TEBINGTINGGI – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui dinas kesehatan (dinkes) terus menggencarkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sekaligus memperkuat percepatan penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC).
Langkah yang dilakukan yakni meluncurkan inovasi bertajuk ‘Pintu Radiasi’ atau Pusat Investigasi dan Temukan Kasus TBC dengan Radiografi Aktif di Lokasi.
Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Kampanye Germas dan Pencegahan TBC yang berlangsung di Lapangan Kantor Camat Rambutan, Jalan Gunung Leuser, Selasa (19/5/2026).
Melalui inovasi itu, proses deteksi TBC yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga dua pekan, kini dapat dilakukan hanya dalam dua hari. Program ini memanfaatkan layanan screening X-Ray portable yang langsung menjangkau masyarakat.
Wali Kota Tebingtinggi, H Iman Irdian Saragih, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya inovasi tersebut. Menurutnya, upaya percepatan penanganan TBC harus dilakukan secara serius karena penyakit tersebut masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
“Pemerintah Kota Tebingtinggi berkomitmen memperkuat pencegahan dan pengendalian TBC melalui peningkatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, penemuan kasus secara aktif hingga pendampingan pengobatan secara tuntas,” ujar Iman.
Kegiatan yang diawali dengan senam aerobik bersama itu turut dihadiri Sekdako Erwin Suheri Damanik, Kadis Kesehatan dr Fitri Sari Saragih, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, kepala puskesmas, kader posyandu, tenaga kesehatan se-Kota Tebingtinggi, serta masyarakat Kecamatan Rambutan. Acara juga menghadirkan dr Rudy Irawan sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Iman juga memberikan apresiasi kepada kader posyandu dan kader Germas yang selama ini dinilai menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Ia mengaku telah meminta jajaran terkait untuk mengkaji kembali sistem pembayaran honor kader agar lebih mudah diterima.
Menurut Iman, persoalan TBC tidak hanya berdampak pada kesehatan penderita, tetapi juga mempengaruhi kualitas hidup keluarga hingga produktivitas masyarakat. Ia menyebut satu penderita TBC yang tidak menjalani pengobatan secara tuntas berpotensi menularkan penyakit kepada 10 sampai 15 orang di sekitarnya.
Karena itu, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga lingkungan tetap sehat serta tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr Fitri Sari Saragih, mengatakan TBC bukan sekadar persoalan medis, namun juga berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat seperti kepadatan hunian, sanitasi lingkungan hingga pola hidup bersih dan sehat.
“Inovasi ‘Pintu Radiasi’ hadir dengan tagline ‘Layanan X-Ray Datang, TB Kita Berantas’. Ini merupakan strategi jemput bola berbasis teknologi untuk mempercepat penemuan kasus TBC di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut akan dilaksanakan di 31 titik yang mencakup kecamatan, kelurahan, pasar, pabrik, lapas hingga rumah susun dengan target ribuan warga mengikuti screening sampai triwulan III tahun 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah kasus TB Paru di Kota Tebingtinggi sepanjang Tahun 2025 mencapai 511 kasus. Kecamatan Rambutan menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi yakni 105 kasus.
Pada kesempatan itu, Iman juga menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukasi (APE) kepada enam puskesmas, masing-masing Puskesmas Pabatu, Sripadang, Tanjungmarulak, Telukkarang, Pasar Gambir dan Puskesmas Satria, guna mendukung kegiatan posyandu di wilayah masing-masing. (mag-3/azw)

