MEDAN – Kecelakaan lalu-lintas (lakalntas) terjadi antara mobil ambulans bernomor polisi BM1873AAE, dengan Truk Fuso BM9968AO, di Tol Ketupat ruas Tebingtinggi-Indrapura. Dalam insiden tersebut, dua penumpang di dalam Mobil Ambulans bernama Frankie Hutagalung warga Pekanbaru, dan Elisa warga Sei Rampah, Deliserdang meninggal dunia.
Kepala Satuan (Kasat) Patroli Jalan Raya Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (PJR Ditlantas Polda Sumut), AKBP Dhery mengatakan, kecelakaan maut ini berlangsung ketika mobil ambulans yang membawa jenazah bernama Willy yang akan dikremasi di wilayah Medan.
Namun di perjalanan, lanjutnya, sopir ambulans diduga hilang kendali, sampai akhirnya menabrak bagian belakang truk. “Dua orang penumpang di dalam mobil ambulans meninggal dunia,” katanya, Senin (4/5).
Dhery menambahkan, kecelakaan maut antara mobil ambulans dengan truk terjadi pada Sabtu (2/5) kemarin, sekira pukul 11:00 WIB.
Awalnya, mobil ambulans yang membawa jenazah, beserta penumpang melaju di jalur cepat.
Setibanya di lokasi kejadian, sambungnya, sopir ambulans diduga hilang kendali menabrak bagian belakang truk yang berada di jalur lambat.
“Akibat kecelakaan ini, mobil ambulans rusak parah, dan ditaksir kerugian mencapai Rp50 juta,” tandasnya. (dwi/azw)
MEDAN – Kecelakaan lalu-lintas (lakalntas) terjadi antara mobil ambulans bernomor polisi BM1873AAE, dengan Truk Fuso BM9968AO, di Tol Ketupat ruas Tebingtinggi-Indrapura. Dalam insiden tersebut, dua penumpang di dalam Mobil Ambulans bernama Frankie Hutagalung warga Pekanbaru, dan Elisa warga Sei Rampah, Deliserdang meninggal dunia.
Kepala Satuan (Kasat) Patroli Jalan Raya Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (PJR Ditlantas Polda Sumut), AKBP Dhery mengatakan, kecelakaan maut ini berlangsung ketika mobil ambulans yang membawa jenazah bernama Willy yang akan dikremasi di wilayah Medan.
Namun di perjalanan, lanjutnya, sopir ambulans diduga hilang kendali, sampai akhirnya menabrak bagian belakang truk. “Dua orang penumpang di dalam mobil ambulans meninggal dunia,” katanya, Senin (4/5).
Dhery menambahkan, kecelakaan maut antara mobil ambulans dengan truk terjadi pada Sabtu (2/5) kemarin, sekira pukul 11:00 WIB.
Awalnya, mobil ambulans yang membawa jenazah, beserta penumpang melaju di jalur cepat.
Setibanya di lokasi kejadian, sambungnya, sopir ambulans diduga hilang kendali menabrak bagian belakang truk yang berada di jalur lambat.
“Akibat kecelakaan ini, mobil ambulans rusak parah, dan ditaksir kerugian mencapai Rp50 juta,” tandasnya. (dwi/azw)