31 C
Medan
Friday, March 13, 2026

Pulihkan Mental Remaja Kampung Darussalam Pasca-Banjir, Mahasiswa FIP Unimed Gelar Pendampingan Psikososial

LANGKAT, SumutPos.co- Sebanyak 50 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed) terjun langsung ke Kampung Darussalam, Kabupaten Langkat, untuk memulihkan kondisi mental remaja korban banjir. Puncak kegiatan pendampingan psikososial ini berlangsung meriah di Taman Bacaan Masyarakat Darussalam pada Minggu (8/3/2026) lalu.

Program yang merupakan bagian dari gerakan Mahasiswa Berdampak Pasca Bencana gagasan Kemendiktisaintek ini melibatkan kolaborasi lintas jurusan, mulai dari Pendidikan Masyarakat, PGSD, Bimbingan dan Konseling (BK), hingga PAUD. Kepala Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) Unimed, Rafael Lisinus Ginting menekankan, ketahanan mental adalah kunci bagi remaja di daerah rawan bencana.

“Pendampingan ini urgen agar remaja mampu beradaptasi dengan situasi tak menentu. Kita tidak ingin generasi penerus ini menjadi kelompok yang paling lemah secara mental akibat trauma bencana,” tegas Rafael di hadapan para peserta.

Kehadiran mahasiswa yang sudah berada di lokasi sejak 18 Februari 2026 ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa setempat. Sukma, perwakilan Pemerintah Desa Telaga Said, menyebut kegiatan ini sebagai treatment yang sangat dibutuhkan. “Anak-anak muda di sini sangat gembira. Kehadiran mahasiswa membantu mereka bangkit dan ceria kembali. Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti di sini saja,” ungkap Sukma.

Dosen pendamping FIP Unimed, Asiah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, aksi ini bukan sekadar kunjungan sosial, melainkan implementasi nyata dari penelitian tim dosen mengenai pemulihan psikososial pascabencana.

Selama kegiatan, para remaja diajak berdiskusi aktif dan berbagi cerita mengenai pengalaman mereka saat banjir melanda. Pendekatan persuasif dan interaktif yang dilakukan mahasiswa terbukti mampu mencairkan suasana dan memberikan ruang aman bagi remaja untuk melepas beban psikologis mereka.

Melalui program ini, Unimed membuktikan bahwa peran mahasiswa di daerah bencana tidak hanya terbatas pada bantuan logistik, tetapi juga memberikan sentuhan psikologis yang krusial bagi masa depan masyarakat terdampak. (adz)

LANGKAT, SumutPos.co- Sebanyak 50 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed) terjun langsung ke Kampung Darussalam, Kabupaten Langkat, untuk memulihkan kondisi mental remaja korban banjir. Puncak kegiatan pendampingan psikososial ini berlangsung meriah di Taman Bacaan Masyarakat Darussalam pada Minggu (8/3/2026) lalu.

Program yang merupakan bagian dari gerakan Mahasiswa Berdampak Pasca Bencana gagasan Kemendiktisaintek ini melibatkan kolaborasi lintas jurusan, mulai dari Pendidikan Masyarakat, PGSD, Bimbingan dan Konseling (BK), hingga PAUD. Kepala Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) Unimed, Rafael Lisinus Ginting menekankan, ketahanan mental adalah kunci bagi remaja di daerah rawan bencana.

“Pendampingan ini urgen agar remaja mampu beradaptasi dengan situasi tak menentu. Kita tidak ingin generasi penerus ini menjadi kelompok yang paling lemah secara mental akibat trauma bencana,” tegas Rafael di hadapan para peserta.

Kehadiran mahasiswa yang sudah berada di lokasi sejak 18 Februari 2026 ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa setempat. Sukma, perwakilan Pemerintah Desa Telaga Said, menyebut kegiatan ini sebagai treatment yang sangat dibutuhkan. “Anak-anak muda di sini sangat gembira. Kehadiran mahasiswa membantu mereka bangkit dan ceria kembali. Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti di sini saja,” ungkap Sukma.

Dosen pendamping FIP Unimed, Asiah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, aksi ini bukan sekadar kunjungan sosial, melainkan implementasi nyata dari penelitian tim dosen mengenai pemulihan psikososial pascabencana.

Selama kegiatan, para remaja diajak berdiskusi aktif dan berbagi cerita mengenai pengalaman mereka saat banjir melanda. Pendekatan persuasif dan interaktif yang dilakukan mahasiswa terbukti mampu mencairkan suasana dan memberikan ruang aman bagi remaja untuk melepas beban psikologis mereka.

Melalui program ini, Unimed membuktikan bahwa peran mahasiswa di daerah bencana tidak hanya terbatas pada bantuan logistik, tetapi juga memberikan sentuhan psikologis yang krusial bagi masa depan masyarakat terdampak. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru