30 C
Medan
Friday, July 12, 2024

Zona Merah di Sumut Tinggal 3 Daerah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai berkurang. Jika pada pekan lalu ada delapan daerah, pada pekan ini zona merah tinggal tiga daerah, yaitu Kota Medan, Kabupaten Toba, dan Simalungun. Hal ini berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 22 Agustus 2021.

Untuk daerah zona oranye (risiko sedang), otomatis saat ini jumlahnya meningkat menjadi 24 kabupaten/kota dari minggu sebelumnya 21 kabupaten/kota. Daerah zona oranye tersebut, antara lain Pakpak Bharatn

Samosir, Nias Barat, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas. Selanjutnya, Deli Serdang, Dairi, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Karo, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Binjai, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Langkat, Asahan, dan Pematangsiantar.

Sementara, untuk zona kuning (risiko rendah) jumlahnya meningkat menjadi enam daerah dibanding minggu lalu yang berjumlah empat daerah. Enam daerah zona kuning tersebut, yakni Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Nias, Tapanuli Selatan, Nias Utara, dan Nias Selatan. Untuk daerah zona hijau masih sama seperti minggu lalu, nihil.

Terpisah, berdasarkan update perkembangan kasus Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes melalui BNPB, Sumut mencatatkan penambahan kasus sembuh 2.030 orang, sehingga totalnya naik dari 6.3752 menjadi 65.782 orang. Secara nasional, jumlah itu menempatkan Sumut menjadi provinsi tertinggi ketiga dalam menyumbangkan 33.703 kasus sembuh di Indonesia.

Terkait penambahan kasus baru positif, Sumut tercatat memperoleh 1.020 kasus sehingga totalnya naik dari 90.717 menjadi 91.737 orang. Dengan jumlah itu, Sumut juga menjadi daerah tertinggi ketiga dalam menyumbangkan 18.671 kasus baru nasional.

Kemudian, untuk kasus kematian, Sumut mencatatkan penambahan 28 orang, sehingga kasusnya naik dari 2.166 menjadi 2.194 orang. Dari jumlah itu, Sumut menjadi Provinsi tertinggi ke-10 menyumbangkan 1.041 kasus kematian di Tanah Air. Oleh karena itu, dengan data tersebut membuat kasus aktif Covid-19 Sumut turun sebesar 1.038 poin dari 24.799 menjadi 23.761 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, menurunnya zona merah kabupaten/kota di Sumut, salah satunya karena faktor kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. “Masyarakat mulai sadar akan pentingnya prokes. Menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan, semakin melekat dalam setiap aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, sambung Aris, menurunnya zona merah di Sumut juga dipengaruhi 3T yaitu testing, tracing, treatment, terutama di wilayah yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di samping itu, juga vaksinasi. “Kami juga terus fokus melakukan 3T, untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Di sisi lain, vaksinasi terus berjalan,” katanya singkat melalui sambungan seluler. (ris)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai berkurang. Jika pada pekan lalu ada delapan daerah, pada pekan ini zona merah tinggal tiga daerah, yaitu Kota Medan, Kabupaten Toba, dan Simalungun. Hal ini berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 22 Agustus 2021.

Untuk daerah zona oranye (risiko sedang), otomatis saat ini jumlahnya meningkat menjadi 24 kabupaten/kota dari minggu sebelumnya 21 kabupaten/kota. Daerah zona oranye tersebut, antara lain Pakpak Bharatn

Samosir, Nias Barat, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas. Selanjutnya, Deli Serdang, Dairi, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Karo, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Binjai, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Langkat, Asahan, dan Pematangsiantar.

Sementara, untuk zona kuning (risiko rendah) jumlahnya meningkat menjadi enam daerah dibanding minggu lalu yang berjumlah empat daerah. Enam daerah zona kuning tersebut, yakni Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Nias, Tapanuli Selatan, Nias Utara, dan Nias Selatan. Untuk daerah zona hijau masih sama seperti minggu lalu, nihil.

Terpisah, berdasarkan update perkembangan kasus Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes melalui BNPB, Sumut mencatatkan penambahan kasus sembuh 2.030 orang, sehingga totalnya naik dari 6.3752 menjadi 65.782 orang. Secara nasional, jumlah itu menempatkan Sumut menjadi provinsi tertinggi ketiga dalam menyumbangkan 33.703 kasus sembuh di Indonesia.

Terkait penambahan kasus baru positif, Sumut tercatat memperoleh 1.020 kasus sehingga totalnya naik dari 90.717 menjadi 91.737 orang. Dengan jumlah itu, Sumut juga menjadi daerah tertinggi ketiga dalam menyumbangkan 18.671 kasus baru nasional.

Kemudian, untuk kasus kematian, Sumut mencatatkan penambahan 28 orang, sehingga kasusnya naik dari 2.166 menjadi 2.194 orang. Dari jumlah itu, Sumut menjadi Provinsi tertinggi ke-10 menyumbangkan 1.041 kasus kematian di Tanah Air. Oleh karena itu, dengan data tersebut membuat kasus aktif Covid-19 Sumut turun sebesar 1.038 poin dari 24.799 menjadi 23.761 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, menurunnya zona merah kabupaten/kota di Sumut, salah satunya karena faktor kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. “Masyarakat mulai sadar akan pentingnya prokes. Menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan, semakin melekat dalam setiap aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, sambung Aris, menurunnya zona merah di Sumut juga dipengaruhi 3T yaitu testing, tracing, treatment, terutama di wilayah yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di samping itu, juga vaksinasi. “Kami juga terus fokus melakukan 3T, untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Di sisi lain, vaksinasi terus berjalan,” katanya singkat melalui sambungan seluler. (ris)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/