27 C
Medan
Thursday, July 4, 2024

1.093 Stiker Habis Terjual di Hari Pertama Penerapan Parkir Berlangganan Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Program parkir berlangganan yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai 1 Juli 2024 kemarin, mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Sebab di hari pertama penerapan parkir berlangganan yang berketepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-434 Kota Medan itu, sebanyak 1.093 stiker parkir berlangganan telah habis terjual.

“Alhamdulillah, 1.093 stiker parkir berlangganan telah terjual di tanggal 1 Juli kemarin,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Dr Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Selasa (2/7/2024).

Dirincikan Iswar, jumlah stiker yang terjual tersebut terdiri dari 512 buah untuk kendaraan roda dua (sepeda motor), 570 buah untuk kendaraan roda empat (mobil) dan 11 buah untuk kendaraan di atas roda empat (truk dan sejenisnya).

Menurut Iswar, stiker-stiker parkir berlangganan tersebut paling banyak terjual di lokasi-lokasi parkir tepi jalan oleh para petugas Dishub Medan.

“Jadi ini sebagai bukti, bahwa antusiasme masyarakat terhadap program parkir berlangganan ini sangat tinggi. Baik itu pengendara roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Guna mendukung suksesnya program parkir berlangganan tersebut, lanjut Iswar, saat ini seluruh personel Dishub Medan ditugaskan untuk mendistribusikan stiker parkir berlangganan tersebut kepada setiap pengendara pengguna jasa parkir di Kota Medan.

“Dan di hari kedua ini, antusiasme masyarakat untuk membeli dan menggunakan stiker berlangganan ini juga sangat tinggi. Karena proses penjualannya masih berjalan, maka data stiker parkir berlangganan yang terjual hari ini belum kita rekap. Namun yang pasti, terjualnya lebih dari seribu stiker di hari pertama kemarin menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakan program parkir berlangganan ini,” ungkapnya.

Ditegaskan Iswar, sistem parkir berlangganan telah berlaku sejak 1 Juli 2024. Maka sejak saat itu, pengendara dilarang memarkirkan kendaraannya yang tidak memiliki stiker parkir berlangganan di lokasi parkir tepi jalan di Kota Medan. Kedepan, para petugas Dishub Medan akan terus berkeliling untuk melakukan pengawasan sekaligus menjual stiker parkir berlangganan Kota Medan.

“Sistem parkir berlangganan ini merupakan bukti keseriusan Pemko Medan untuk meningkatkan pelayanan jasa parkir kepada masyarakat. Kemudian, parkir berlangganan juga akan memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat serta dapat memberikan peningkatan PAD secara signifikan bagi Kota Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya, usai sidang Paripurna HUT ke-434 Kota Medan pada Senin (1/7) lalu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan secara resmi telah menerapkan sistem parkir tepi jalan berlangganan mulai 1 Juli 2024. Dengan

“Pada hari ini kita sudah mulai menerapkan parkir berlangganan. Untuk kendaraan roda empat Rp130 ribu pertahun dan roda dua Rp90 ribu pertahun. Jadi nantinya masyarakat yang berlangganan bisa parkir tepi jalan secara gratis selama satu tahun,” ucap Bobby Nasution kepada sejumlah wartawan usai sidang Paripurna HUT ke-434 Kota Medan di gedung DPRD Medan, Senin (1/7/2024).

Dikatakan Bobby Nasution, parkir berlangganan itu hanya berlaku untuk parkir tepi jalan umum di Kota Medan. Stiker parkir tersebut tidak berlaku di tempat-tempat di luar parkir tepi jalan.

“Untuk parkir tepi jalan ya, berlaku di seluruh Kota Medan. Tidak berlaku untuk parkir di mall dan wilayah parkir yang bukan parkir tepi jalan,” ujarnya.

Bobby pun berharap, seluruh masyarakat Kota Medan dapat menyukseskan sistem parkir berlangganan ini. Dan tidak hanya kepada warga Kota Medan, sistem parkir berlangganan tepi jalan juga berlaku untuk setiap para pengguna jasa parkir tepi jalan di Kota Medan, termasuk kepada masyarakat di luar Kota Medan.

Guna mendukung sistem parkir berlangganan tersebut, kata Bobby, saat ini Pemko Medan tengah melakukan perekrutan jukir yang dapat bekerja sesuai SOP sistem parkir berlangganan.

“Ini kan kita baru mulai. Dari hari ini juga, nanti kita akan umumkan beberapa vendor untuk nanti pata jukir mendaftarkan dirinya agar menjadi bagian dari parkir berlangganan ini. Mereka akan digaji Rp2,5 juta (perbulan), tentunya akan dipotong lagi biaya BPJS Kesehatan dan lainnya yang menjadi kewajiban,” katanya.

Menurut Bobby, Pemko Medan akan mengutamakan jukir-jukir yang ada selama ini untuk bergabung dengan para vendor agar dapat menjadi jukir parkir berlangganan di Kota Medan. Total, ada sekitar lebih dari 1.000 jukir yang akan direkrut sebagai jukir parkir berlangganan Kota Medan.

“Jukir yang masih bisa kita himpun, total keseluruhan kalau tidak salah sekitar 1.700-an. Nanti akan kita berikan waktu kepada para jukir untuk mendaftar ke vendor-vendor agar bisa menjadi jukir parkir berlangganan,” tuturnya.

Menurut Bobby, sistem penggajian jukir tersebut akan membuat jukir harus bekerja sesuai SOP untuk melayani masyarakat pengguna jasa parkir di Kota Medan. Pasalnya, jukir-jukir tersebut telah digaji oleh Pemko Medan.

“Jadi masyarakat perlu tahu bahwa jukir-jukir ini sudah digaji oleh Pemko Medan, jadi tidak perlu bayar parkir lagi (ke jukir). Jadi gak berantem-berantem lagi (antara jukir dan pengguna jasa parkir). Gak ada bahasa-bahasa kasihan sama jukir, karena mereka sudah digaji,” tegasnya.

Dijelaskan Bobby, sistem parkir berlangganan ini merupakan salah satu wujud dari bentuk inovasi Pemko Medan. Mengingat, setiap pemerintah daerah telah diminta untuk mengeluarkan ide-idenya dalam melakukan pembangunan di daerahnya masing-masing.

Selain itu, diterapkannya sistem parkir berlangganan Kota Medan juga disebut sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebocoran PAD dari retribusi parkir.

“Bayangkan setahun kita biasanya cuma dapat sekitar Rp20 Miliar dari retribusi parkir, itupun setelah menggunakan e-Parking, sebelumnya lebih rendah lagi. Dengan parkir berlangganan ini, hitung-hitungan kita (PAD retribusi parkir) bisa mencapai Rp100 Miliar lebih,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemko Medan akan menerapkan sistem parkir tepi jalan berlangganan mulai 1 Juli 2024. Adapun besaran tarif retribusi parkir berlangganan tersebut, yakni Rp90.000 per tahun untuk kendaraan roda dua, Rp130.000 per tahun untuk kendaraan roda empat, dan Rp170.000 per tahun untuk kendaraan jenis truk/bus.

Setelah membayar retribusi parkir berlangganan tersebut, maka kendaraan yang didaftarkan akan ditempelkan stiker khusus parkir berlangganan. Kendaraan tersebut pun tidak perlu lagi membayar retribusi parkir pada setiap lokasi parkir tepi jalan di seluruh ruas jalan di Kota Medan selama satu tahun.
(map/han)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Program parkir berlangganan yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai 1 Juli 2024 kemarin, mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Sebab di hari pertama penerapan parkir berlangganan yang berketepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-434 Kota Medan itu, sebanyak 1.093 stiker parkir berlangganan telah habis terjual.

“Alhamdulillah, 1.093 stiker parkir berlangganan telah terjual di tanggal 1 Juli kemarin,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Dr Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Selasa (2/7/2024).

Dirincikan Iswar, jumlah stiker yang terjual tersebut terdiri dari 512 buah untuk kendaraan roda dua (sepeda motor), 570 buah untuk kendaraan roda empat (mobil) dan 11 buah untuk kendaraan di atas roda empat (truk dan sejenisnya).

Menurut Iswar, stiker-stiker parkir berlangganan tersebut paling banyak terjual di lokasi-lokasi parkir tepi jalan oleh para petugas Dishub Medan.

“Jadi ini sebagai bukti, bahwa antusiasme masyarakat terhadap program parkir berlangganan ini sangat tinggi. Baik itu pengendara roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Guna mendukung suksesnya program parkir berlangganan tersebut, lanjut Iswar, saat ini seluruh personel Dishub Medan ditugaskan untuk mendistribusikan stiker parkir berlangganan tersebut kepada setiap pengendara pengguna jasa parkir di Kota Medan.

“Dan di hari kedua ini, antusiasme masyarakat untuk membeli dan menggunakan stiker berlangganan ini juga sangat tinggi. Karena proses penjualannya masih berjalan, maka data stiker parkir berlangganan yang terjual hari ini belum kita rekap. Namun yang pasti, terjualnya lebih dari seribu stiker di hari pertama kemarin menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakan program parkir berlangganan ini,” ungkapnya.

Ditegaskan Iswar, sistem parkir berlangganan telah berlaku sejak 1 Juli 2024. Maka sejak saat itu, pengendara dilarang memarkirkan kendaraannya yang tidak memiliki stiker parkir berlangganan di lokasi parkir tepi jalan di Kota Medan. Kedepan, para petugas Dishub Medan akan terus berkeliling untuk melakukan pengawasan sekaligus menjual stiker parkir berlangganan Kota Medan.

