30 C
Medan
Sunday, January 25, 2026

AQL Laznas Peduli Gandeng FUIB, dan JATTI Gelar Trauma Healing Hingga Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir

ACEH TAMIANG, SumutPos.co— Memasuki fase pemulihan pasca banjir bandang, tim gabungan relawan lintas organisasi melaksanakan aksi kemanusiaan bertempat di Masjid Al Ikhsan, Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Sabtu (24/1/2026). Mengusung program “Pulihkan Aceh dari Masjid”, kolaborasi ini menyasar pemulihan kesehatan fisik, mental, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pemilihan program “Pulihkan Aceh dari Masjid” diinisiasi Ustadz Bachtiar Nasir, selaku Pembina AQL Grup sekaligus Ketua Nasional Jaringan Alumni Timur Tengah. Program Pulihkan Aceh dari Masjid ini bukanlah tanpa alasan. Masjid dinilai sebagai pusat spiritualitas dan titik kumpul sosial, khususnya bagi masyarakat Aceh.

Dengan memulai pemulihan dari rumah ibadah, diharapkan semangat bangkitnya masyarakat dapat tertular secara luas ke seluruh pelosok kampung di Aceh Tamiang. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Divisi Laznas dan Divisi AQL Peduli, Forum Umat Islam Bekasi (FUIB), dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).

“Menyadari bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menyisakan beban emosional, kolaborasi ini membagi fokus pelayanan menjadi dua pilar utama,” kata Koordinator AQL Sumut-Aceh, Affan Lubis.

Dia menyebutkan, pertama Trauma Healing (AQL Laznas Peduli), Tim relawan AQL Laznas Peduli memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak dan orang dewasa di Kampung Kota Lintang. Melalui pendekatan spiritual dan edukasi ceria, program ini bertujuan mengembalikan keceriaan warga serta meminimalisir dampak stres pasca-bencana.

Selanjutnya, pada program kedua, Pelayanan Kesehatan Gratis, guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir. Tim medis dari FUIB dan JATI menggelar pengobatan gratis. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemberian obat-obatan secara gratis.

Lebih lanjut, Affan menambahkan, relawan menyertakan program Mushafku (Indonesia Menulis Al Qur’an) yang bertujuan sebagai bekal kegiatan anak-anak pada bulan suci ramadhan di akhir Februari 2026 mendatang.

Di tempat yang sama, Koordinator Relawan AQL Laznas Peduli, Novita Mariana mengatakan, kegiatan pada Sabtu (24/1/2026) ini merupakan kerja sama AQL Islamic Center, AQL Laznas, AQL Peduli, FUIB dan JATTI. “Adapun kegiatan yang kami laksanakan seperti mengadakan pengobatan gratis, psikososial untuk anak-anak, serta berbagi logistik,” kata Novita.

“Kami juga membagikan ‘Mushafku’, salah satu program Indonesia Menulis Al-Qur’an. Ini menjadi bagian dari trauma healing untuk melatih motorik anak-anak, yang nantinya akan menjadi bekal kegiatan mereka di bulan Ramadhan.” Imbuhnya.

Novita menceritakan, kegiatan yang digelar ini mengundang antusiasme warga yang sangat tinggi. “Hari ini sekitar 30-40 anak mengikuti trauma healing, dan Alhamdulillah hingga pukul 11.00 WIB saja, ada sekitar 60 pasien telah mendapatkan pengobatan gratis. Kami juga menyalurkan perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah, mukena, serta bantuan pakaian layak pakai,” bebernya.

