Jalan pertanian yang membelah hamparan sawah menghijau dengan latar belakang Gunung Pusuk Buhit dan Danau Toba viral hingga masyarakat mulai berduyun-duyun untuk datang berwisata di Desa Singkam dan Desa Sarimarrihit, Kecamatan Sianjur Mulamulu. Daerah ini juga dikenal sebagai tempat bermulanya kehidupan orang Batak.
Desa di Pulau Samosir ini viral sejak awal tahun 2026 tiap akhir pekan didatangi hingga 1.500 pengunjung dari berbagai daerah di tanah air dan mancanegara. Dikaki Gunung Pusuk Buhit yang relatif daya dengan kemiringan 5-15 derajat ini terbentang 43 hektare sawah.
Festival Manuan Eme berupa tradisi dan budaya saat tanam padi bersama pada 24 Juni 2025 pun pernah digelar disini. Partangiangan bona taon, doa bersama diawal tahun sebelum turun ke sawah dan menyemai benih padi, tor-tor, musyawarah untuk mufakat dan gotong royong.
Menariknya, agrowisata dengan udara yang sejuk ini dikelola desa dan diatur oleh peraturan desa. Tak perlu merogoh kocek yang dalam. Sebab retribusi untuk masuk kawasan wisata ini cuma Rp.5.000 per orang yang ditetapkan melalui peraturan desa setempat.

Retribusi dikelola BUMDes setempat yang dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan, peningkatan fasilitas, pagelaran atraksi serta operasional dan manfaat bagi pemilik sawah.
Kawasan ini dihuni 1.043 jiwa dimana mata pencaharian terbesar penduduknya adalah bertani. Agrowisata ini merupakan model untuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang bersinergi dengan pariwisata berbasis alam. Agrowisata ini menjadi contoh bagaimana lahan pertanian produktif juga mampu memberikan pendapatan tambahan bagi petani dan desa serta menjaga lanskap budaya dan mendukung swasembada pangan.
Perlu diketahui bahwa Kawasan Pusuk Buhit ini adalah salah satu geosite Toba Caldera Unesco Global Geopark yang ditetapkan pada 7 Juli 2020 dan kembali meraih status green card pada September 2025. Pengembangan dan pendampingan desa wisata ini dimuat dalam Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN Danau Toba) sesuai Perpres Nomor 89 Tahun 2024).
Pemerintah Kabupaten Samosir pun memberikan dukungan melalui promosi, bantuan sarana pertanian (pupuk organik dan traktor), akses kredit usaha mikro berbunga 0 persen dan pengawasan pungutan sesuai aturan.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo AA Teguh Sambodo, M.S, Ph.D saat berkunjung ke agrowisata ini, Sabtu (3/10) menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata terintegritas tersebut.
Dalam kunjungannya, deputi didampingi Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, S.T dan Deputy Development Director FCDO Freddie Turut hadir Nizhar Marizi, M.Si, Ph.D (direktur lingkungan hidup), Mohamad Rahmat Mulianda, S.Pi, M.Mar (direktur kelautan dan perikanan) dan Jarot Indarto, M.T, M.Sc, Ph.D (direktur pangan dan pertanian).
Pada pertemuan dengan camat, kepala desa, tokoh masyarakat dan petani yang dipandu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir Dr. Tumiur Gultom, MP, disampaikan berbagai usulan dan kendala seperti gangguan monyet yang merusak tanaman.
Ada juga usulan program pengembangan kawasan agrowisata tersebut yang diserahkan bupati kepada Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo AA Teguh Sambodo, M.S, Ph.D.
Deputi pun mengingatkan pentingnya pola tanam pertanian. Di kawasan ini, lanjut deputi, juga perlu ditanami tanaman buah seperti mangga lokal, durian dan alpukat yang dapat dijual kepada wisatawan. Ia juga meminta untuk mempertahankan tanaman padi sebagai sumber pangan dan keseimbangan lingkungan hidup. (dmp)

