31 C
Medan
Saturday, February 28, 2026

Jalan Seputaran Pasar Tavip Binjai Tak Masuk Prioritas, Perbaikan Jalan Dilakukan Bertahap

BINJAI- Harapan masyarakat untuk segera melihat perbaikan jalan seputaran Pasar Tavip Binjai harus kembali tertunda. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut tidak menjadi prioritas perbaikan pada tahun anggaran 2026.

Padahal, jalan yang sering dilalui warga dan kendaraan niaga ini sempat masuk dalam APBD Perubahan 2025. Paket proyek senilai Rp1,9 miliar bahkan sempat tayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Binjai. Namun, karena waktu yang sangat terbatas menjelang akhir tahun 2025, perbaikan jalan tak kunjung terealisasi.

Kepala Dinas PUTR Binjai Wahyu Umara, mengatakan pihaknya sudah menerima arahan langsung dari pimpinan untuk melakukan sejumlah langkah perbaikan kualitas infrastruktur. Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh ruas jalan rusak tidak bisa diperbaiki sekaligus.

“Kita tentu memahami harapan masyarakat agar seluruh jalan yang rusak dapat segera diperbaiki. Namun, dengan keterbatasan anggaran yang tersedia pada tahun 2026, perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas,” jelas Wahyu saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Dalam rencana kerja tahun ini, Dinas PUTR menetapkan delapan ruas jalan sebagai prioritas pemeliharaan. Beberapa di antaranya adalah Jalan Soekarno-Hatta hingga Tengku Amir Hamzah (sekitar kawasan Tugu), Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Imam Bonjol di Binjai Kota, Jalan Pandega, Jalan Candra Kirana, Jalan Aipda Radiman, Jalan Samanhudi, dan Jalan Ikan Tenggiri.

Menurut Wahyu, pelaksanaan pemeliharaan jalan akan dimulai awal Maret 2026. Saat ini, pihaknya tengah melakukan persiapan teknis sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan. Ia menambahkan, apabila rencana pencairan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) direalisasikan, Dinas PUTR akan kembali memprogramkan kegiatan tambahan untuk memperluas cakupan pembangunan dan perbaikan jalan.

Kendati jalan seputaran Pasar Tavip belum masuk prioritas tahun ini, Wahyu menegaskan bahwa pemerintah kota tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap. “Pemko Binjai berupaya menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak dan aman,” tuturnya.

Wahyu meminta masyarakat untuk bersabar, sembari memastikan pihaknya akan terus memantau kondisi jalan dan menyiapkan strategi perbaikan sesuai skala prioritas. Ia juga menyebutkan, penganggaran bertahap ini bukan berarti ruas jalan seputaran Pasar Tavip diabaikan, tetapi akan dimasukkan kembali dalam perencanaan APBD yang akan datang.

Masyarakat sekitar Pasar Tavip sebelumnya mengaku kecewa, karena kondisi jalan yang rusak membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Jalan yang berlubang dan bergelombang memicu kemacetan, bahkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan. Warga berharap pemerintah kota dapat mempercepat perbaikan jalan ini agar mobilitas warga dan pedagang kembali lancar.

Meski demikian, langkah bertahap yang ditempuh Dinas PUTR diharapkan tetap membawa dampak positif. Prioritas perbaikan jalan utama yang sudah ditetapkan diyakini akan meningkatkan kualitas transportasi kota, sekaligus memberi ruang bagi ruas jalan lain seperti seputaran Pasar Tavip untuk masuk dalam rencana anggaran perubahan mendatang.

Dengan skema bertahap tersebut, pemerintah kota berharap bisa menyeimbangkan antara keterbatasan fiskal daerah dan kebutuhan masyarakat, sehingga setiap perbaikan yang dilakukan memberikan hasil maksimal dan berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (ted/ila)

BINJAI- Harapan masyarakat untuk segera melihat perbaikan jalan seputaran Pasar Tavip Binjai harus kembali tertunda. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut tidak menjadi prioritas perbaikan pada tahun anggaran 2026.

Padahal, jalan yang sering dilalui warga dan kendaraan niaga ini sempat masuk dalam APBD Perubahan 2025. Paket proyek senilai Rp1,9 miliar bahkan sempat tayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Binjai. Namun, karena waktu yang sangat terbatas menjelang akhir tahun 2025, perbaikan jalan tak kunjung terealisasi.

Kepala Dinas PUTR Binjai Wahyu Umara, mengatakan pihaknya sudah menerima arahan langsung dari pimpinan untuk melakukan sejumlah langkah perbaikan kualitas infrastruktur. Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh ruas jalan rusak tidak bisa diperbaiki sekaligus.

“Kita tentu memahami harapan masyarakat agar seluruh jalan yang rusak dapat segera diperbaiki. Namun, dengan keterbatasan anggaran yang tersedia pada tahun 2026, perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas,” jelas Wahyu saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Dalam rencana kerja tahun ini, Dinas PUTR menetapkan delapan ruas jalan sebagai prioritas pemeliharaan. Beberapa di antaranya adalah Jalan Soekarno-Hatta hingga Tengku Amir Hamzah (sekitar kawasan Tugu), Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Imam Bonjol di Binjai Kota, Jalan Pandega, Jalan Candra Kirana, Jalan Aipda Radiman, Jalan Samanhudi, dan Jalan Ikan Tenggiri.

Menurut Wahyu, pelaksanaan pemeliharaan jalan akan dimulai awal Maret 2026. Saat ini, pihaknya tengah melakukan persiapan teknis sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan. Ia menambahkan, apabila rencana pencairan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) direalisasikan, Dinas PUTR akan kembali memprogramkan kegiatan tambahan untuk memperluas cakupan pembangunan dan perbaikan jalan.

Kendati jalan seputaran Pasar Tavip belum masuk prioritas tahun ini, Wahyu menegaskan bahwa pemerintah kota tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap. “Pemko Binjai berupaya menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak dan aman,” tuturnya.

Wahyu meminta masyarakat untuk bersabar, sembari memastikan pihaknya akan terus memantau kondisi jalan dan menyiapkan strategi perbaikan sesuai skala prioritas. Ia juga menyebutkan, penganggaran bertahap ini bukan berarti ruas jalan seputaran Pasar Tavip diabaikan, tetapi akan dimasukkan kembali dalam perencanaan APBD yang akan datang.

Masyarakat sekitar Pasar Tavip sebelumnya mengaku kecewa, karena kondisi jalan yang rusak membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Jalan yang berlubang dan bergelombang memicu kemacetan, bahkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan. Warga berharap pemerintah kota dapat mempercepat perbaikan jalan ini agar mobilitas warga dan pedagang kembali lancar.

Meski demikian, langkah bertahap yang ditempuh Dinas PUTR diharapkan tetap membawa dampak positif. Prioritas perbaikan jalan utama yang sudah ditetapkan diyakini akan meningkatkan kualitas transportasi kota, sekaligus memberi ruang bagi ruas jalan lain seperti seputaran Pasar Tavip untuk masuk dalam rencana anggaran perubahan mendatang.

Dengan skema bertahap tersebut, pemerintah kota berharap bisa menyeimbangkan antara keterbatasan fiskal daerah dan kebutuhan masyarakat, sehingga setiap perbaikan yang dilakukan memberikan hasil maksimal dan berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (ted/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru