31 C
Medan
Friday, April 3, 2026

Diskanla Programkan Tabur Benih Ikan Bulanan di Danau Toba

Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi menabur 45 ribu benih ikan jenis nilem dan tawes di Parapat, Danau Toba belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dalam mengembalikan keberadaan ikan di Danau Toba yang setahun terakhir mengalami penurunan jumlah karena penangkapan massal, Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara (Diskanla Sumut) memprogramkan tabur benih tiap bulan. Hal ini juga dalam rangka mendukung pemerintah pusat menabur 1 juta ekor ikan.

Kepala Diskanla Sumut, Zonny Waldi mengatakan, pihaknya akan menabur benih ikan endemik Danau Toba, yakni tawes dan nilem, akhir April 2017 mendatang. Menurutnya, dengan langkah ini, diharapkan dapat mengembalikan keberadaan biota air tersebut, sebagai sumber mata pencarian masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan.

“Kami upayakan setiap bulan menabur benih ikan yang dikelola UPT. Ini tanpa budget, karena menjadi bagian dari operasional. Makanya akhir April nanti, kami tabur lagi,” ungkap Zonny, Jumat (21/4).

Selain itu, Zonny juga menyebutkan, pemerintah pusat melalui programnya, direncanakan menabur benih ikan yang sama pada Juni-Juli mendatang, sebanyak 500 ribu ekor. Saat ini, lanjutnya, pembibitan atau pembenihan tengah berjalan dan diperkirakan bisa ditebar setelah usia 2 bulan. “Diperkirakan sekitar 90 persennya berhasil (bertahan hidup) dan siap ditabur,” katanya.

Untuk pelaksanaan tabur benih tersebut, pihaknya memilih lokasi berbeda. Biasanya di kawasan Kabupaten Simalungun, tepatnya Parapat, kali ini rencananya akan mengambil daerah Kabupaten Samosir. Hal ini agar penyebarannya juga lebih luas. “Kami rencanakan di lokasi berbeda setiap bulan. Untuk yang dari program pemerintah pusat, akan ditentukan di mana lokasi yang cocok dan strategis,” beber Zonny.

Khusus untuk keberadaan ikan nila atau mujair, menurut Zonny, perlu dievaluasi. Karena jenis ikan tersebut kerap memakan ikan kecil, sehingga pengembangannya terhambat. Sebab itu, pihaknya mengembangkan ikan tawes dan nilem atau paitan, yang memakan sisa pakan dari keramba yang ada. “Makanya kami tidak lagi memprioritaskan pengembangan nila, karena endemik Danau Toba itu tawes dan nilem,” jelasnya.

Selain itu, Zonny juga mendapatkan informasi, sejumlah masyarakat sudah mulai mendapatkan hasil tangkapan ikan yang ditabur tahun lalu. Diharapkan pada masa mendatang, keberadaan ikan di Danau Toba memberikan manfaat bagi masyarakat. (bal/saz)

Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi menabur 45 ribu benih ikan jenis nilem dan tawes di Parapat, Danau Toba belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dalam mengembalikan keberadaan ikan di Danau Toba yang setahun terakhir mengalami penurunan jumlah karena penangkapan massal, Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara (Diskanla Sumut) memprogramkan tabur benih tiap bulan. Hal ini juga dalam rangka mendukung pemerintah pusat menabur 1 juta ekor ikan.

Kepala Diskanla Sumut, Zonny Waldi mengatakan, pihaknya akan menabur benih ikan endemik Danau Toba, yakni tawes dan nilem, akhir April 2017 mendatang. Menurutnya, dengan langkah ini, diharapkan dapat mengembalikan keberadaan biota air tersebut, sebagai sumber mata pencarian masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan.

“Kami upayakan setiap bulan menabur benih ikan yang dikelola UPT. Ini tanpa budget, karena menjadi bagian dari operasional. Makanya akhir April nanti, kami tabur lagi,” ungkap Zonny, Jumat (21/4).

