PT BI Kembali Diserang, 4 Sopir dan Sekuriti Kritis

MEDAN – PT Belawan Indah (BI)kembali diserang sekelompok orang di Jalan Besar Medan-Belawan, Kampungsalam, Kecamatan Medan Belawan. Sabtu (20/6/2026), sekira pukul 10:30 WIB. Empat pekerja dari PT BI terdiri dari sopir dan sekuriti kritis.

Menurut karyawan PT BI, Iw, pada saat penyerangan terjadi sebagian para pekerja berhamburan. Sebagian lagi mencoba menghadang. “Sebagian kami yang berjumlah puluhan orang mencoba bertahan melawan lima puluhan orang penyerang yang membawa senjata tajam,” kata sopir truk itu.

Para pekerja menilai serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata itu diduga orang suruhan dari PT SBP yang ingin mendirikan tembok pagar pembatas di areal PT BI.
“Penyerangan ini sudah dimulai seminggu lalu, dan sudah disampaikan ke pihak kepolisian, selain pekerja PT BI menjadi korban, masyrakat juga merasa terancam keselamatannya oleh oknum-oknum preman itu,” kata sopir truk PT BI di lokasi.

Para sopir PT BI pun mengaku tetap komitmen bertahan sampai titik darah penghabisan sampai mereka kembali dapat bekerja dengan rasa aman. “Kami akan ikut mengawal ini,” tegasnya.

Pantauan wartawan di lokasi, penyerangan membabi-buta itu diketahui mengakibatkan 4 orang korban luka-luka, akibat pukulan benda keras maupun sabetan senjata tajam. Satu unit mobil mini bus Toyota BK 1599 OY disebut milik mandor PT BI dirusak dan beberapa sepeda motor pekerja PT BI diduga dijarah para preman.

Para penyerang di depan wartawan terlihat mengancam dengan senjata tajam seorang wanita yang mencoba mengabadikan gambar para pelaku dengan ponsel ketika merusak sebuah mobil. Akhirnya, para oknum preman itu memaksa wanita itu harus menghapus foto.

Beberapa jam kemudian, aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan tiba di lokasi. “Sudah jatuh korban akibat penyerangan oknum preman ini, gak tau apakah nyawa kawan kami bisa selamat atau tidak, kawan yang jadi korban udah dilarikan ke Rumah Sakit Pelindo di sini,” tambah pekerja PT BI lainnya.

Menurut penuturan beberapa warga di tempat kejadian, pihak yang menyerang merupakan oknum dari ormas dibantu pemuda sekitar. “Mereka gabung menyerang ke dalam (PT BI), itu masih ada banyak orang yang terjebak di dalam kantor PT BI,” katanya.

Sedangkan para korban yang terluka, yang semuanya disebut dari pihak PT BI, para supir truk, termasuk seorang sekuriti dirawat di RS Pelindo dijaga aparat kepolisian.

Di tempat terpisah, Kuasa Hukum PT BI, Dr Darmawan Yusuf SH SE MH MPd mengecam keras aksi massa dibayaran tersebut.

“Mengapa para pelaku penyerangan itu bisa leluasa berkali-kali melakukan aksi kriminal di PT BI tanpa takut sedikitpun dengan hukum. Kita desak Polres Pelabuhan Belawan segera tangkap para preman diduga bayaran ini, kita punya gambar lengkap setiap inci aksi perbuatan mereka di PT BI ,” tegas pengacara nasional ini.

“Sekali lagi saya mohon kepada Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi mohon atensinya, tangkap aktor intelektualnya, tuntaskan penyerangan berdarah ini. Negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut, dan tidak boleh tunduk pada premanisme, sikat tuntas semua yang terlibat menyerang PT BI, khususnya masyarakat, para pengusaha, harus terbebas dari aksi premanisme,” pungkasnya sembari berharap para korban dari PT BI seluruhnya selamat.

Perlu diketahui, kejadian ini bermula pihak PT SBP membangun pagar tembok tinggi di tanah milik PT BI.
Masalah ini sudah dilakukan mediasi oleh pemerintah setempat dan penegak hukum setempat, terdiri dari Camat Medan Belawan, Kapolsek Medan Belawan, Kejari Belawan, Koramil 09/MB, dan Dinas Perukim TRTB Medan.

