MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan sampah kembali menjadi keluhan masyarakat di wilayah Medan Utara. Minimnya armada pengangkutan membuat sampah kerap menumpuk di lingkungan permukiman warga, sehingga memicu bau tidak sedap dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Dr H Muslim MSP, meminta Pemerintah Kota Medan segera menambah armada pengangkutan sampah, khususnya di kawasan Medan Utara.
Hal itu disampaikan Muslim saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di dua lokasi berbeda, yakni di Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan dan Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (8/3/2026).
“Pemko Medan harus segera menambah armada pengangkutan sampah, khususnya di Medan Utara. Kebutuhan ini sudah sangat mendesak dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Jangan sampai sampah menumpuk terlalu lama karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat,” tegas Muslim.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Medan itu menjelaskan, armada yang perlu ditambah tidak hanya truk pengangkut sampah, tetapi juga becak sampah yang dapat menjangkau permukiman warga di gang-gang sempit.
Menurutnya, keberadaan becak sampah sangat penting untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga yang berada di dalam gang sebelum dibawa ke tempat penampungan sementara menggunakan truk sampah.
“Untuk ruas jalan yang sempit, becak sampah sangat dibutuhkan agar sampah bisa diambil langsung dari rumah warga. Sementara di jalan yang lebih besar, pengangkutan bisa dilakukan dengan truk sampah,” ujarnya.
Muslim menambahkan, penambahan armada juga harus diikuti dengan penambahan petugas pengangkut sampah agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Ia meminta pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan terkait kebutuhan armada dan tenaga pengangkut sampah di wilayah tersebut.“Sebagai lembaga legislatif, kami di DPRD Kota Medan siap mendukung penganggaran untuk penambahan armada dan petugas pengangkut sampah,” katanya.
Muslim juga menekankan pentingnya koordinasi antara perangkat kecamatan, kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam menangani persoalan persampahan di Kota Medan.
Sementara itu, sejumlah warga yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut mengaku kerap mengalami keterlambatan pengangkutan sampah. Akibat terbatasnya armada dan petugas, sampah sering menumpuk di depan rumah hingga menimbulkan bau tidak sedap.
“Sampah sering tidak diangkut sampai lama, akhirnya menumpuk dan baunya menyengat di depan rumah. Katanya armadanya terbatas, jadi giliran pengangkutannya lama. Kami berharap ada solusi dari pemerintah,” keluh salah seorang warga. (map/ila)

