Cegah Stunting

Pemerintah Indonesia dan Inggris Resmikan PATS di Samosir untuk Dukung Pertanian Berkelanjutan Rendah Karbon

Kebutuhan air untuk pertanian bagi masyarakat Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir semakin terpenuhi oleh Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Penerapan PATS di Samosir menjadi salah satu upaya penggunaan energi terbarukan yang mendukung agenda pembangunan rendah karbon Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas, Pemprovsu, Pemkab Samosir bersama Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK FCDO) meresmikan PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus, Sabtu (3/10).

Peresmian dilakukan Menteri PPN/Bappenas diwakili Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo, M.S, Ph.D. Turut mendampingi Gubsu M. Bobby Afif Nasution, S.E, M.M diwakili Kepala Bapperida Sumut Dr. Dikki Anugerah Panjaitan, M.SP dan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, S.T.

Turut hadir Deputy Development Director FCDO Freddie Brunt, Direktur Lingkungan Hidup Nizhar Marizi, M.Si, Ph.D, Direktur Kelautan dan Perikanan Mohamad Rahmat Mulianda, S.Pi, M.Mar, Direktur Pangan dan Pertanian Jarot Indarto, M.T, M.Sc, Ph.D, Senior Policy and Finance Advisor Ida Suriany, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Peresmian operasional PTAS implementasi inovasi dan teknologi rendah karbon untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Sibonor Ompu Ratus Kabupaten Samosir. “Pembangunan rendah karbon menjadi nyata ketika manfaatnya sampai ke tingkat tapak dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata  Leonardo A.A. Teguh Sambodo.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas menegaskan bahwa PATS di Samosir dimanfaatkan untuk memperkuat produksi pangan, mengurangi biaya usaha tani sekaligus mendukung pengurangan emisi. Pembelajaran dari Samosir ini penting untuk memastikan bahwa inovasi pembangunan tidak berhenti pada percontohan, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di daerah lain.

PATS dibangun sebagai bagian dari Program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang diinisiasi sejak tahun 2023-2027. Desa Sibonor Ompu Ratus memiliki sawah tadah hujan seluas 82 hektare yang digarap 749 petani.

“PATS yang memanfaatkan energi surya untuk sistem irigasi diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun. PATS juga menggantikan pompa berbahan bakar Pertalite sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10,18 ton CO₂eq per tahun,” urainya.

Gubernur diwakili Kepala Bapperida Sumut Dr. Dikki Anugerah Panjaitan, M.SP mengungkapkan bahwa manfaat PATS tidak berhenti pada energi bersih. Air tersedia, produktivitas meningkat, ketahanan pangan menguat dan kesejahteraan petani turut tumbuh.

Peter Rajadiston dari UK Minister-Counsellor (Development) to Indonesia, Timor-Leste and ASEAN mengatakan bahwa perubahan iklim menghadirkan tantangan yang semakin besar bagi sektor pertanian di banyak negara, termasuk Indonesia. Hal ini seiring dengan meningkatnya risiko kekeringan dan dampak fenomena El Nino terhadap ketersediaan air.

Melalui LCDI, lanjutnya, Inggris bangga mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menghadirkan solusi yang membantu masyarakat beradaptasi terhadap tantangan tersebut. PATS di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian dan sekaligus mengurangi emisi.

Peter Rajadiston menambahkan nisiatif ini merupakan contoh nyata dari kemitraan strategis  Inggris-Indonesia dalam mendorong aksi iklim, transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Usai meresmikan PTAS Desa Sibonor Ompu Ratus, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.

Pembangunan PATS kedua di Samosir ini akan mengairi 73 hektare lahan dan memberikan manfaat bagi 903 petani. Pemanfaatan energi surya ini juga diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,34 ton CO2e per tahun.
Inisiasi ini menunjukkan bahwa agenda pembangunan rendah karbon dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengapresiasi Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah Inggris dan Pemprovsu atas dukungan pembangunan PATS di Samosir. Ia menilai pemanfaatan energi terbarukan untuk irigasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan petani, sekaligus mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon.

