28 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Cerita Karyawan BTPN Syariah Santi Basa Uli Sihotang, Dapat Jenjang Karir dan Jadi Saksi Nasabah Sukses

KISARAN, SUMUTPOS.CO- Sejak tahun 2014, Santi Basa Uli Sihotang sudah mengabdikan dirinya di BTPN Syariah. Sebagai Bankir Pemberdaya, banyak manfaat yang dirasakannya, mulai dari pelajaran hidup, rasa syukur, dan juga materi.

SERTIFIKAT: Karyawan BTPN Syariah, Santi Basa Uli Sihotang saat memberikan sertifikat kepada nasabah.

“Awal karir sebagai Community Officer (CO). Saat ini, saya menjabat Bussiness Manager untuk wilayah Air Joman dan Tanjungbalai,” ujarnya.

Saat awal karir, Santi menyatakan dirinya sudah diambang batas usia untuk melamar menjadi pegawai BTPN Syariah, yaitu 27 tahun. Tetapi karena tekad yang kuat untuk memperbaiki ekonomi keluarga, Santi berusaha untuk dapat diterima bekerja.

Setelah menjalani pelatihan selama 3 bulan, Santi akhirnya mulai bekerja dengan mencari nasabah di di wilayah kerjanya. Setelah menjalaninya, Santi menyadari pekerjaan yang dijalaninya bukan hanya sekadar antara nasabah dan bakir, tetapi harus seperti teman, bahkan saudara.

“Karena pekerjaan kita bukan hanya menawarkan pembiayaan, tetapi juga harus saling mendukung. Saat pelatihan sebelum terjun ke lapangan, hal tersebut sudah ditekankan bahwa kita, sebagai CO harus bekerja dengan hati nurani,” jelasnya.

Menjadi CO pun dirasakan Santi sangat bermanfaat dalam hidupnya, dirinya belajar tentang rasa sabar, dan syukur hal yang paling penting dalam hidup. Karena, sebagai bankir pemberdaya, Santi bukan hanya dituntut untuk dapat memberikan ide-ide kreatif kepada para ibu rumah tangga, tetapi harus dapat menjadi pendengar.

Santi menyadari, bahwa para nasabahnya yang merupakan anggota cluster memiliki berbagai masalah. Jadi, yang mereka butuhkan bukan hanya solusi, tetapi pendengar yang baik untuk mendengarkan masalah mereka.

“Saat pelatihan kita juga sudah ditekankan, untuk mendengarkan masalah para anggota cluster. Jadi, para CO bisa membantu, kalau tidak dapat memberikan solusi, setidaknya bisa mendengarkan,” ungkapnya.

Santi menceritakan berbagai cerita lucu yang pernah dialaminya selama menjadi karyawan BTPN Syariah. Selain mendengarkan cerita masalah rumah tangga para nasabah, Santi juga mendengarkan keluh kesah ibu rumah tangga tentang pertumbuhan anak-anaknya.

“Ada nasabah yang menceritakan tentang rumah tangganya, padahal saya belum menikah saat itu. Jadi, untuk menegakkan profesi saya sebagai Bankir Pemberdaya, saya membaca tentang rumah tangga di internet. Setidaknya, saya bisa memberikan solusi walau sedikit,” ungkapnya sambil tersenyum.

Selama 7 tahun berkarir, Santi menjadi saksi perjuangan nasabah untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Dan yang paling diingatnya adalah nasabah pertamanya yang ada di Langkat.

“Ibu itu janda dengan beberapa anak yang masih kecil, dan tinggal di rumah gubuk. Dia awalnya adalah penjual sapu lidi dari rumah ke rumah dengan berjalan kaki. Ibu ini membuat sendiri sapu lidinya. Jatuh bangun, tangisan, dan berbagai hinaan sudah diterimanya. Tetapi, dirinya tidak berjuang bahkan dirinya semakin bekerja keras. Ibu ini menjadi salah satu nasabah utama saat itu. Pada awal pembiaayaan dana, dirinya membeli sepeda bekas untuk mempermudah menjangkau daerah lain. Kini, semua anaknya sudah bersekolah, dan mereka sudah tinggal di rumah yang bertembok. Dan yang paling penting, ibu tersebut sudah menjadi pengumpul sapu lidi. Selain ibu di Langkat ini, banyak kisah inspiratif dan saya menjadi saksi mereka. Ini yang saya maksud, saya banyak mendapatkan pelajaran hidup di BTPN Syariah,” jelasnya.

Ada manfaat lain yang dirasakan menjalani pekerjaannya saat ini, dirinya menjadi kreatif karena harus dapat memberikan ide kepada para nasabah untuk memperluar atau membesarkan usaha miliknya.

“Dari para nasabah tersebut saya juga mendapatkan ide untuk mengajak ibu saya berdagang. Dan apa dagangannya terkadang terinspirasi dari para nasabah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Niat Santi untuk memperbaiki perekonomian keluarga tercapai, kini Santi telah berhasil membantu untuk membangun rumah untuk sang bunda. Bukan hanya itu, dirinya juga membantu modal untuk usaha yang dijalani ibu.