Di tempat yang sama, Perwakilan FUIB dan JATI, Adam Nurrachman mengatakan, untuk aksi hari ini pihaknya memboyong tenaga profesional dari berbagai institusi syariah di Bekasi, yang di antaranya; RS Syariah Ridhoka Salma (Cikarang Barat) Mengirimkan 2 dokter dan 2 perawat, Yayasan Ponpes Al-Imaroh Mengirimkan 1 dokter dan 2 guru, dan Yayasan Qobasat Annur mengirimkan 3 herbalis dan 2 guru.

dr. Andy Roni, salah satu dokter dari FUIB menjelaskan, mayoritas warga mulai mengeluhkan penyakit metabolik dan infeksi kulit. “Di titik keenam ini, kami menemukan banyak pasien mengeluhkan gatal-gatal, asam urat, hingga hipertensi. Hipertensi ini diduga dipicu oleh faktor psikologis pascabencana serta pola makan tinggi garam. Kami juga mewaspadai ISPA karena debu sisa banjir masih tebal, namun kesadaran warga memakai masker cukup tinggi,” ujar dr Andy Roni.

Selain pengobatan medis konvensional, FUIB juga menghadirkan layanan Thibbun Nabawiyah (pengobatan alternatif) seperti bekam dan akupuntur yang ditangani oleh tenaga herbalis pria dan wanita profesional. Kehadiran tim medis di tengah pemukiman menjadi tumpuan bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan umum. Syafaruddin (50), salah satu warga yang memeriksakan diri, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Semenjak pascabanjir ini saya mengeluh kolesterol tinggi, karena makanan yang tidak menentu, gula juga ada. Dengan adanya tim medis ini kami sangat terbantu, apalagi pengobatan gratis. Kami kesulitan ke Rumah Sakit karena kendala kendaraan dan jarak yang jauh. Alhamdulillah, terima kasih banyak,” ujar Syafaruddin.

Salah satu poin unik dalam aksi ini adalah program “Mushafku” dari Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Lahnaz Peduli. Selain nilai ibadah, menulis Al-Qur’an digunakan sebagai instrumen terapi motorik bagi anak-anak agar tetap produktif dan tenang di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara organisasi AQL Laznaz Peduli dari Jakarta, FUIB dan JATI dari Bekasi Jawa Barat, mampu memberikan dampak nyata dalam mempercepat pulihnya kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang dari pusat spiritualitas mereka, yakni masjid. (adz)

ACEH TAMIANG, SumutPos.co— Memasuki fase pemulihan pasca banjir bandang, tim gabungan relawan lintas organisasi melaksanakan aksi kemanusiaan bertempat di Masjid Al Ikhsan, Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Sabtu (24/1/2026). Mengusung program “Pulihkan Aceh dari Masjid”, kolaborasi ini menyasar pemulihan kesehatan fisik, mental, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pemilihan program “Pulihkan Aceh dari Masjid” diinisiasi Ustadz Bachtiar Nasir, selaku Pembina AQL Grup sekaligus Ketua Nasional Jaringan Alumni Timur Tengah. Program Pulihkan Aceh dari Masjid ini bukanlah tanpa alasan. Masjid dinilai sebagai pusat spiritualitas dan titik kumpul sosial, khususnya bagi masyarakat Aceh.

Dengan memulai pemulihan dari rumah ibadah, diharapkan semangat bangkitnya masyarakat dapat tertular secara luas ke seluruh pelosok kampung di Aceh Tamiang. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Divisi Laznas dan Divisi AQL Peduli, Forum Umat Islam Bekasi (FUIB), dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).

“Menyadari bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menyisakan beban emosional, kolaborasi ini membagi fokus pelayanan menjadi dua pilar utama,” kata Koordinator AQL Sumut-Aceh, Affan Lubis.

Dia menyebutkan, pertama Trauma Healing (AQL Laznas Peduli), Tim relawan AQL Laznas Peduli memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak dan orang dewasa di Kampung Kota Lintang. Melalui pendekatan spiritual dan edukasi ceria, program ini bertujuan mengembalikan keceriaan warga serta meminimalisir dampak stres pasca-bencana.

Selanjutnya, pada program kedua, Pelayanan Kesehatan Gratis, guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir. Tim medis dari FUIB dan JATI menggelar pengobatan gratis. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemberian obat-obatan secara gratis.