Bupati memastikan bahwa Pemkab Samosir juga berkomitmen memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan bersama masyarakat.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi mengungkapkan bahwa pengalaman di Samosir diharapkan menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan pembangunan rendah karbon di daerah lain. Sekaligus menunjukkan manfaat nyata kerja sama Indonesia dan Inggris. (dmp)

Kebutuhan air untuk pertanian bagi masyarakat Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir semakin terpenuhi oleh Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Penerapan PATS di Samosir menjadi salah satu upaya penggunaan energi terbarukan yang mendukung agenda pembangunan rendah karbon Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas, Pemprovsu, Pemkab Samosir bersama Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK FCDO) meresmikan PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus, Sabtu (3/10).

Peresmian dilakukan Menteri PPN/Bappenas diwakili Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo, M.S, Ph.D. Turut mendampingi Gubsu M. Bobby Afif Nasution, S.E, M.M diwakili Kepala Bapperida Sumut Dr. Dikki Anugerah Panjaitan, M.SP dan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, S.T.

Turut hadir Deputy Development Director FCDO Freddie Brunt, Direktur Lingkungan Hidup Nizhar Marizi, M.Si, Ph.D, Direktur Kelautan dan Perikanan Mohamad Rahmat Mulianda, S.Pi, M.Mar, Direktur Pangan dan Pertanian Jarot Indarto, M.T, M.Sc, Ph.D, Senior Policy and Finance Advisor Ida Suriany, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Peresmian operasional PTAS implementasi inovasi dan teknologi rendah karbon untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Sibonor Ompu Ratus Kabupaten Samosir. “Pembangunan rendah karbon menjadi nyata ketika manfaatnya sampai ke tingkat tapak dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata  Leonardo A.A. Teguh Sambodo.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas menegaskan bahwa PATS di Samosir dimanfaatkan untuk memperkuat produksi pangan, mengurangi biaya usaha tani sekaligus mendukung pengurangan emisi. Pembelajaran dari Samosir ini penting untuk memastikan bahwa inovasi pembangunan tidak berhenti pada percontohan, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di daerah lain.

PATS dibangun sebagai bagian dari Program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang diinisiasi sejak tahun 2023-2027. Desa Sibonor Ompu Ratus memiliki sawah tadah hujan seluas 82 hektare yang digarap 749 petani.

“PATS yang memanfaatkan energi surya untuk sistem irigasi diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun. PATS juga menggantikan pompa berbahan bakar Pertalite sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10,18 ton CO₂eq per tahun,” urainya.

Gubernur diwakili Kepala Bapperida Sumut Dr. Dikki Anugerah Panjaitan, M.SP mengungkapkan bahwa manfaat PATS tidak berhenti pada energi bersih. Air tersedia, produktivitas meningkat, ketahanan pangan menguat dan kesejahteraan petani turut tumbuh.

Peter Rajadiston dari UK Minister-Counsellor (Development) to Indonesia, Timor-Leste and ASEAN mengatakan bahwa perubahan iklim menghadirkan tantangan yang semakin besar bagi sektor pertanian di banyak negara, termasuk Indonesia. Hal ini seiring dengan meningkatnya risiko kekeringan dan dampak fenomena El Nino terhadap ketersediaan air.

Melalui LCDI, lanjutnya, Inggris bangga mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menghadirkan solusi yang membantu masyarakat beradaptasi terhadap tantangan tersebut. PATS di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian dan sekaligus mengurangi emisi.

Peter Rajadiston menambahkan nisiatif ini merupakan contoh nyata dari kemitraan strategis  Inggris-Indonesia dalam mendorong aksi iklim, transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Usai meresmikan PTAS Desa Sibonor Ompu Ratus, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.

Pembangunan PATS kedua di Samosir ini akan mengairi 73 hektare lahan dan memberikan manfaat bagi 903 petani. Pemanfaatan energi surya ini juga diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,34 ton CO2e per tahun.
Inisiasi ini menunjukkan bahwa agenda pembangunan rendah karbon dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengapresiasi Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah Inggris dan Pemprovsu atas dukungan pembangunan PATS di Samosir. Ia menilai pemanfaatan energi terbarukan untuk irigasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan petani, sekaligus mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon.

Bupati memastikan bahwa Pemkab Samosir juga berkomitmen memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan bersama masyarakat.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi mengungkapkan bahwa pengalaman di Samosir diharapkan menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan pembangunan rendah karbon di daerah lain. Sekaligus menunjukkan manfaat nyata kerja sama Indonesia dan Inggris. (dmp)

Artikel Terkait

Cegah Stunting

Terpopuler

Artikel Terbaru