28 C
Medan
Monday, January 12, 2026

Komisi VII Dorong Pemerintah Kembangkan Energi Terbarukan

“Pembangunan setiap jenis pembangkit listrik didasarkan pada kelayakan teknis dan ekonomis dari pusat listrik serta hasil studi analisis mengenai dampak lingkungan,” tambahnya.

Menururt Gus, mengatakan energi terbarukan yang ketiga adalah dari tumbuhan (biofuel) atau bio energi.  Tahun 2025  menargetkan penggunaan bahar bakar alternatif biofuel sebesar dua puluh lima persen. “Target lima persen dicapai tahun 2010,  meningkat menjadi 20 persen pada tahun 2020, dan 25 persen pada tahun 2025,” papar Gus.

Gus mengatakan, dari biofuel energi ini yang menjadi sumbernya salah satu adalah alkohol. Pada 1995 Departemen Pertambangan dan Energi melaporkan dalam Rencana Umum Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan bahwa produksi etanol sebagai bahan baku tetes mencapai 35-42 juta liter per tahun.“Jumlah itu akan mencapai 81 juta liter per tahun bila seluruh produksi tetes digunakan untuk membuat etanol. Saat ini sebagian dari produksi tetes tebu Indonesia diekspor ke luar negeri dan sebagian lagi dimanfaatkan untuk keperluan industri selain etanol,” tuturnya.

Dia bilang, energi alternatif biofuel ini juga bisa didapatkan dari biodiesel. Terutama dari minyak sawit. Karena luas total perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah mencapai 5,3 juta hektare (ha) dengan produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebesar 11 juta ton. “Perkembangan perkebunan sawit ini masih terus berlanjut dan diperkirakan dalam lima tahun mendatang Indonesia akan menjadi produsen CPO terbesar di dunia dengan total produksi sebesar 15 juta ton per tahun,” pungkas Gus. (ila/ram)

 

“Pembangunan setiap jenis pembangkit listrik didasarkan pada kelayakan teknis dan ekonomis dari pusat listrik serta hasil studi analisis mengenai dampak lingkungan,” tambahnya.

Menururt Gus, mengatakan energi terbarukan yang ketiga adalah dari tumbuhan (biofuel) atau bio energi.  Tahun 2025  menargetkan penggunaan bahar bakar alternatif biofuel sebesar dua puluh lima persen. “Target lima persen dicapai tahun 2010,  meningkat menjadi 20 persen pada tahun 2020, dan 25 persen pada tahun 2025,” papar Gus.

Gus mengatakan, dari biofuel energi ini yang menjadi sumbernya salah satu adalah alkohol. Pada 1995 Departemen Pertambangan dan Energi melaporkan dalam Rencana Umum Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan bahwa produksi etanol sebagai bahan baku tetes mencapai 35-42 juta liter per tahun.“Jumlah itu akan mencapai 81 juta liter per tahun bila seluruh produksi tetes digunakan untuk membuat etanol. Saat ini sebagian dari produksi tetes tebu Indonesia diekspor ke luar negeri dan sebagian lagi dimanfaatkan untuk keperluan industri selain etanol,” tuturnya.

Dia bilang, energi alternatif biofuel ini juga bisa didapatkan dari biodiesel. Terutama dari minyak sawit. Karena luas total perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah mencapai 5,3 juta hektare (ha) dengan produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebesar 11 juta ton. “Perkembangan perkebunan sawit ini masih terus berlanjut dan diperkirakan dalam lima tahun mendatang Indonesia akan menjadi produsen CPO terbesar di dunia dengan total produksi sebesar 15 juta ton per tahun,” pungkas Gus. (ila/ram)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru