MEDAN – Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Karo dan Langkat semakin mengkhawatirkan. Setengah badan jalan di kawasan Kebun Durian, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, ambruk akibat tergerus aliran air dan kini mengancam kelancaran akses transportasi masyarakat.
Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Salmon Sumihar Sagala SE, mendesak Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut segera mengambil langkah nyata untuk menangani kerusakan tersebut.
Menurut Salmon, kondisi jalan yang telah mengalami amblas dan longsor sejak beberapa bulan lalu itu tidak boleh dibiarkan semakin parah. Sebab, apabila badan jalan kembali tergerus dan putus total, akses masyarakat dari Karo menuju Langkat maupun sebaliknya berpotensi terganggu.
“Ini menjadi warning bagi Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat. Jangan sampai arus transportasi terputus dan masyarakat akhirnya terisolasi,” tegas Salmon kepada wartawan, Selasa (22/9), melalui sambungan telepon dari Kabanjahe saat melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Karo.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, kondisi badan jalan yang semakin menyempit membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas. Terlebih bagi kendaraan roda empat yang melintasi kawasan tersebut.
Salmon menyebutkan, kerusakan jalan sebenarnya telah mendapat perhatian dari pemerintah. Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti bahkan disebut telah turun langsung meninjau lokasi jalan yang mengalami kerusakan.
Namun, hingga kini belum terlihat pekerjaan perbaikan permanen di lokasi tersebut. Kondisi itu, lanjut Salmon, membuat masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut merasa resah. Tidak hanya pengendara, anak-anak sekolah yang melintasi kawasan itu juga terancam keselamatannya.
Ironisnya, karena penanganan belum dilakukan secara permanen, masyarakat Desa Telagah dan sekitarnya akhirnya berinisiatif bergotong royong membuat jembatan darurat menggunakan batang pohon kelapa.
Upaya warga tersebut dilakukan agar akses transportasi tetap terbuka dan kendaraan roda empat masih dapat melintas di kawasan jalan yang sebagian badan jalannya telah ambruk.
“Kita salut kepada masyarakat Desa Telagah dan sekitarnya yang masih memiliki rasa peduli dan kemanusiaan. Mereka kompak bergotong royong memperbaiki badan jalan yang longsor guna menghindari jatuhnya korban saat melintas di kawasan itu,” ujar Salmon.
Anggota Komisi B DPRD Sumut tersebut menegaskan, jembatan darurat yang dibangun secara swadaya masyarakat tidak bisa menjadi solusi jangka panjang. Pemerintah provinsi harus segera membangun dan memperkuat kembali badan jalan secara permanen.
“Secara swadaya masyarakat, ini sifatnya hanya sementara. Tidak bisa dijadikan solusi untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dalam jangka panjang,” katanya.
Salmon berharap Dinas BMBKCK Sumut bergerak cepat menangani badan jalan yang amblas tersebut. Selain memperbaiki kerusakan, pemerintah juga diminta memperkuat struktur jalan dan membangun sistem pengamanan terhadap gerusan air agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kita berharap adanya gerak cepat dari Dinas BMBKCK Sumut melakukan penanganan terhadap badan jalan yang amblas, termasuk memperkuat struktur jalan dan mengantisipasi kembali terjadinya longsor akibat gerusan air, agar akses Karo-Langkat bisa segera teratasi,” ujarnya.
Salmon mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu hingga badan jalan tersebut benar-benar putus dan masyarakat terisolasi baru mengambil tindakan.
Menurutnya, pemeliharaan jalan provinsi yang menjadi akses penting masyarakat harus dilakukan secara berkala. Terlebih, jalur Karo-Langkat memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi kedua wilayah.
“Jangan menunggu jalan sampai putus total dan masyarakat terisolasi baru diperbaiki. Saatnya dilakukan pembangunan dan perawatan secara berkala setiap tahun, karena sejak jalan provinsi ini dibangun, belum pernah dilakukan perbaikan dan pemeliharaan yang memadai,” pungkasnya. (map/ila)

