Gelar Silaturahim se-Sumut di Labura, Dihadiri Ribuan Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Alkholidi

LABURA – Ribuan jamaah menghadiri kegiatan silaturahim mursyid, khalifah, sarifah dan jamaah Tarekat Naqsabandiyah Alkholidi se-Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di Aek Kotabatu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Selasa (22/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Tuan Guru Babussalam, Langkat, Syekh Zikmal Fuad beserta rombongan.

Acara diinisiasi oleh Kaharuddin Syah Sitorus bersama keluarga sebagai ajang mempererat ukhuwah dan silaturahim antarsesama pengamal tarekat.

Selain jamaah, kegiatan juga dihadiri para tuan guru persulukan dan pertawajuhan dari Kabupaten Simalungun, Asahan, Padanglawas Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, serta jemaah yang datang dari Provinsi Riau.

Koordinator acara, Syekh Iskandar Muda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut terselenggara atas dukungan penuh keluarga Kaharuddin Syah Sitorus.

Awalnya, kata dia acara itu hanya untuk wilayah Labuhanbatu Raya. Namun kemudian, banyak daerah lain yang ikut partisipasi hadir.

Dalam tausiahnya, Syekh Zikmal Fuad mengulas sejarah Tarekat Naqsabandiyah Alkholidi yang dipimpin Syekh Abdul Wahab Rokan. Ia juga menjelaskan keterkaitan sejarah tarekat tersebut dengan Kabupaten Labuhanbatu Utara yang menjadi salah satu tonggak berdirinya Kampung Masjid.

Turut menghadiri kegiatan tersebut Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus, bersama Wakil Bupati Syamsul Tanjung, Ketua DPRD Labura, Rimba Bertuah Sitorus, Kepala Bank Sumut Rantauprapat, Indrasyah Edison, Kapolsek NA IX-X, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para jemaah yang memadati lokasi.

Kaharuddin Syah Sitorus dalam sambutannya mengaku mengikrarkan diri sebagai khadamul mursyid. Sosok seseorang yang mencintai dan meladeni mursyid.

Menurutnya, ketika para mursyid mengajukan rencana dirinya akan mengiyakannya disusul akan berpikir kemudian. Berbeda dengan instansi-instansi tertentu jika mengusulkan sesuatu hal, akan dipikir dahulu kemudian mengiyakannya.

“Itulah bedanya. Saya akan berupaya meladeni para mursyid,” jelasnya.

Senada, Wabup Labura, Syamsul Tanjung merasa mengapresiasi acara yang terselenggara. Menurutnya, hubungan keakraban antara Labura dengan Basilam Langkat sejak dahulu telah terbina.

Katanya, ketika tuan Syekh Abdul Wahab Rokan berkunjung beberapa waktu lalu ke Kualuh yang kemudian hari dikenal dengan nama Kampung Masjid.

“Banyak mursyid di Labura. Dan menyebabkan Labura dikenal sebagai daerah suluk,” jelasnya.

Syekh Zikmal Fuad dalam kesempatan itu juga menghadiahkan sejumlah buku karyanya kepada Buyung Sitorus dengan harapan mantan Bupati Labura dia periode itu akan mengikuti langkah Raja Langkat pertama yang meninggalkan kekuasaannya untuk mengikuti belajar dan mengamalkan ilmu tarekat di Basilam.

“Semoga pada akhirnya Haji Buyung Sitorus akan ikut menapaki jejak raja Langkat. Dan mengamalkan ilmu tarekat Naqsabandiyah Alkholidi,” pungkasnya. (fdh/azw)

LABURA – Ribuan jamaah menghadiri kegiatan silaturahim mursyid, khalifah, sarifah dan jamaah Tarekat Naqsabandiyah Alkholidi se-Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di Aek Kotabatu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Selasa (22/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Tuan Guru Babussalam, Langkat, Syekh Zikmal Fuad beserta rombongan.

Acara diinisiasi oleh Kaharuddin Syah Sitorus bersama keluarga sebagai ajang mempererat ukhuwah dan silaturahim antarsesama pengamal tarekat.

Selain jamaah, kegiatan juga dihadiri para tuan guru persulukan dan pertawajuhan dari Kabupaten Simalungun, Asahan, Padanglawas Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, serta jemaah yang datang dari Provinsi Riau.

Koordinator acara, Syekh Iskandar Muda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut terselenggara atas dukungan penuh keluarga Kaharuddin Syah Sitorus.

Awalnya, kata dia acara itu hanya untuk wilayah Labuhanbatu Raya. Namun kemudian, banyak daerah lain yang ikut partisipasi hadir.

Dalam tausiahnya, Syekh Zikmal Fuad mengulas sejarah Tarekat Naqsabandiyah Alkholidi yang dipimpin Syekh Abdul Wahab Rokan. Ia juga menjelaskan keterkaitan sejarah tarekat tersebut dengan Kabupaten Labuhanbatu Utara yang menjadi salah satu tonggak berdirinya Kampung Masjid.

Turut menghadiri kegiatan tersebut Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus, bersama Wakil Bupati Syamsul Tanjung, Ketua DPRD Labura, Rimba Bertuah Sitorus, Kepala Bank Sumut Rantauprapat, Indrasyah Edison, Kapolsek NA IX-X, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para jemaah yang memadati lokasi.

Kaharuddin Syah Sitorus dalam sambutannya mengaku mengikrarkan diri sebagai khadamul mursyid. Sosok seseorang yang mencintai dan meladeni mursyid.

Menurutnya, ketika para mursyid mengajukan rencana dirinya akan mengiyakannya disusul akan berpikir kemudian. Berbeda dengan instansi-instansi tertentu jika mengusulkan sesuatu hal, akan dipikir dahulu kemudian mengiyakannya.

“Itulah bedanya. Saya akan berupaya meladeni para mursyid,” jelasnya.

Senada, Wabup Labura, Syamsul Tanjung merasa mengapresiasi acara yang terselenggara. Menurutnya, hubungan keakraban antara Labura dengan Basilam Langkat sejak dahulu telah terbina.

Katanya, ketika tuan Syekh Abdul Wahab Rokan berkunjung beberapa waktu lalu ke Kualuh yang kemudian hari dikenal dengan nama Kampung Masjid.

“Banyak mursyid di Labura. Dan menyebabkan Labura dikenal sebagai daerah suluk,” jelasnya.

Syekh Zikmal Fuad dalam kesempatan itu juga menghadiahkan sejumlah buku karyanya kepada Buyung Sitorus dengan harapan mantan Bupati Labura dia periode itu akan mengikuti langkah Raja Langkat pertama yang meninggalkan kekuasaannya untuk mengikuti belajar dan mengamalkan ilmu tarekat di Basilam.

“Semoga pada akhirnya Haji Buyung Sitorus akan ikut menapaki jejak raja Langkat. Dan mengamalkan ilmu tarekat Naqsabandiyah Alkholidi,” pungkasnya. (fdh/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru