Kebakaran Melanda Gang Jono Tebingtinggi, Tiga Rumah Kontrakan dan Satu Motor Hangus

TEBINGTINGGI – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Gang Jono, Lingkungan VIII, Kelurahan Bandarsono, Kecamatan Padanghulu, Kota Tebingtinggi, Selasa (9/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut menghanguskan tiga unit rumah kontrakan permanen dan rumah kos, serta sepeda motor.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, api pertama kali diduga berasal dari rumah milik Nisa (20),  warga yang saat peristiwa terjadi sedang tidak berada di rumah. Kobaran api diketahui muncul dari bagian belakang kulkas di dalam rumah tersebut sebelum dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Seorang warga yang rumahnya berada tepat di depan lokasi kejadian, Ardiansyah (40), mengaku melihat api pertama kali muncul dari dalam rumah tersebut. Menurutnya, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang menimbulkan percikan api hingga memicu kobaran yang semakin membesar.

“Api pertama kali terlihat dari dalam rumah Nisa bang, kami lihat pas di belakang kulkas di rumah itu. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar Ardiansyah di lokasi kejadian.

Kondisi permukiman yang padat serta akses gang yang sempit membuat api dengan cepat merambat ke bangunan lain. Warga sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, tiga unit rumah kontrakan permanen hangus terbakar. Selain itu, satu rumah kos turut terdampak. Satu unit sepeda motor Suzuki FU yang berada di lokasi juga ikut terbakar dan tidak dapat diselamatkan.

Adapun rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran diketahui milik Ardi (45) dan Ayu (26). Satu unit sepeda motor milik penghuni rumah juga ikut hangus terbakar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah yang terdampak berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Kepala Seksi Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tebingtinggi, Fadli, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan dari warga.

Petugas berjibaku memadamkan api selama kurang lebih satu jam. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak meluas ke permukiman lainnya.

“Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung turun ke lokasi dengan empat unit armada. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Fadli.

Saat ini, pihak kepolisian bersama Tim Inafis masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari rumah tempat api pertama kali muncul.

Kebakaran tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Sisingamangaraja. Kemacetan panjang sempat terjadi karena sejumlah armada pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api yang berada di dalam gang sempit.

Kondisi semakin padat akibat banyaknya warga dan pengguna jalan yang berhenti untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Untuk mengurai kemacetan serta menjaga keamanan di sekitar lokasi, personel Polres Tebingtinggi diterjunkan guna melakukan pengaturan dan pengamanan arus kendaraan. (mag-3/azw)

TEBINGTINGGI – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Gang Jono, Lingkungan VIII, Kelurahan Bandarsono, Kecamatan Padanghulu, Kota Tebingtinggi, Selasa (9/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut menghanguskan tiga unit rumah kontrakan permanen dan rumah kos, serta sepeda motor.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, api pertama kali diduga berasal dari rumah milik Nisa (20),  warga yang saat peristiwa terjadi sedang tidak berada di rumah. Kobaran api diketahui muncul dari bagian belakang kulkas di dalam rumah tersebut sebelum dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Seorang warga yang rumahnya berada tepat di depan lokasi kejadian, Ardiansyah (40), mengaku melihat api pertama kali muncul dari dalam rumah tersebut. Menurutnya, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang menimbulkan percikan api hingga memicu kobaran yang semakin membesar.

“Api pertama kali terlihat dari dalam rumah Nisa bang, kami lihat pas di belakang kulkas di rumah itu. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar Ardiansyah di lokasi kejadian.

Kondisi permukiman yang padat serta akses gang yang sempit membuat api dengan cepat merambat ke bangunan lain. Warga sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, tiga unit rumah kontrakan permanen hangus terbakar. Selain itu, satu rumah kos turut terdampak. Satu unit sepeda motor Suzuki FU yang berada di lokasi juga ikut terbakar dan tidak dapat diselamatkan.

Adapun rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran diketahui milik Ardi (45) dan Ayu (26). Satu unit sepeda motor milik penghuni rumah juga ikut hangus terbakar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah yang terdampak berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Kepala Seksi Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tebingtinggi, Fadli, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan dari warga.

Petugas berjibaku memadamkan api selama kurang lebih satu jam. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak meluas ke permukiman lainnya.

“Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung turun ke lokasi dengan empat unit armada. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Fadli.

Saat ini, pihak kepolisian bersama Tim Inafis masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari rumah tempat api pertama kali muncul.

Kebakaran tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Sisingamangaraja. Kemacetan panjang sempat terjadi karena sejumlah armada pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api yang berada di dalam gang sempit.

Kondisi semakin padat akibat banyaknya warga dan pengguna jalan yang berhenti untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Untuk mengurai kemacetan serta menjaga keamanan di sekitar lokasi, personel Polres Tebingtinggi diterjunkan guna melakukan pengaturan dan pengamanan arus kendaraan. (mag-3/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru