23.1 C
Medan
Monday, January 20, 2025

DPR RI Minta Klarifikasi Pemberitaan Vaksin 4.000 Dosis Vaksin Kedaluarsa

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta Pemerintah segera melakukan klarifikasi terkait pemberitaan adanya 4 ribu dosis vaksin AZ yang kedaluarsa di Kudus, Provinsi Jawa Tengah. 

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

“Pemberitaan tersebut tentu sangat tidak baik. Sebab, pemerintah saat ini lagi mengejar target pencapaian vaksinasi sebanyak 70 persen hingga akhir tahun. Dengan berita tersebut, terkesan pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakan program vaksinasi tersebut,” katanya dalam rilis tertulisnya, Kamis (4/11).

“Kalau membaca beritanya, kejadian ini diakibatkan lambatnya distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten. Belum jelas apa yang menjadi kendala. Namun, kalau vaksinnya kedaluwarsa, tentu sangat disayangkan,” paparnya.

Anggota Komisi IX DPR RI ini menjelaskan permasalahaannya masih banyak daerah sekarang yang berjibaku meminta kuota vaksin. Semuanya belum bisa dipenuhi dikarenakan ketersediaan juga terbatas, dan masih harus menunggu dari negara produsen.

“Kan aneh ya, ada daerah yang kekurangan vaksin dan mengejar-ngejar kuota, tapi ada daerah yang vaksinnya ada, tetapi terlambat disuntikkan. Kalau betul kadaluwarsa, itu sangat mubazzir. Pantas dan wajar disorot masyarakat,” tegasnya

Dalam konteks ini, lanjut dia Kementerian Kesehatan RI diminta untuk ikut membantu memantau distribusi vaksin di daerah. Jika ditemukan kendala, Kementerian Kesehatan diminta untuk memberikan bantuan. Bagaimanapun juga, sukses tidaknya vaksinasi ini adalah tanggung jawab kemenkes RI.

“Kalaupun kendala ada di daerah, tetapi kemenkes RI tetap diminta bertanggung jawab. Karena itu, Kemenkes juga harus turun ke bawah. Berikan supervisi dan bantuan yang diperlukan,” jelasnya.

Terkait dengan vaksin yang disebut kedaluwarsa tersebut, pemerintah diminta untuk segera memeriksa. Jika memang kedaluarsa, harus segera diamankan dan tidak dipergunakan lagi. Harus segera dikirim vaksin pengganti. Namun, jika masih ada grace priode (masa tenggang), perlu dipelajari secepatnya apakah masih bagus untuk disuntikkan atau tidak.

“Kalau sudah tidak bagus lagi, jangan disuntikkan. Masyarakat harus mendapat vaksin yang terbaik. Yang perlu ditekankan, kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi,” tandasnya. (fdh/han)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta Pemerintah segera melakukan klarifikasi terkait pemberitaan adanya 4 ribu dosis vaksin AZ yang kedaluarsa di Kudus, Provinsi Jawa Tengah. 

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

“Pemberitaan tersebut tentu sangat tidak baik. Sebab, pemerintah saat ini lagi mengejar target pencapaian vaksinasi sebanyak 70 persen hingga akhir tahun. Dengan berita tersebut, terkesan pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakan program vaksinasi tersebut,” katanya dalam rilis tertulisnya, Kamis (4/11).

“Kalau membaca beritanya, kejadian ini diakibatkan lambatnya distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten. Belum jelas apa yang menjadi kendala. Namun, kalau vaksinnya kedaluwarsa, tentu sangat disayangkan,” paparnya.

Anggota Komisi IX DPR RI ini menjelaskan permasalahaannya masih banyak daerah sekarang yang berjibaku meminta kuota vaksin. Semuanya belum bisa dipenuhi dikarenakan ketersediaan juga terbatas, dan masih harus menunggu dari negara produsen.

“Kan aneh ya, ada daerah yang kekurangan vaksin dan mengejar-ngejar kuota, tapi ada daerah yang vaksinnya ada, tetapi terlambat disuntikkan. Kalau betul kadaluwarsa, itu sangat mubazzir. Pantas dan wajar disorot masyarakat,” tegasnya

Dalam konteks ini, lanjut dia Kementerian Kesehatan RI diminta untuk ikut membantu memantau distribusi vaksin di daerah. Jika ditemukan kendala, Kementerian Kesehatan diminta untuk memberikan bantuan. Bagaimanapun juga, sukses tidaknya vaksinasi ini adalah tanggung jawab kemenkes RI.

“Kalaupun kendala ada di daerah, tetapi kemenkes RI tetap diminta bertanggung jawab. Karena itu, Kemenkes juga harus turun ke bawah. Berikan supervisi dan bantuan yang diperlukan,” jelasnya.

Terkait dengan vaksin yang disebut kedaluwarsa tersebut, pemerintah diminta untuk segera memeriksa. Jika memang kedaluarsa, harus segera diamankan dan tidak dipergunakan lagi. Harus segera dikirim vaksin pengganti. Namun, jika masih ada grace priode (masa tenggang), perlu dipelajari secepatnya apakah masih bagus untuk disuntikkan atau tidak.

“Kalau sudah tidak bagus lagi, jangan disuntikkan. Masyarakat harus mendapat vaksin yang terbaik. Yang perlu ditekankan, kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi,” tandasnya. (fdh/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/