“Bekerja di BTPN Syariah banyak manfaat yang didapatkan, selain bertambah teman, kita juga mendapatkan pelajaran hidup, dan tentu saja jenjang karir,” tutupnya. (ram)

KISARAN, SUMUTPOS.CO- Sejak tahun 2014, Santi Basa Uli Sihotang sudah mengabdikan dirinya di BTPN Syariah. Sebagai Bankir Pemberdaya, banyak manfaat yang dirasakannya, mulai dari pelajaran hidup, rasa syukur, dan juga materi.

SERTIFIKAT: Karyawan BTPN Syariah, Santi Basa Uli Sihotang saat memberikan sertifikat kepada nasabah.

“Awal karir sebagai Community Officer (CO). Saat ini, saya menjabat Bussiness Manager untuk wilayah Air Joman dan Tanjungbalai,” ujarnya.

Saat awal karir, Santi menyatakan dirinya sudah diambang batas usia untuk melamar menjadi pegawai BTPN Syariah, yaitu 27 tahun. Tetapi karena tekad yang kuat untuk memperbaiki ekonomi keluarga, Santi berusaha untuk dapat diterima bekerja.

Setelah menjalani pelatihan selama 3 bulan, Santi akhirnya mulai bekerja dengan mencari nasabah di di wilayah kerjanya. Setelah menjalaninya, Santi menyadari pekerjaan yang dijalaninya bukan hanya sekadar antara nasabah dan bakir, tetapi harus seperti teman, bahkan saudara.

“Karena pekerjaan kita bukan hanya menawarkan pembiayaan, tetapi juga harus saling mendukung. Saat pelatihan sebelum terjun ke lapangan, hal tersebut sudah ditekankan bahwa kita, sebagai CO harus bekerja dengan hati nurani,” jelasnya.

Menjadi CO pun dirasakan Santi sangat bermanfaat dalam hidupnya, dirinya belajar tentang rasa sabar, dan syukur hal yang paling penting dalam hidup. Karena, sebagai bankir pemberdaya, Santi bukan hanya dituntut untuk dapat memberikan ide-ide kreatif kepada para ibu rumah tangga, tetapi harus dapat menjadi pendengar.

Santi menyadari, bahwa para nasabahnya yang merupakan anggota cluster memiliki berbagai masalah. Jadi, yang mereka butuhkan bukan hanya solusi, tetapi pendengar yang baik untuk mendengarkan masalah mereka.

“Saat pelatihan kita juga sudah ditekankan, untuk mendengarkan masalah para anggota cluster. Jadi, para CO bisa membantu, kalau tidak dapat memberikan solusi, setidaknya bisa mendengarkan,” ungkapnya.

Santi menceritakan berbagai cerita lucu yang pernah dialaminya selama menjadi karyawan BTPN Syariah. Selain mendengarkan cerita masalah rumah tangga para nasabah, Santi juga mendengarkan keluh kesah ibu rumah tangga tentang pertumbuhan anak-anaknya.

“Ada nasabah yang menceritakan tentang rumah tangganya, padahal saya belum menikah saat itu. Jadi, untuk menegakkan profesi saya sebagai Bankir Pemberdaya, saya membaca tentang rumah tangga di internet. Setidaknya, saya bisa memberikan solusi walau sedikit,” ungkapnya sambil tersenyum.

Selama 7 tahun berkarir, Santi menjadi saksi perjuangan nasabah untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Dan yang paling diingatnya adalah nasabah pertamanya yang ada di Langkat.

“Ibu itu janda dengan beberapa anak yang masih kecil, dan tinggal di rumah gubuk. Dia awalnya adalah penjual sapu lidi dari rumah ke rumah dengan berjalan kaki. Ibu ini membuat sendiri sapu lidinya. Jatuh bangun, tangisan, dan berbagai hinaan sudah diterimanya. Tetapi, dirinya tidak berjuang bahkan dirinya semakin bekerja keras. Ibu ini menjadi salah satu nasabah utama saat itu. Pada awal pembiaayaan dana, dirinya membeli sepeda bekas untuk mempermudah menjangkau daerah lain. Kini, semua anaknya sudah bersekolah, dan mereka sudah tinggal di rumah yang bertembok. Dan yang paling penting, ibu tersebut sudah menjadi pengumpul sapu lidi. Selain ibu di Langkat ini, banyak kisah inspiratif dan saya menjadi saksi mereka. Ini yang saya maksud, saya banyak mendapatkan pelajaran hidup di BTPN Syariah,” jelasnya.

Ada manfaat lain yang dirasakan menjalani pekerjaannya saat ini, dirinya menjadi kreatif karena harus dapat memberikan ide kepada para nasabah untuk memperluar atau membesarkan usaha miliknya.

“Dari para nasabah tersebut saya juga mendapatkan ide untuk mengajak ibu saya berdagang. Dan apa dagangannya terkadang terinspirasi dari para nasabah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Niat Santi untuk memperbaiki perekonomian keluarga tercapai, kini Santi telah berhasil membantu untuk membangun rumah untuk sang bunda. Bukan hanya itu, dirinya juga membantu modal untuk usaha yang dijalani ibu.

“Bekerja di BTPN Syariah banyak manfaat yang didapatkan, selain bertambah teman, kita juga mendapatkan pelajaran hidup, dan tentu saja jenjang karir,” tutupnya. (ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/