28 C
Medan
Friday, April 4, 2025

Pilkada 2018 Berdampak Penurunan Belanja

Tengku Erry Nuradi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tengku Erry Nuradi menyebutkan Anggara Pendapat Belanja Daerah (APBD) mengalami defisit. Tidak tanggung-tanggung, defisit APBD 2018 diproyeksikan sebesar Rp785 Miliar.

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi mengatakan pendapatan pada R-APBD 2018 berjumlah Rp12,686 triliun. Sedangkan, jumlah belanja Rp13.471 triliun.

โ€œAda defisit Rp785 Miliar,โ€ aku Tengku Erry Nuradi saat membacakan nota keuangan R-APBD 2018 di gedung dewan, Selasa (28/11).

Meski mengalami defisit, Gubsu menyebut Rencana-APBD 2018 sebesar Rp13.471 triliun lebih besar Rp721 miliar dibandingkan P-APBD 2017.

โ€œUntuk belanja tidak langsung sebesar Rp9.307 triliun,โ€ ucapnya.

Sedangkan belanja langsung direncanakan Rp4,164 triliun. Jumlah itu, kata dia, berkurang Rp739,675 miliar dibanding belanja langsung pada Perubahan-APBD 2017 Rp4,904 triliun.

โ€œPenurunan belanja langsung di-2018 akibat bertambahnya kebutuhan belanja tidak langsung untuk mendanai pilkada serentak tahun 2018 dan rencana bantuan keuangan ke kabupaten/kota,โ€jelasnya.

Erry menambahkan pendapatan daerah tahun 2018 direncanakan Rp12,686 triliun. Jumlah itu naik Rp269,156 miliar atau 2,17 persen dari P-APBD 2017 sebesar Rp12,417 Triliun

โ€œPeningkatan pendapatan daerah itu hanya bersumber dari PAD dari Rp5 triliun lebih di P-APBD 2017 menjadi Rp5,366 triliun. Peningkatan itu diprediksi dari pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi daerah dan pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan,โ€ paparnya.

Lebih jauh, dia merinci jumlah dana perimbangan 2018 diproyeksikan Rp7,3 triliun atau menurun Rp22,9 miliar dari Rp7,333 triliun lebih pada P-APBD 2017.

Kata dia, penurunan itu terjadi pada pendapatan bagi hasil pajak/bukan pajak Rp28,577 miliar. Sedangkan dari pendapatan DAK (Dana Alokasi Khusus) diprediksi meningkat sebesar Rp5,676 miliar, sedangkan pendapatan DAU (Dana Alokasi Umum) sama seperti di-PAPBD 2017.

Untuk kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan pada tahun 2018 dianggarkan Rp9,5 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp13,5 miliar dibanding pendapatan yang sama di-PAPBD 2017 sebesar Rp23,1 Miliar.

โ€œPenurunan tersebut bersumber dari bantuan keuangan untuk kebutuhan guru honorer dari pemkab/pemko sebesar Rp15,9 miliar, karena pada tahun anggaran 2018 tidak dianggarkan lagi. Untuk pendapatan bersumber dari hibah direncanakan akab mengalami pertambahan Rp2,3 miliar,โ€ sebutnya.(dik/azw)

Tengku Erry Nuradi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tengku Erry Nuradi menyebutkan Anggara Pendapat Belanja Daerah (APBD) mengalami defisit. Tidak tanggung-tanggung, defisit APBD 2018 diproyeksikan sebesar Rp785 Miliar.

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi mengatakan pendapatan pada R-APBD 2018 berjumlah Rp12,686 triliun. Sedangkan, jumlah belanja Rp13.471 triliun.

โ€œAda defisit Rp785 Miliar,โ€ aku Tengku Erry Nuradi saat membacakan nota keuangan R-APBD 2018 di gedung dewan, Selasa (28/11).

Meski mengalami defisit, Gubsu menyebut Rencana-APBD 2018 sebesar Rp13.471 triliun lebih besar Rp721 miliar dibandingkan P-APBD 2017.

โ€œUntuk belanja tidak langsung sebesar Rp9.307 triliun,โ€ ucapnya.

Sedangkan belanja langsung direncanakan Rp4,164 triliun. Jumlah itu, kata dia, berkurang Rp739,675 miliar dibanding belanja langsung pada Perubahan-APBD 2017 Rp4,904 triliun.

โ€œPenurunan belanja langsung di-2018 akibat bertambahnya kebutuhan belanja tidak langsung untuk mendanai pilkada serentak tahun 2018 dan rencana bantuan keuangan ke kabupaten/kota,โ€jelasnya.

Erry menambahkan pendapatan daerah tahun 2018 direncanakan Rp12,686 triliun. Jumlah itu naik Rp269,156 miliar atau 2,17 persen dari P-APBD 2017 sebesar Rp12,417 Triliun

โ€œPeningkatan pendapatan daerah itu hanya bersumber dari PAD dari Rp5 triliun lebih di P-APBD 2017 menjadi Rp5,366 triliun. Peningkatan itu diprediksi dari pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi daerah dan pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan,โ€ paparnya.

Lebih jauh, dia merinci jumlah dana perimbangan 2018 diproyeksikan Rp7,3 triliun atau menurun Rp22,9 miliar dari Rp7,333 triliun lebih pada P-APBD 2017.

Kata dia, penurunan itu terjadi pada pendapatan bagi hasil pajak/bukan pajak Rp28,577 miliar. Sedangkan dari pendapatan DAK (Dana Alokasi Khusus) diprediksi meningkat sebesar Rp5,676 miliar, sedangkan pendapatan DAU (Dana Alokasi Umum) sama seperti di-PAPBD 2017.

Untuk kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan pada tahun 2018 dianggarkan Rp9,5 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp13,5 miliar dibanding pendapatan yang sama di-PAPBD 2017 sebesar Rp23,1 Miliar.

โ€œPenurunan tersebut bersumber dari bantuan keuangan untuk kebutuhan guru honorer dari pemkab/pemko sebesar Rp15,9 miliar, karena pada tahun anggaran 2018 tidak dianggarkan lagi. Untuk pendapatan bersumber dari hibah direncanakan akab mengalami pertambahan Rp2,3 miliar,โ€ sebutnya.(dik/azw)

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru