TEBINGTINGGI- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pengembangan seni budaya Islami. Untuk pertama kalinya, MUI melalui Komisi Seni dan Budaya sukses menggelar Festival Seni Hadroh Kota Tebingtinggi Tahun 2026 yang dipusatkan di Masjid Al Falaq, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Minggu (1/11/2026).
Ajang bergengsi ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kreativitas seni religi, tetapi juga memperkuat syiar Islam serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Bershalawat Dengan Cinta, Berseni Dalam Dakwah, Bersatu Dalam Ukhuwah”, kegiatan perdana ini disambut antusias tinggi. Tercatat sebanyak 13 grup hadroh terbaik dari Kota Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, hingga Kabupaten Simalungun ambil bagian, menampilkan performa terbaik dalam melantunkan selawat diiringi tabuhan hadroh. Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran serta doa bersama yang dipimpin oleh Dewan Pertimbangan MUI Kota Tebingtinggi, Ustaz Akhyar Nasution.
Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Seni dan Budaya MUI Kota Tebingtinggi, Husni Amar, menjelaskan bahwa festival ini merupakan wujud nyata dari program kerja komisi dalam melestarikan seni Islami. Karena baru pertama kali diadakan, jumlah peserta sengaja dibatasi sebanyak 13 grup dengan durasi tampil 20 hingga 30 menit per kelompok.
Husni berharap penyelenggaraan perdana ini menjadi batu loncatan untuk menghadirkan festival yang jauh lebih besar di tahun-tahun mendatang. Bahkan, ia bercita-cita agar kegiatan serupa nantinya bisa dihelat di Lapangan Merdeka dengan dukungan penuh penganggaran dari DPRD Kota Tebingtinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran MUI, pengurus Masjid Al Falaq, seluruh peserta, dan masyarakat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini,” ujar Husni.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Kota Tebingtinggi, Ghazali Saragih, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana. Menurutnya, seni hadroh memegang peranan strategis dalam memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menarik minat generasi muda untuk memakmurkan masjid.
Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih yang berhalangan hadir turut diwakili oleh Kabag Kesra, Azanul Akbar Lubis.
Dalam sambutannya, Azanul menyampaikan pesan Wali Kota bahwa festival ini sangat selaras dengan visi pembangunan Pemko Tebingtinggi dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan membentuk generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.
Pihaknya berharap ajang ini tidak berhenti sebatas seremonial perlombaan, melainkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan festival ini sebagai momentum mempererat tali persaudaraan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Seni Salawat Hadroh Kota Tebingtinggi Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Azanul, disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Kemeriahan pembukaan festival perdana ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat. Terlihat hadir Wakapolres Tebingtinggi KOMPOL M. Haris mewakili Kapolres, Kapolsek Rambutan AKP Darma Indrajaya, perwakilan Kementerian Agama Kota Tebingtinggi, serta sejumlah anggota DPRD Kota Tebingtinggi seperti Marini (Fraksi Golkar), Anda Yasser (Fraksi PKS), dan Waris (Fraksi PDI Perjuangan).
Hadir pula Ketua MUI Ghazali Saragih, Sekretaris Umum Chairil Anwar Pulungan, jajaran Dewan Pertimbangan, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), FPI, Pondok Pesantren Asbabul Rahmah, PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tebingtinggi, Forum Ukhuwah Masjid Kecamatan Rambutan, lurah se-Kecamatan Rambutan, serta tokoh masyarakat setempat. (zan/ila)

