29 C
Medan
Monday, February 23, 2026

Pelantikan PC HIMMAH Kota Tebingtinggi, Pengurus Pusat Dinilai Abaikan Semangat Kader

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebingtinggi Periode 2026–2028 berlangsung penuh polemik dan kekecewaan.

Ketidakhadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat HIMMAH RI memicu kritik tajam dari Ketua PC HIMMAH Kota Tebingtinggi, Irgi Ahmad Fahrezi, yang menilai sikap tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap semangat kader di daerah, Jumat (20/2).

Dalam sambutannya, Irgi menegaskan bahwa amanah sebagai Ketua PC HIMMAH Kota Tebingtinggi merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankannya dengan integritas dan komitmen tinggi bersama seluruh jajaran pengurus.

“Saya bersama pengurus akan bekerja maksimal untuk memperkuat organisasi dan mewujudkan tujuan bersama demi kemajuan HIMMAH di Kota Tebingtinggi,” tegas Irgi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Tebingtinggi, Wali Kota Tebingtinggi, serta PD Al-Washliyah Kota Tebingtinggi dan berbagai organisasi kemahasiswaan yang turut mendukung pelantikan tersebut.

Namun suasana pelantikan berubah menjadi sorotan keras ketika Irgi secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) HIMMAH RI.

Menurutnya, momentum penting dalam sejarah berdirinya PC HIMMAH Kota Tebingtinggi justru tidak mendapatkan perhatian dari pimpinan tertinggi organisasi.

“Kami sangat kecewa. Ini adalah pelantikan perdana dalam sejarah HIMMAH di Kota Tebingtinggi, tetapi justru diabaikan oleh pimpinan pusat. Sikap ini mematahkan semangat juang kader di daerah,” ujarnya dengan nada tegas.

Irgi bahkan menilai ketidakhadiran tersebut mencerminkan kurangnya kedewasaan dalam kepemimpinan organisasi.
Terutama setelah dinamika Konferensi Wilayah HIMMAH Sumut yang dinilai belum disikapi secara bijaksana oleh pengurus pusat.

“Alih-alih merangkul dan memperbaiki hubungan pascadinamika organisasi, pengurus pusat justru terkesan membungkam dan melemahkan semangat kader. Ini menjadi preseden buruk bagi masa depan organisasi,” katanya.

Meski demikian, Irgi menegaskan bahwa kekecewaan tersebut tidak akan menghentikan langkah PC HIMMAH Kota Tebingtinggi.
Ia memastikan pihaknya akan terus bergerak, memperjuangkan aspirasi kader, serta membuktikan kapasitas organisasi di tingkat daerah.

“Kami tidak akan diam. Kami akan terus bersuara dan membuktikan bahwa HIMMAH Kota Tebingtinggi mampu berdiri kuat tanpa bergantung pada sikap pengurus pusat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pengurus dan kader untuk tetap solid dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai motivasi memperkuat organisasi.
“Kita tidak akan menyerah, tidak akan kalah, dan tidak akan pernah bisa dibungkam. HIMMAH Kota Tebingtinggi adalah satu kekuatan,” tandas Irgi.

Dengan semangat perjuangan yang tinggi, PC HIMMAH Kota Tebingtinggi berkomitmen terus berkembang menjadi organisasi yang kuat, mandiri, dan berprestasi, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kader daerah tidak dapat dilemahkan oleh sikap pengurus pusat. (mag-3/azw)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebingtinggi Periode 2026–2028 berlangsung penuh polemik dan kekecewaan.

Ketidakhadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat HIMMAH RI memicu kritik tajam dari Ketua PC HIMMAH Kota Tebingtinggi, Irgi Ahmad Fahrezi, yang menilai sikap tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap semangat kader di daerah, Jumat (20/2).

Dalam sambutannya, Irgi menegaskan bahwa amanah sebagai Ketua PC HIMMAH Kota Tebingtinggi merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankannya dengan integritas dan komitmen tinggi bersama seluruh jajaran pengurus.

“Saya bersama pengurus akan bekerja maksimal untuk memperkuat organisasi dan mewujudkan tujuan bersama demi kemajuan HIMMAH di Kota Tebingtinggi,” tegas Irgi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Tebingtinggi, Wali Kota Tebingtinggi, serta PD Al-Washliyah Kota Tebingtinggi dan berbagai organisasi kemahasiswaan yang turut mendukung pelantikan tersebut.

Namun suasana pelantikan berubah menjadi sorotan keras ketika Irgi secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) HIMMAH RI.

Menurutnya, momentum penting dalam sejarah berdirinya PC HIMMAH Kota Tebingtinggi justru tidak mendapatkan perhatian dari pimpinan tertinggi organisasi.

“Kami sangat kecewa. Ini adalah pelantikan perdana dalam sejarah HIMMAH di Kota Tebingtinggi, tetapi justru diabaikan oleh pimpinan pusat. Sikap ini mematahkan semangat juang kader di daerah,” ujarnya dengan nada tegas.

Irgi bahkan menilai ketidakhadiran tersebut mencerminkan kurangnya kedewasaan dalam kepemimpinan organisasi.
Terutama setelah dinamika Konferensi Wilayah HIMMAH Sumut yang dinilai belum disikapi secara bijaksana oleh pengurus pusat.

“Alih-alih merangkul dan memperbaiki hubungan pascadinamika organisasi, pengurus pusat justru terkesan membungkam dan melemahkan semangat kader. Ini menjadi preseden buruk bagi masa depan organisasi,” katanya.

Meski demikian, Irgi menegaskan bahwa kekecewaan tersebut tidak akan menghentikan langkah PC HIMMAH Kota Tebingtinggi.
Ia memastikan pihaknya akan terus bergerak, memperjuangkan aspirasi kader, serta membuktikan kapasitas organisasi di tingkat daerah.

“Kami tidak akan diam. Kami akan terus bersuara dan membuktikan bahwa HIMMAH Kota Tebingtinggi mampu berdiri kuat tanpa bergantung pada sikap pengurus pusat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pengurus dan kader untuk tetap solid dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai motivasi memperkuat organisasi.
“Kita tidak akan menyerah, tidak akan kalah, dan tidak akan pernah bisa dibungkam. HIMMAH Kota Tebingtinggi adalah satu kekuatan,” tandas Irgi.

Dengan semangat perjuangan yang tinggi, PC HIMMAH Kota Tebingtinggi berkomitmen terus berkembang menjadi organisasi yang kuat, mandiri, dan berprestasi, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kader daerah tidak dapat dilemahkan oleh sikap pengurus pusat. (mag-3/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru