26 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Marak Aksi Kejahatan di Kota Medan, Dewan Minta Segerakan Pemasangan 10 Ribu CCTV

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan, meminta Wali Kota Medan, Bobby Nasution agar segera merealisasikan wacana pemasangan 10 ribu CCTV di Kota Medan. Pasalnya, keberadaan CCTV tersebut dinilai sangat penting. Mengingat akhir-akhir ini, Kota Medan sangat rawan aksi kejahatan seperti begal, geng motor dan aksi kriminalitas jalanan.

“Perwal kita sudah ada, yakni Perwal Nomor 86 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan CCTV. Di dalam perwal itu juga tertera bahwa bangunan gedung yang menghadap ke jalan, reklame dan sarana prasarana umum wajib ada CCTV,” ucap Habiburrahman, Senin (10/7).

Dikatakan politisi Partai Nasdem ini, ketiga poin tersebut sangat penting untuk disegerakan. Sebab, keamanan Kota Medan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Pengadaan CCTV ini tidak bisa serta merta dilimpahkan ke Dinas Kominfo Medan saja, harus ada keterlibatan beberapa dinas seperti Dinas Perizinan (DPMPTSP) dan Dinas Pendapatan (Bapenda) Kota Medan,” ujarnya.

Habib mengakui, Dinas Kominfo Kota Medan akan kewalahan jika 10 ribu unit CCTV tersebut dianggarkan di dinasnya. Mengingat, harga satu unit CCTV tidaklah murah.

“Kalau dikali 10 ribu unit, bisa miliaran rupiah anggaran tersedot kesana. Makanya kita menyarankan Dinas Perizinan harus keluarkan surat edaran kepada para pengusaha-pengusaha untuk segera memasang CCTV di depan kantor mereka. Setelah itu, baru IP-nya diserahkan ke Dinas Kominfo Kota Medan untuk segera diconnect-kan,” ungkapnya.

Senada dengan Habib, Anggota Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong juga mengatakan bahwa tingginya tingkat kejahatan di Kota Medan saat ini menjadikan warga Kota Medan resah dan gelisah.

“Ini sangat menyedihkan bagi kita. Tingkat kejahatan terutama begal, geng motor, curanmor, tawuran dan narkoba serta lainnya mengharuskan Pemko Medan melakukan gerak cepat agar mampu menahan laju kejahatan yang menghantui warganya,” kata Rudiyanto.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan, yang mampu menahan laju kejahatan tersebut adalah pemasangan CCTV, karena dapat berfungsi sebagai upaya preventif untuk mencegah orang-orang melakukan tindak kejahatan.

 “Pemko Medan harus gercep (gerak cepat) dalam melakukan program yang berpihak kepada masyarakat. Kita mendengar adanya wacana akan dipasangnya 10 ribu unit CCTV se-Kota Medan. Kami mengingatkan OPD terkait, Dinas Kominfo agar memulai program ini dengan analisa yang cukup kuat. Kebutuhan yang memang diperlukan dan anggaran yang tepat guna. Jangan ada lagi proyek yang gagal guna atau gagal penggunaan anggarannya,” pungkasnya.(map/ila)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan, meminta Wali Kota Medan, Bobby Nasution agar segera merealisasikan wacana pemasangan 10 ribu CCTV di Kota Medan. Pasalnya, keberadaan CCTV tersebut dinilai sangat penting. Mengingat akhir-akhir ini, Kota Medan sangat rawan aksi kejahatan seperti begal, geng motor dan aksi kriminalitas jalanan.

“Perwal kita sudah ada, yakni Perwal Nomor 86 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan CCTV. Di dalam perwal itu juga tertera bahwa bangunan gedung yang menghadap ke jalan, reklame dan sarana prasarana umum wajib ada CCTV,” ucap Habiburrahman, Senin (10/7).

Dikatakan politisi Partai Nasdem ini, ketiga poin tersebut sangat penting untuk disegerakan. Sebab, keamanan Kota Medan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Pengadaan CCTV ini tidak bisa serta merta dilimpahkan ke Dinas Kominfo Medan saja, harus ada keterlibatan beberapa dinas seperti Dinas Perizinan (DPMPTSP) dan Dinas Pendapatan (Bapenda) Kota Medan,” ujarnya.

Habib mengakui, Dinas Kominfo Kota Medan akan kewalahan jika 10 ribu unit CCTV tersebut dianggarkan di dinasnya. Mengingat, harga satu unit CCTV tidaklah murah.

“Kalau dikali 10 ribu unit, bisa miliaran rupiah anggaran tersedot kesana. Makanya kita menyarankan Dinas Perizinan harus keluarkan surat edaran kepada para pengusaha-pengusaha untuk segera memasang CCTV di depan kantor mereka. Setelah itu, baru IP-nya diserahkan ke Dinas Kominfo Kota Medan untuk segera diconnect-kan,” ungkapnya.

Senada dengan Habib, Anggota Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong juga mengatakan bahwa tingginya tingkat kejahatan di Kota Medan saat ini menjadikan warga Kota Medan resah dan gelisah.

“Ini sangat menyedihkan bagi kita. Tingkat kejahatan terutama begal, geng motor, curanmor, tawuran dan narkoba serta lainnya mengharuskan Pemko Medan melakukan gerak cepat agar mampu menahan laju kejahatan yang menghantui warganya,” kata Rudiyanto.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan, yang mampu menahan laju kejahatan tersebut adalah pemasangan CCTV, karena dapat berfungsi sebagai upaya preventif untuk mencegah orang-orang melakukan tindak kejahatan.

 “Pemko Medan harus gercep (gerak cepat) dalam melakukan program yang berpihak kepada masyarakat. Kita mendengar adanya wacana akan dipasangnya 10 ribu unit CCTV se-Kota Medan. Kami mengingatkan OPD terkait, Dinas Kominfo agar memulai program ini dengan analisa yang cukup kuat. Kebutuhan yang memang diperlukan dan anggaran yang tepat guna. Jangan ada lagi proyek yang gagal guna atau gagal penggunaan anggarannya,” pungkasnya.(map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/