BINJAI- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai menunjukkan semangatnya untuk membina wargabinaan mereka. Jajaran Lapas Binjai melakukan study tiru ke peternak telur puyu, belum lama ini.
Langkah ini sebagai bentuk upaya peningkatan keterampilan dan wawasan kerja bagi wargabinaan. Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi yang memimpin langsung study tiru bersama jajaran.
Dia juga aktif mendengar arahan dan motivasi dalam menyerap ilmu serta pengalaman dari lokasi pembelajaran dengan maksimal. Dalam kesempatan ini, jajaran Lapas Binjai melakukan pengamatan langsung terhadap proses budidaya puyuh.
Mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan, pengelolaan kesehatan ternak hingga proses panen telur puyuh yang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, Lapas Binjai juga diberi pemahaman terkait manajemen usaha peternakan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri di kemudian hari.
Kalapas menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian. Tujuannya, untuk membekali wargabinaan dengan keterampilan produktif.
“Harapannya melalui study tiru, wargabinaan dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dan mampu mengimplementasikan sebagai bekal, setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Mukaffi, Senin (4/5/2026).
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat pembelajaran serta komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Binjai. (ted/ila)
BINJAI- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai menunjukkan semangatnya untuk membina wargabinaan mereka. Jajaran Lapas Binjai melakukan study tiru ke peternak telur puyu, belum lama ini.
Langkah ini sebagai bentuk upaya peningkatan keterampilan dan wawasan kerja bagi wargabinaan. Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi yang memimpin langsung study tiru bersama jajaran.
Dia juga aktif mendengar arahan dan motivasi dalam menyerap ilmu serta pengalaman dari lokasi pembelajaran dengan maksimal. Dalam kesempatan ini, jajaran Lapas Binjai melakukan pengamatan langsung terhadap proses budidaya puyuh.
Mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan, pengelolaan kesehatan ternak hingga proses panen telur puyuh yang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, Lapas Binjai juga diberi pemahaman terkait manajemen usaha peternakan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri di kemudian hari.
Kalapas menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian. Tujuannya, untuk membekali wargabinaan dengan keterampilan produktif.
“Harapannya melalui study tiru, wargabinaan dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dan mampu mengimplementasikan sebagai bekal, setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Mukaffi, Senin (4/5/2026).
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat pembelajaran serta komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Binjai. (ted/ila)