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pembangunan Dua Unit Kantor Kejatisu Panggil Kadis PU Asahan KISARAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan, Taswir ST untuk diminta keterangannya terkait dugaan korupsi atas pembangunan dua unit kantor; Dinas Peternakan Kabupaten Asahan dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terletak di atas tanah eks HGU PT BSP(Bakrie Sumatera Plantation) Kisaran atau di depan Pengadilan Negeri (PN) Kisaran. Panggilan Kejatisu itu berdasarkan Surat Nomor: R-266/N.2.23/Dek.3/06/2012,perihal adanya dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek Pembangunan Gedung Kantor Dinas Peternakan dan Gedung Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Asahan pada Tahun Anggaran 2011. Kadis PU Asahan Taswir dalam surat tersebut diperintahkan untuk bertemu dengan Kasi I pada Asisten Intelijen Kejati Sumut ,Zulfikar Nasution,SH .Sedang informasi yang diperoleh METRO (Group Sumut Pos), pemanggilan itu erat kaitannya dengan status tanah lokasi dididrikannya kedua bangunan kantor tersebut yang status kepemilikannya belum dalam penguasaan Pemkab Asahan. Bahkan disebut kini masalah tanah tempat kedua kantor itu didirikan sedang digugat Badan Penelitian Perjuangan Tanah untuk Rakyat (BPPR) di PN Kisaran. Soalnya, tanah lokasi kantor belum memiliki sertifikat kepemilikan sebagai asset Pemkab Asahan. “Hingga kini pertapakan kedua kantor masih status tanah Negara bebas. Artinya, Pemkab belum memiliki hak untuk mendirikan bangunan,” ujar sumber METRO. Mengenai adanya gugatan BPPTR di PN Kisaran soal lahan eks HGU PBSP dan sebagian dari lahan tersebut yang di atasnya telah dibangun dua kantor yakni Dinas Peternakan dan Satuan Polisi Pamong paraja dibenarkan Wakil Ketua BPPTR Asahan, Supriadi SL sedang dalam perkara di PN Kisaran. Dikatakannya, gugatan pihaknya sedang berlangsung di PN Kisaran. Adapun yang digugat adalah Bupati Asahan, Kadis PU Asahan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pembangunan kedua kantor itu. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu,Marcos Simaremare yang dikonfirmasi, Kamis (4/10) menyatakan akan segera mengecek perkara tersebut, sehingga diketahui pastinya,sejauh mana penanganan perkara itu. (ing/smg)

Selain itu, Zonny juga menyebutkan, pemerintah pusat melalui programnya, direncanakan menabur benih ikan yang sama pada Juni-Juli mendatang, sebanyak 500 ribu ekor. Saat ini, lanjutnya, pembibitan atau pembenihan tengah berjalan dan diperkirakan bisa ditebar setelah usia 2 bulan. “Diperkirakan sekitar 90 persennya berhasil (bertahan hidup) dan siap ditabur,” katanya.

Untuk pelaksanaan tabur benih tersebut, pihaknya memilih lokasi berbeda. Biasanya di kawasan Kabupaten Simalungun, tepatnya Parapat, kali ini rencananya akan mengambil daerah Kabupaten Samosir. Hal ini agar penyebarannya juga lebih luas. “Kami rencanakan di lokasi berbeda setiap bulan. Untuk yang dari program pemerintah pusat, akan ditentukan di mana lokasi yang cocok dan strategis,” beber Zonny.

Khusus untuk keberadaan ikan nila atau mujair, menurut Zonny, perlu dievaluasi. Karena jenis ikan tersebut kerap memakan ikan kecil, sehingga pengembangannya terhambat. Sebab itu, pihaknya mengembangkan ikan tawes dan nilem atau paitan, yang memakan sisa pakan dari keramba yang ada. “Makanya kami tidak lagi memprioritaskan pengembangan nila, karena endemik Danau Toba itu tawes dan nilem,” jelasnya.

Selain itu, Zonny juga mendapatkan informasi, sejumlah masyarakat sudah mulai mendapatkan hasil tangkapan ikan yang ditabur tahun lalu. Diharapkan pada masa mendatang, keberadaan ikan di Danau Toba memberikan manfaat bagi masyarakat. (bal/saz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru