Ribuan jamaah memadati Masjid Al Musannif Komplek Cemara Asri Deli Serdang dalam kegiatan tabligh akbar dan santunan anak yatim. Kegiatan ini diselenggarakan PW Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut sebagai rangkaian tasyakuran pasca-muktamar VIII IPHI tahun 2026.
Tabligh akbar dan santunan anak yatim dengan tema: Membangun Ukhuwah yang Kuat untuk Merawat Haji Mabrur Sepanjang Hayat tersebut berlangsung khidmat dan bernuansa kebersamaan.
Seribu jamaah dari berbagai daerah di Sumut hadir memadati area masjid. Mereka terdiri atas pengurus IPHI tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, ulama, tokoh masyarakat, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), ibu-ibu majelis taklim dan masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Selain menjadi ajang silaturahim keluarga besar IPHI, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada 200 anak yatim. Masing-masing anak menerima bantuan berupa beras lima kilogram serta santunan uang tunai sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan bermasyarakat.
Hadir pada kegiatan ini antara lain Ketua Umum IPHI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si (secara daring), Ketua PW IPHI Sumut Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum, Ketua MUI Sumut Dr H. Maratua Simanjuntak. Hadir juga para ketua IPHI kabupaten/kota se-Sumut, alim ulama, pimpinan organisasi Islam, tokoh masyarakat dari berbagai kalangan serta ibu-ibu dari majelis taklim. Acara dipandu Sekretaris Umum PW IPHI Sumut Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Dr. Hj. Halimatussyakdiyah, M.A yang juga pengurus IPHI Sumut. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan penuh penghayatan menambah suasana religius dan khidmat, sekaligus mengingatkan para hadirin akan pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan umat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa dipimpin Ketua MUI Medan Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag yamg memohon keberkahan bagi seluruh jamaah haji Indonesia, kemajuan IPHI, keselamatan bangsa dan negara serta persatuan umat Islam agar senantiasa terjaga.
Ketua Umum IPHI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah dan memperkuat eksistensi IPHI sebagai organisasi yang menaungi para jamaah Indonesia yang telah melaksanakan haji.
Muktamar VIII IPHI yang telah berlangsung hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam membina jamaah haji agar tetap menjaga nilai-nilai kemabruran setelah kembali dari Tanah Suci.
Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si menegaskan bahwa haji mabrur tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual tetapi juga dalam kepedulian sosial, semangat persaudaraan, serta kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
“Kemabruran haji harus terus dirawat sepanjang hayat. Salah satu caranya adalah dengan menjaga ukhuwah, memperkuat persatuan serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar kita,” ujarnya dalam vidio secara daring.
Ketua IPHI Sumut Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum menyampaikan bahwa IPHI memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan ditengah masyarakat. Menurutnya, para haji dan hajjah merupakan pribadi-pribadi yang telah mendapatkan pengalaman spiritual luar biasa selama berada di Tanah Suci sehingga diharapkan mampu menjadi penggerak kebaikan di lingkungan masing-masing.
Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum juga mengajak seluruh anggota IPHI untuk terus aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan dan menjaga persatuan umat Islam di tengah berbagai tantangan zaman.
“Persaudaraan dan kebersamaan adalah modal besar bagi umat Islam. Karena itu, semangat ukhuwah harus terus kita rawat agar keberadaan IPHI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata ketua IPHI Sumut.
Rangkaian acara semakin bermakna dengan pelaksanaan santunan kepada 200 anak yatim. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh para pengurus IPHI dan tokoh yang hadir. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena mencerminkan semangat kepedulian sosial yang menjadi salah satu nilai utama dalam ajaran Islam.
Bagi keluarga besar IPHI, santunan anak yatim bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan wujud nyata rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus bentuk tanggung jawab sosial kepada sesama. Kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberkahan harta dan ibadah harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Pada sesi inti, para jamaah mendapatkan siraman rohani melalui tausiyah yang disampaikan Al-Ustadz H. Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag, M.Si. Ia
menekankan pentingnya menjaga kemabruran haji melalui peningkatan kualitas ibadah, akhlak yang mulia serta hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.
Ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih peduli dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Al-Ustadz H. Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag, M.Si menyampaikan bahwa ada tiga panggilan Allah kepada hambanya yang senantiasa disampaikan kepada para jamaah. Yaitu panggilan salat, panggilan haji dan panggilan kematian.
Namun sebenarnya, lanjut dia, seluruh ibadah yang disyariatkan kepada umat Islam juga merupakan panggilan Allah seperti zakat, puasa dan ibadah yang lain.
Oleh sebab itu, kata Ustadz Bambang Irawan yang juga kepala Kantor Kementerian Haji Kota Medan, tugas kita semua untuk menyahuti panggilan-panggilan Allah tersebut.
Acara semakin khidmat dikarenakan hadirnya Dzurriyat Rasulullah SAW yaitu Habib Idrus Assegaf dari Tarim, Yaman. Ia mengungkapkan kebanggaan bisa hadir bersama para haji dan hajjah di majelis yang mulia dan barokah.
Sebab dalam Hadist Rasul dijelaskan bahwa haji mabrur tiada balasan lain kecuali surga. Harapannya adalah seluruh jamaah yang hadir merupakan haji yang mabrur yang kelak akan bersama-sama di Surganya Allah SWT.
Selain itu, para jamaah juga diajak untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjauhi perpecahan serta mengedepankan semangat persaudaraan dalam menghadapi berbagai persoalan umat. Nilai-nilai yang dipelajari selama menjalankan ibadah haji seperti kesetaraan, kebersamaan, pengorbanan dan ketulusan diharapkan dapat terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
Pelaksanaan tabligh akbar dan santunan anak yatim ini menjadi bukti bahwa semangat pasca muktamar VIII IPHI tidak hanya diwujudkan dalam konsolidasi organisasi. Tetapi juga melalui kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui tema: Membangun Ukhuwah yang Kuat untuk Merawat Haji Mabrur Sepanjang Hayat, keluarga besar IPHI berharap nilai-nilai kemabruran haji dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi umat dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis dan penuh kepedulian. (dmp)