Lebih lanjut, Affan menambahkan, relawan menyertakan program Mushafku (Indonesia Menulis Al Qur’an) yang bertujuan sebagai bekal kegiatan anak-anak pada bulan suci ramadhan di akhir Februari 2026 mendatang.

Di tempat yang sama, Koordinator Relawan AQL Laznas Peduli, Novita Mariana mengatakan, kegiatan pada Sabtu (24/1/2026) ini merupakan kerja sama AQL Islamic Center, AQL Laznas, AQL Peduli, FUIB dan JATTI. “Adapun kegiatan yang kami laksanakan seperti mengadakan pengobatan gratis, psikososial untuk anak-anak, serta berbagi logistik,” kata Novita.

“Kami juga membagikan ‘Mushafku’, salah satu program Indonesia Menulis Al-Qur’an. Ini menjadi bagian dari trauma healing untuk melatih motorik anak-anak, yang nantinya akan menjadi bekal kegiatan mereka di bulan Ramadhan.” Imbuhnya.

Novita menceritakan, kegiatan yang digelar ini mengundang antusiasme warga yang sangat tinggi. “Hari ini sekitar 30-40 anak mengikuti trauma healing, dan Alhamdulillah hingga pukul 11.00 WIB saja, ada sekitar 60 pasien telah mendapatkan pengobatan gratis. Kami juga menyalurkan perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah, mukena, serta bantuan pakaian layak pakai,” bebernya.

Di tempat yang sama, Perwakilan FUIB dan JATI, Adam Nurrachman mengatakan, untuk aksi hari ini pihaknya memboyong tenaga profesional dari berbagai institusi syariah di Bekasi, yang di antaranya; RS Syariah Ridhoka Salma (Cikarang Barat) Mengirimkan 2 dokter dan 2 perawat, Yayasan Ponpes Al-Imaroh Mengirimkan 1 dokter dan 2 guru, dan Yayasan Qobasat Annur mengirimkan 3 herbalis dan 2 guru.

dr. Andy Roni, salah satu dokter dari FUIB menjelaskan, mayoritas warga mulai mengeluhkan penyakit metabolik dan infeksi kulit. “Di titik keenam ini, kami menemukan banyak pasien mengeluhkan gatal-gatal, asam urat, hingga hipertensi. Hipertensi ini diduga dipicu oleh faktor psikologis pascabencana serta pola makan tinggi garam. Kami juga mewaspadai ISPA karena debu sisa banjir masih tebal, namun kesadaran warga memakai masker cukup tinggi,” ujar dr Andy Roni.

Selain pengobatan medis konvensional, FUIB juga menghadirkan layanan Thibbun Nabawiyah (pengobatan alternatif) seperti bekam dan akupuntur yang ditangani oleh tenaga herbalis pria dan wanita profesional. Kehadiran tim medis di tengah pemukiman menjadi tumpuan bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan umum. Syafaruddin (50), salah satu warga yang memeriksakan diri, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Semenjak pascabanjir ini saya mengeluh kolesterol tinggi, karena makanan yang tidak menentu, gula juga ada. Dengan adanya tim medis ini kami sangat terbantu, apalagi pengobatan gratis. Kami kesulitan ke Rumah Sakit karena kendala kendaraan dan jarak yang jauh. Alhamdulillah, terima kasih banyak,” ujar Syafaruddin.

Salah satu poin unik dalam aksi ini adalah program “Mushafku” dari Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Lahnaz Peduli. Selain nilai ibadah, menulis Al-Qur’an digunakan sebagai instrumen terapi motorik bagi anak-anak agar tetap produktif dan tenang di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara organisasi AQL Laznaz Peduli dari Jakarta, FUIB dan JATI dari Bekasi Jawa Barat, mampu memberikan dampak nyata dalam mempercepat pulihnya kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang dari pusat spiritualitas mereka, yakni masjid. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru