MEDAN, SumutPos.co— Politeknik Negeri Medan (Polmed) terus memperkuat komitmennya dalam menggerakkan perekonomian kerakyatan melalui Tridarma Perguruan Tinggi. Terbaru, tim dosen Polmed menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memfokuskan penguatan ekosistem halal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kedai Amad Jenggot, Jalan Eka Warni, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 15 pelaku usaha kuliner ini dirancang secara komprehensif untuk mendongkrak kapasitas bisnis lokal. Fokus utama pelatihan mencakup edukasi serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB), percepatan proses sertifikasi halal, tata kelola keuangan, inovasi produk, hingga penerapan strategi digital branding. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari sekitar lokasi acara, tetapi juga dari berbagai wilayah lain yang antusias mengikuti pendampingan guna menaikkan kelas usahanya.
Selain pendampingan manajerial dan legalitas, tim PKM Polmed juga menyerahkan bantuan peralatan usaha senilai Rp4,7 juta secara khusus kepada Kedai Amad Jenggot selaku mitra utama yang dikelola oleh Yulva Efendi. Bantuan tersebut meliputi satu unit oven dua pintu, penggiling kopi listrik, serta mesin kopi berkapasitas 1,6 liter. Kehadiran perangkat modern ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi kedai yang terkenal dengan menu andalan bercita rasa kari, seperti lontong kari, mi kari, nasi kari, dan roti jala.

Ketua Tim PKM Polmed, Marlya Fatira AK., S.E., M.Si., yang juga aktif sebagai praktisi pendamping proses produk halal di Halal Center Mathla’ul Anwar Sumatera Utara, menjelaskan bahwa penguatan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Legalitas usaha dan sertifikasi halal merupakan bagian penting dalam membangun usaha yang tertib dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Karena itu, pelaku UMKM perlu memahami prosesnya sekaligus menerapkan prinsip jaminan produk halal secara konsisten dalam kegiatan usaha sehari-hari,” tegas Marlya saat membawakan materi bertajuk “Kebijakan Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal”.
Program pengabdian ini melibatkan tim dosen multidisiplin yang masing-masing membidangi sektor krusial dalam pengembangan bisnis kuliner. Anriza Witi Nasution, S.E., M.Si., memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya seleksi bahan baku dan ketertelusuran proses produksi melalui materi “Pengetahuan Produk dan Jaminan Produk Halal”.
Di sektor finansial, Susilawati, S.E., M.Si., membekali para peserta dengan modul “Tata Kelola Keuangan Usaha Kuliner” guna mendorong pencatatan arus kas pemasukan dan pengeluaran secara tertib dan akuntabel. Sementara itu, Mardelia Desfrida, S.E., M.Si., mempertajam aspek komersial melalui materi “Inovasi Produk dan Digital Branding Usaha Kuliner”, yang mengarahkan pelaku usaha untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas jangkauan pasar.
Berdasarkan hasil pemetaan awal yang dilakukan oleh tim Polmed, tercatat ada sekitar 50 UMKM makanan dan minuman di kawasan Medan Johor yang berpotensi membutuhkan pendampingan serupa, khususnya dalam hal legalitas dan sertifikasi halal. Temuan ini menjadi landasan bagi Polmed untuk terus membuka diri dalam memfasilitasi kebutuhan para pelaku usaha di Sumatera Utara, didukung oleh tenaga ahli dan praktisi penyelia halal yang berkompeten di kampusnya.
Melalui sinergi antara dunia akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha ini, Polmed berharap ekosistem halal di Sumatera Utara semakin kokoh, sehingga produk-produk lokal mampu bersaing secara sehat, transparan, dan berkelanjutan di pasar yang lebih luas. (adz)