Usulan hasilnya, agar pihak PT SBP menghentikan pembangunan tembok dengan dasar tidak memiliki izin PBG. Namun, pihak PT SBP terus membangun melakukan pembangunan tembok pagar.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian tentang penangan penyerangan tersebut. (azw)

MEDAN – PT Belawan Indah (BI)kembali diserang sekelompok orang di Jalan Besar Medan-Belawan, Kampungsalam, Kecamatan Medan Belawan. Sabtu (20/6/2026), sekira pukul 10:30 WIB. Empat pekerja dari PT BI terdiri dari sopir dan sekuriti kritis.

Menurut karyawan PT BI, Iw, pada saat penyerangan terjadi sebagian para pekerja berhamburan. Sebagian lagi mencoba menghadang. “Sebagian kami yang berjumlah puluhan orang mencoba bertahan melawan lima puluhan orang penyerang yang membawa senjata tajam,” kata sopir truk itu.

Para pekerja menilai serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata itu diduga orang suruhan dari PT SBP yang ingin mendirikan tembok pagar pembatas di areal PT BI.
“Penyerangan ini sudah dimulai seminggu lalu, dan sudah disampaikan ke pihak kepolisian, selain pekerja PT BI menjadi korban, masyrakat juga merasa terancam keselamatannya oleh oknum-oknum preman itu,” kata sopir truk PT BI di lokasi.

Para sopir PT BI pun mengaku tetap komitmen bertahan sampai titik darah penghabisan sampai mereka kembali dapat bekerja dengan rasa aman. “Kami akan ikut mengawal ini,” tegasnya.

Pantauan wartawan di lokasi, penyerangan membabi-buta itu diketahui mengakibatkan 4 orang korban luka-luka, akibat pukulan benda keras maupun sabetan senjata tajam. Satu unit mobil mini bus Toyota BK 1599 OY disebut milik mandor PT BI dirusak dan beberapa sepeda motor pekerja PT BI diduga dijarah para preman.

Para penyerang di depan wartawan terlihat mengancam dengan senjata tajam seorang wanita yang mencoba mengabadikan gambar para pelaku dengan ponsel ketika merusak sebuah mobil. Akhirnya, para oknum preman itu memaksa wanita itu harus menghapus foto.

Beberapa jam kemudian, aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan tiba di lokasi. “Sudah jatuh korban akibat penyerangan oknum preman ini, gak tau apakah nyawa kawan kami bisa selamat atau tidak, kawan yang jadi korban udah dilarikan ke Rumah Sakit Pelindo di sini,” tambah pekerja PT BI lainnya.

Menurut penuturan beberapa warga di tempat kejadian, pihak yang menyerang merupakan oknum dari ormas dibantu pemuda sekitar. “Mereka gabung menyerang ke dalam (PT BI), itu masih ada banyak orang yang terjebak di dalam kantor PT BI,” katanya.

Sedangkan para korban yang terluka, yang semuanya disebut dari pihak PT BI, para supir truk, termasuk seorang sekuriti dirawat di RS Pelindo dijaga aparat kepolisian.

Di tempat terpisah, Kuasa Hukum PT BI, Dr Darmawan Yusuf SH SE MH MPd mengecam keras aksi massa dibayaran tersebut.

“Mengapa para pelaku penyerangan itu bisa leluasa berkali-kali melakukan aksi kriminal di PT BI tanpa takut sedikitpun dengan hukum. Kita desak Polres Pelabuhan Belawan segera tangkap para preman diduga bayaran ini, kita punya gambar lengkap setiap inci aksi perbuatan mereka di PT BI ,” tegas pengacara nasional ini.

“Sekali lagi saya mohon kepada Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi mohon atensinya, tangkap aktor intelektualnya, tuntaskan penyerangan berdarah ini. Negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut, dan tidak boleh tunduk pada premanisme, sikat tuntas semua yang terlibat menyerang PT BI, khususnya masyarakat, para pengusaha, harus terbebas dari aksi premanisme,” pungkasnya sembari berharap para korban dari PT BI seluruhnya selamat.

Perlu diketahui, kejadian ini bermula pihak PT SBP membangun pagar tembok tinggi di tanah milik PT BI.
Masalah ini sudah dilakukan mediasi oleh pemerintah setempat dan penegak hukum setempat, terdiri dari Camat Medan Belawan, Kapolsek Medan Belawan, Kejari Belawan, Koramil 09/MB, dan Dinas Perukim TRTB Medan.

Usulan hasilnya, agar pihak PT SBP menghentikan pembangunan tembok dengan dasar tidak memiliki izin PBG. Namun, pihak PT SBP terus membangun melakukan pembangunan tembok pagar.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian tentang penangan penyerangan tersebut. (azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru