33 C
Medan
Wednesday, July 17, 2024

Stop Ojol di Tebingtinggi, Parbetor Geruduk Kantor Wali Kota

sopian/sumut pos
TOLAK OJOL: Puluhan perbetor berunjukrasa menolak Ojol beroperasi di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ratusan pengemudi becak bermotor (Parbetor) berunjukrasa di depan kantor Wali Kota Tebingtinggi, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (28/1). Mereka menuntut Ojek Online (Ojol) agar tidak beroperasi di Kota Tebingtinggi.

Unjukrasa penarik becak bermotor ini merupakan untuk yang ketiga kalinya. Sebab dengan keberadaan Ojol, penghasilan mereka sangat berkurang.

“Kami minta kepada Wali Kota untuk menghentikan operasional Ojol di kota Tebingtinggi. Selain tidak ada ijinnya, keberadaan Ojol penghasilan kami sangat turun drastis,”ujar Taufik Siregar, koordinator aksi.

Apabila Pemko dan pejabat setempat tidak menanggapi aspirasi kami, lanjut Taufik, massa yang lebih besar akan kembali turun berunjukrasa di kantor Wali Kota.

Menanggapi aspirasi penarik betor tersebut, Kadis Kominfo Kota Tebingtinggi, Dedi P Siagian mengaku tidak punya daya memberhentikan Ojol karena ijin operasional dan pemilik Aplikator berada di pusat.

Namun lanjut Dedi, pihaknya akan menyurati Kementerian Kominfo agar melayangkan surat ke daerah-daerah Ojol beroperasi yang dianggap menimbulkan ketimpangan sosial, dan dianggap tidak kondusif.

“Akan segera kita ambil kebijakan agar tidak ada korban,”imbuhnya.

Sementara itu, Elina, salah satu pengguna Ojol mengaku kurang terima bila transportasi online ditutup. Dengan adanya Ojol, menunjukkan di Kota Tebingtinggi semakin maju. Dimana masyarakat meng gunakan hp android, pesanan makanan mudah dan cepat. Dan menumpangi Ojol juga, penumpangnya sudah mendapat asuransi.

“Rezeki kan Tuhan yang mengatur, tidak semua orang bisa naik Ojol. Penumpangnya kan sudah tertentu, saya tidak setuju kalau Ojol dilarang beroperasi di Tebingtinggi,”pungkasnya. (ian/han)

sopian/sumut pos
TOLAK OJOL: Puluhan perbetor berunjukrasa menolak Ojol beroperasi di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ratusan pengemudi becak bermotor (Parbetor) berunjukrasa di depan kantor Wali Kota Tebingtinggi, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (28/1). Mereka menuntut Ojek Online (Ojol) agar tidak beroperasi di Kota Tebingtinggi.

Unjukrasa penarik becak bermotor ini merupakan untuk yang ketiga kalinya. Sebab dengan keberadaan Ojol, penghasilan mereka sangat berkurang.

“Kami minta kepada Wali Kota untuk menghentikan operasional Ojol di kota Tebingtinggi. Selain tidak ada ijinnya, keberadaan Ojol penghasilan kami sangat turun drastis,”ujar Taufik Siregar, koordinator aksi.

Apabila Pemko dan pejabat setempat tidak menanggapi aspirasi kami, lanjut Taufik, massa yang lebih besar akan kembali turun berunjukrasa di kantor Wali Kota.

Menanggapi aspirasi penarik betor tersebut, Kadis Kominfo Kota Tebingtinggi, Dedi P Siagian mengaku tidak punya daya memberhentikan Ojol karena ijin operasional dan pemilik Aplikator berada di pusat.

Namun lanjut Dedi, pihaknya akan menyurati Kementerian Kominfo agar melayangkan surat ke daerah-daerah Ojol beroperasi yang dianggap menimbulkan ketimpangan sosial, dan dianggap tidak kondusif.

“Akan segera kita ambil kebijakan agar tidak ada korban,”imbuhnya.

Sementara itu, Elina, salah satu pengguna Ojol mengaku kurang terima bila transportasi online ditutup. Dengan adanya Ojol, menunjukkan di Kota Tebingtinggi semakin maju. Dimana masyarakat meng gunakan hp android, pesanan makanan mudah dan cepat. Dan menumpangi Ojol juga, penumpangnya sudah mendapat asuransi.

“Rezeki kan Tuhan yang mengatur, tidak semua orang bisa naik Ojol. Penumpangnya kan sudah tertentu, saya tidak setuju kalau Ojol dilarang beroperasi di Tebingtinggi,”pungkasnya. (ian/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/