DAIRI – Warga Lingkungan II, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi digegerkan dengan ditemukannya seorang siswi SMK Negeri, berinisial IL (16) yang ditemukan meninggal dunia di area belakang rumahnya, Rabu (20/5/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ayah korban berinisial JL sekitar pukul 07.40 WIB, setelah sebelumnya meninggalkan korban di rumah untuk mengantar anaknya yang lain ke sekolah.
Camat Sitinjo, Haposan Bancin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban merupakan siswi kelas I SMK yang masih berusia 16 tahun. “Benar, telah ditemukan seorang siswi SMK dalam kondisi meninggal dunia di belakang rumahnya,” ujar Haposan.
Menurut keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban sempat berada di rumah dalam keadaan baik. Namun saat ayahnya kembali, korban sudah tidak berada di dalam rumah.
Keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah hingga akhirnya menemukan korban di area belakang rumah dalam kondisi tidak bernyawa.
Pihak keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan dan segera meminta bantuan warga sekitar. Namun nyawa korban tidak tertolong.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan serta kepolisian setempat. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi bersama pihak keluarga.
Korban diketahui merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka peristiwa tragis tersebut terjadi. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. (rud/ila)
DAIRI – Warga Lingkungan II, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi digegerkan dengan ditemukannya seorang siswi SMK Negeri, berinisial IL (16) yang ditemukan meninggal dunia di area belakang rumahnya, Rabu (20/5/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ayah korban berinisial JL sekitar pukul 07.40 WIB, setelah sebelumnya meninggalkan korban di rumah untuk mengantar anaknya yang lain ke sekolah.
Camat Sitinjo, Haposan Bancin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban merupakan siswi kelas I SMK yang masih berusia 16 tahun. “Benar, telah ditemukan seorang siswi SMK dalam kondisi meninggal dunia di belakang rumahnya,” ujar Haposan.
Menurut keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban sempat berada di rumah dalam keadaan baik. Namun saat ayahnya kembali, korban sudah tidak berada di dalam rumah.
Keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah hingga akhirnya menemukan korban di area belakang rumah dalam kondisi tidak bernyawa.
Pihak keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan dan segera meminta bantuan warga sekitar. Namun nyawa korban tidak tertolong.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan serta kepolisian setempat. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi bersama pihak keluarga.
Korban diketahui merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka peristiwa tragis tersebut terjadi. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. (rud/ila)