SEI RAMPAH- Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai), H. Adlin Tambunan, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka tidak boleh sekadar menjadi aktivitas seremonial atau kegiatan kepanduan belaka.
Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma harus benar-benar dihidupkan dalam perilaku sehari-hari guna membentengi karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi digital.
Pesan penting tersebut disampaikan Adlin Tambunan usai bertindak sebagai tuan rumah dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Sumatera Utara Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Kabupaten Sergai, Sei Rampah, Sabtu (31/10/2026).
Berposisi sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sergai, Adlin menilai tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dan remaja saat ini jauh lebih kompleks. Perubahan pola pergaulan, paparan informasi tanpa batas di ruang digital, hingga berbagai pengaruh negatif menuntut adanya perisai moral yang kuat.
Oleh karena itu, ia mendorong agar Gerakan Pramuka dapat mengoptimalkan perannya sebagai wadah pendidikan karakter di luar sekolah dan keluarga. Tujuannya jelas: melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, namun tetap tangguh, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
“Saya berharap anggota Pramuka tumbuh menjadi pribadi yang santun, tangguh menghadapi tantangan, serta memiliki semangat gotong royong. Mereka juga diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak, menjunjung tinggi kejujuran, berani menyampaikan kebenaran, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegas Adlin.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, hingga masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan pemuda. Program kepramukaan dinilai harus terus dikemas secara kreatif, edukatif, inklusif, dan relevan dengan gaya hidup generasi masa kini.
Senada dengan Adlin, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Pj Sekdaprov Sumut), Timur Tumanggor, yang hadir bertindak sebagai pembina upacara mewakili Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, menyampaikan pesan senada.
Dalam amanatnya, Timur menekankan bahwa Satya dan Darma Pramuka harus mewujud nyata dalam tindakan harian, bukan sekadar hafalan. Ia menyoroti pentingnya peran Pramuka dalam menjawab berbagai ancaman nyata yang dihadapi remaja saat ini, seperti penyalahgunaan narkoba, maraknya judi daring (online), perundungan (bullying), intoleransi, hingga dampak negatif penyalahgunaan teknologi digital.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Timur, berkomitmen penuh untuk terus membersamai Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia, termasuk dalam aspek pengembangan kepemimpinan, kreativitas, dan kecakapan digital.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Sumut tahun ini berlangsung sangat meriah dan semarak. Tercatat sekitar 2.000 peserta dari kalangan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA memadati Lapangan Alun-alun Sergai.
Kemeriahan acara semakin terasa tatkala sekitar 1.000 anggota Pramuka secara kompak menampilkan atraksi kolosal Tari Semaphore. Tak hanya itu, acara akbar ini juga dihadiri oleh tamu istimewa, yakni delegasi Pengakap Negeri Terengganu, Malaysia. (fad/ila)

