DAIRI- Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Dairi memperkuat sinergi strategis guna menggenjot produktivitas serta memperluas areal tanam komoditas unggulan daerah, yakni kopi dan kakao. Langkah ini difokuskan melalui optimalisasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mendampingi para petani secara langsung di lapangan.
Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, dalam pertemuan dan diskusi bersama para PPL di Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Dairi, Sabtu (24/10).
Kegiatan penting ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, didampingi Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi, Kesti Rusda Angkat.
Dalam pemaparannya, Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa peralihan status PPL yang kini berada di bawah naungan langsung Kementerian Pertanian merupakan bentuk penyesuaian administrasi.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan tugas, fungsi, and tanggung jawab penyuluhan di lapangan tetap berorientasi penuh pada kebutuhan serta pembangunan sektor pertanian di daerah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya pencapaian target pengembangan komoditas unggulan daerah. Melalui program peremajaan tanaman (replanting) serta perluasan areal tanam baru, produktivitas perkebunan kopi and kakao di Dairi diharapkan mampu meningkat secara signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, menyambut baik kunjungan kerja jajaran Kementan. Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan konstruktif yang diberikan guna meningkatkan kapasitas para PPL sekaligus mendongkrak potensi perkebunan lokal.
Wahyu menegaskan bahwa para PPL harus terus meningkatkan kompetensi, kapabilitas, serta menunjukkan keseriusan dalam mendampingi para petani lokal.
Baginya, meskipun secara administratif berada di bawah kementerian pusat, peran sentral penyuluh tetap menjadi tulang punggung kemajuan pertanian di Kabupaten Dairi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Dairi Kesty Angkat, memaparkan data capaian serta target program pengembangan sektor perkebunan di wilayahnya.
Seperti, komoditas kopi (Target 2026: 1.300 hektare), perluasan areal baru ditargetkan seluas 900 hektare (realisasi saat ini mencapai 311 hektare), peremajaan tanaman ditargetkan seluas 400 hektare (realisasi saat ini mencapai 100 hektare), potensi peremajaan kopi di Dairi meliputi 418 hektare kopi arabika dan 686 hektare kopi robusta.
Kemudian, komoditas Kakao (Target 2026: 400 Hektare), pengembangan difokuskan melalui perluasan areal seluas 400 hektare serta potensi peremajaan kakao tercatat seluas 150 hektare yang tersebar merata di delapan kecamatan. (rud/ila)