“Sistem parkir berlangganan ini merupakan bukti keseriusan Pemko Medan untuk meningkatkan pelayanan jasa parkir kepada masyarakat. Kemudian, parkir berlangganan juga akan memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat serta dapat memberikan peningkatan PAD secara signifikan bagi Kota Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya, usai sidang Paripurna HUT ke-434 Kota Medan pada Senin (1/7) lalu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan secara resmi telah menerapkan sistem parkir tepi jalan berlangganan mulai 1 Juli 2024. Dengan

“Pada hari ini kita sudah mulai menerapkan parkir berlangganan. Untuk kendaraan roda empat Rp130 ribu pertahun dan roda dua Rp90 ribu pertahun. Jadi nantinya masyarakat yang berlangganan bisa parkir tepi jalan secara gratis selama satu tahun,” ucap Bobby Nasution kepada sejumlah wartawan usai sidang Paripurna HUT ke-434 Kota Medan di gedung DPRD Medan, Senin (1/7/2024).

Dikatakan Bobby Nasution, parkir berlangganan itu hanya berlaku untuk parkir tepi jalan umum di Kota Medan. Stiker parkir tersebut tidak berlaku di tempat-tempat di luar parkir tepi jalan.

“Untuk parkir tepi jalan ya, berlaku di seluruh Kota Medan. Tidak berlaku untuk parkir di mall dan wilayah parkir yang bukan parkir tepi jalan,” ujarnya.

Bobby pun berharap, seluruh masyarakat Kota Medan dapat menyukseskan sistem parkir berlangganan ini. Dan tidak hanya kepada warga Kota Medan, sistem parkir berlangganan tepi jalan juga berlaku untuk setiap para pengguna jasa parkir tepi jalan di Kota Medan, termasuk kepada masyarakat di luar Kota Medan.

Guna mendukung sistem parkir berlangganan tersebut, kata Bobby, saat ini Pemko Medan tengah melakukan perekrutan jukir yang dapat bekerja sesuai SOP sistem parkir berlangganan.

“Ini kan kita baru mulai. Dari hari ini juga, nanti kita akan umumkan beberapa vendor untuk nanti pata jukir mendaftarkan dirinya agar menjadi bagian dari parkir berlangganan ini. Mereka akan digaji Rp2,5 juta (perbulan), tentunya akan dipotong lagi biaya BPJS Kesehatan dan lainnya yang menjadi kewajiban,” katanya.

Menurut Bobby, Pemko Medan akan mengutamakan jukir-jukir yang ada selama ini untuk bergabung dengan para vendor agar dapat menjadi jukir parkir berlangganan di Kota Medan. Total, ada sekitar lebih dari 1.000 jukir yang akan direkrut sebagai jukir parkir berlangganan Kota Medan.

“Jukir yang masih bisa kita himpun, total keseluruhan kalau tidak salah sekitar 1.700-an. Nanti akan kita berikan waktu kepada para jukir untuk mendaftar ke vendor-vendor agar bisa menjadi jukir parkir berlangganan,” tuturnya.

Menurut Bobby, sistem penggajian jukir tersebut akan membuat jukir harus bekerja sesuai SOP untuk melayani masyarakat pengguna jasa parkir di Kota Medan. Pasalnya, jukir-jukir tersebut telah digaji oleh Pemko Medan.

“Jadi masyarakat perlu tahu bahwa jukir-jukir ini sudah digaji oleh Pemko Medan, jadi tidak perlu bayar parkir lagi (ke jukir). Jadi gak berantem-berantem lagi (antara jukir dan pengguna jasa parkir). Gak ada bahasa-bahasa kasihan sama jukir, karena mereka sudah digaji,” tegasnya.

Dijelaskan Bobby, sistem parkir berlangganan ini merupakan salah satu wujud dari bentuk inovasi Pemko Medan. Mengingat, setiap pemerintah daerah telah diminta untuk mengeluarkan ide-idenya dalam melakukan pembangunan di daerahnya masing-masing.

Selain itu, diterapkannya sistem parkir berlangganan Kota Medan juga disebut sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebocoran PAD dari retribusi parkir.

“Bayangkan setahun kita biasanya cuma dapat sekitar Rp20 Miliar dari retribusi parkir, itupun setelah menggunakan e-Parking, sebelumnya lebih rendah lagi. Dengan parkir berlangganan ini, hitung-hitungan kita (PAD retribusi parkir) bisa mencapai Rp100 Miliar lebih,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemko Medan akan menerapkan sistem parkir tepi jalan berlangganan mulai 1 Juli 2024. Adapun besaran tarif retribusi parkir berlangganan tersebut, yakni Rp90.000 per tahun untuk kendaraan roda dua, Rp130.000 per tahun untuk kendaraan roda empat, dan Rp170.000 per tahun untuk kendaraan jenis truk/bus.

Setelah membayar retribusi parkir berlangganan tersebut, maka kendaraan yang didaftarkan akan ditempelkan stiker khusus parkir berlangganan. Kendaraan tersebut pun tidak perlu lagi membayar retribusi parkir pada setiap lokasi parkir tepi jalan di seluruh ruas jalan di Kota Medan selama satu tahun.
(map/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/