Dairi, SUMUTPOS.CO – Hingga pertengahan Februari 2026, baru ada 122 lahan indikatif untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di 169 Desa/Kelurahan di Kabupaten Dairi. Meski jumlah ini mencerminkan kemajuan, sebagian besar lahan dinilai belum siap dibangun karena hasil survei menunjukkan lokasi tidak memadai atau tidak strategis.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Dairi Frianto Naibaho, menjelaskan, masih ada 47 Desa/Kelurahan yang belum menginventarisir lahan untuk gerai KMP. “Jumlah Desa yang sudah menginventarisir lahan indikatif baru 122 dari 169 Desa/Kelurahan. Sisanya belum memiliki lahan,” ujar Frianto saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Program pembangunan gerai KMP Desa/Kelurahan dimulai dengan penyediaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi. Lahan yang disiapkan merupakan milik pemerintah desa atau barang milik daerah yang dipinjam pakai. Untuk tanah yang dihibahkan masyarakat, pengelolaannya harus diserahkan ke Pemerintah Desa. Setelah itu, Kodim 0206 Dairi bertugas membangun gerai.
Frianto menambahkan, hingga 19 Februari 2026, sebanyak 75 gerai KMP telah berdiri dan dibangun. Progres pembangunan dimulai pada Desember 2025 lalu. “Pemegang kontrak pembangunan gerai KMP Desa/Kelurahan adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara, yaitu PT Agronas Pangan Nusantara,” jelasnya.
Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan di Dairi sendiri telah terbentuk di seluruh 169 Desa/Kelurahan dan secara resmi diluncurkan pada Juli 2025. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi desa serta memperkuat sektor koperasi di tingkat lokal.
Meski begitu, keterbatasan lahan strategis menjadi tantangan utama percepatan pembangunan gerai. Pemerintah daerah terus mendorong percepatan inventarisasi dan penyediaan lahan agar seluruh desa dapat segera memiliki gerai KMP yang berfungsi optimal bagi masyarakat. (rud/ila)
Dairi, SUMUTPOS.CO – Hingga pertengahan Februari 2026, baru ada 122 lahan indikatif untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di 169 Desa/Kelurahan di Kabupaten Dairi. Meski jumlah ini mencerminkan kemajuan, sebagian besar lahan dinilai belum siap dibangun karena hasil survei menunjukkan lokasi tidak memadai atau tidak strategis.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Dairi Frianto Naibaho, menjelaskan, masih ada 47 Desa/Kelurahan yang belum menginventarisir lahan untuk gerai KMP. “Jumlah Desa yang sudah menginventarisir lahan indikatif baru 122 dari 169 Desa/Kelurahan. Sisanya belum memiliki lahan,” ujar Frianto saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Program pembangunan gerai KMP Desa/Kelurahan dimulai dengan penyediaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi. Lahan yang disiapkan merupakan milik pemerintah desa atau barang milik daerah yang dipinjam pakai. Untuk tanah yang dihibahkan masyarakat, pengelolaannya harus diserahkan ke Pemerintah Desa. Setelah itu, Kodim 0206 Dairi bertugas membangun gerai.
Frianto menambahkan, hingga 19 Februari 2026, sebanyak 75 gerai KMP telah berdiri dan dibangun. Progres pembangunan dimulai pada Desember 2025 lalu. “Pemegang kontrak pembangunan gerai KMP Desa/Kelurahan adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara, yaitu PT Agronas Pangan Nusantara,” jelasnya.
Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan di Dairi sendiri telah terbentuk di seluruh 169 Desa/Kelurahan dan secara resmi diluncurkan pada Juli 2025. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi desa serta memperkuat sektor koperasi di tingkat lokal.
Meski begitu, keterbatasan lahan strategis menjadi tantangan utama percepatan pembangunan gerai. Pemerintah daerah terus mendorong percepatan inventarisasi dan penyediaan lahan agar seluruh desa dapat segera memiliki gerai KMP yang berfungsi optimal bagi masyarakat. (rud/ila)