BINJAI – Setelah belasan tahun tidak tersentuh aspal hotmix, Jalan Rambutan Ujung, Kota Binjai, akhirnya mendapat perbaikan. Pengaspalan sepanjang kurang lebih 400 meter tersebut disambut gembira masyarakat yang berharap akses jalan menjadi lebih nyaman dan aman dilalui.
Perbaikan infrastruktur itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Binjai mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan menjelang akhir 2026.
Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, yang akrab disapa Jiji, turun langsung meninjau progres pengerjaan jalan tersebut. Kehadirannya dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi, terutama terkait kendaraan bertonase besar yang kerap melintas di kawasan itu.
Salah seorang warga, Ramli Lubis (70), meminta Pemko Binjai memasang portal pembatas pada ruas jalan yang baru diaspal. Menurutnya, kendaraan berat berpotensi merusak kembali jalan yang telah diperbaiki menggunakan anggaran besar.
“Tadi sudah saya sampaikan langsung ke Pak Wakil, kami minta dipasang portal. Biaya perbaikan ini kan besar. Kalau sampai masuk truk-truk besar, langsung rusak lagi jalan ini. Ujung-ujungnya masyarakat yang rugi,” kata Ramli.
Ia menjelaskan, selama ini Jalan Rambutan Ujung kerap dilalui truk yang diduga membawa muatan melebihi kapasitas jalan. Kendaraan tersebut mengangkut berbagai material, mulai dari pasir, batu, tanah urug, hingga alat berat.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera mempertimbangkan pemasangan portal atau pembatas kendaraan agar kondisi jalan yang baru diperbaiki dapat bertahan lebih lama.
“Harapan kami truk-truk alat berat itu jangan lewat sini lagi. Tapi terlepas dari itu, kami sangat berterima kasih banyak kepada Pak Wali Kota dan Pak Wakil. Kalau sudah diaspal begini, kami pun enak jalannya,” ungkapnya.
Selain menjadi akses bagi permukiman warga, Jalan Rambutan Ujung juga merupakan jalur menuju fasilitas pendidikan, yakni SMP Negeri 10 Binjai. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk pelajar dan para orang tua yang mengantar anak ke sekolah.
Pengaspalan sepanjang sekitar 400 meter ini menjadi salah satu bentuk tindak lanjut pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur yang disampaikan masyarakat.
Warga pun berharap perbaikan jalan tersebut dibarengi pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan kondisi jalan yang kini lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih nyaman, sementara aktivitas sehari-hari dan mobilitas menuju fasilitas pendidikan dapat berlangsung lebih lancar. (ted/ila)

