stunting 14% pada 2024 bisa tercapai,” ujarnya.

Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT Pemulihan) yang diluncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi dimana PalmCo beroperasi tersebut digelar. Di antaranya oleh Regional I yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Regional III di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Regional IV di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Regional V di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Regional VI di Kabupaten Bireuen Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, dan Regional VII di Lampung Tengah.

Menurut Region Head PTPN IV Regional II Darma Lessan, pengentasan stunting merupakan bagian dari prioritas program TJSL Kementerian BUMN dan satu di antara program unggulan PTPN IV. PMT Pemulihan dijalankan sesuai dengan anjuran gizi dari Kementerian Kesehatan yang mengandung energi, protein dan lemak seperti telur, susu formula, biskuit bayi dan kacang hijau.

Untuk di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara terdapat 500 orang anak yang memperoleh bantuan Program Pengentasan Stunting dari PTPN IV Regional II. Bantuan diberikan selama tiga tahap dalam rentang waktu berturut-turut, yakni Februari, Maret dan April. Tujuannya untuk mengukur tingkat keberhasilan peningkatan gizi anak.

“Saya ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kegiatan ini berjalan sukses. Mari kita tekan prevalensi stunting dan semoga anak-anak kita semua dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang cerah,” ujar Darma Lessan. (ila)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

spot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru