29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026

Bayi Kembar Siam Dempet Perut Dirawat di RSUP H Adam Malik

Bentuk Tim Perawatan, Usia 9 Bulan Bisa Dioperasi

IDIRAWAT:
Seorang perawat melihat kondisi bayi kembar siam yang dirawat di RSUP Adam Malik, Medan setelah lahir melalui proses caesar.
IDIRAWAT: Seorang perawat melihat kondisi bayi kembar siam yang dirawat di RSUP Adam Malik, Medan setelah lahir melalui proses caesar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bayi kembar siam dempet perut asal Kabupaten Labuhanbatu, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan, Rabu (11/12). Direncanakan, bayi yang lahir dari pasangan NR dan Supono ini baru bisa menjalani operasi pemisahan saat usianya menginjak 9 bulan.

Direktur Medik dan Perawatan RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD-KKV Sp JP menyebutkan, pelengketan pada kedua bayi ternyata bukan hanya di bagian perut saja, melainkan juga bagian dada. “Saat operasi kelahiran yang lengket di bagian perut. Setelah itu, dicek kembali ternyatan

hari ini (kemarin, Red) kita nyatakan bagian dada juga lengket. Kasus ini terjadi hanya 20 persen,” jelasnya.

Zainal menyatakan, saat ini pihak rumah sakit telah membentuk tim untuk merawat kedua bayi itu. “Kita sudah beberapa kali melakukan operasi bayi kembar, dan tim kita sudah solid,” ucapnya.

Kata Zainal, hingga kini kondisi bayi sangat baik. Namun untuk menjalankan operasi pemisahan, masih membutuhkan waktu untuk menunggu fisik bayi benar-benar kuat. “Keadaannya cukup baik. Untuk operasi mungkin menunggu bayi beberapa bulan sampai berat badannya cukup aman untuk kita lakukan operasi, karena tidak ada hal yang mau dikejar. Makanya, lebih baik berat badan dan fisiknya benar-benar cukup akan kita operasi, diperkirakan saat usia 9 bulan,” papar Zainal.

Zainal menambahkan, organ tubuh bayi sudah keadaan matang, sehingga tidak terlalu sulit dalam penanganannya. Bayi lahir dengan berat antara 2.500 gram hingga 2.600 gram.

Sementara, Supono, ayah dari bayi mengatakan, ia dan istrinya sudah mengetahui kalau bayi kembar siam sejak di usia kandungan 5 bulan. Namun demikian, awalnya sempat tidak percaya setelah diperiksa. “Ketika pemeriksaan kandungan usia 7 bulan, hasilnya tetap bahwa anak kami itu bayi kembar siam karena lengket. Lalu, kami dirujuk ke sini (RSUP H Adam Malik),” ungkapnya.

Supono menyatakan, selama istrinya mengandung, tidak pernah merasakan keluhan lain. Gejalanya sama pada umumnya wanita hamil. “Harapannya tentu istri dan kedua anak saya bisa sehat,” tandasnya. (ris/ila)

Bentuk Tim Perawatan, Usia 9 Bulan Bisa Dioperasi

IDIRAWAT:
Seorang perawat melihat kondisi bayi kembar siam yang dirawat di RSUP Adam Malik, Medan setelah lahir melalui proses caesar.
IDIRAWAT: Seorang perawat melihat kondisi bayi kembar siam yang dirawat di RSUP Adam Malik, Medan setelah lahir melalui proses caesar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bayi kembar siam dempet perut asal Kabupaten Labuhanbatu, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan, Rabu (11/12). Direncanakan, bayi yang lahir dari pasangan NR dan Supono ini baru bisa menjalani operasi pemisahan saat usianya menginjak 9 bulan.

Direktur Medik dan Perawatan RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD-KKV Sp JP menyebutkan, pelengketan pada kedua bayi ternyata bukan hanya di bagian perut saja, melainkan juga bagian dada. “Saat operasi kelahiran yang lengket di bagian perut. Setelah itu, dicek kembali ternyatan

hari ini (kemarin, Red) kita nyatakan bagian dada juga lengket. Kasus ini terjadi hanya 20 persen,” jelasnya.

Zainal menyatakan, saat ini pihak rumah sakit telah membentuk tim untuk merawat kedua bayi itu. “Kita sudah beberapa kali melakukan operasi bayi kembar, dan tim kita sudah solid,” ucapnya.

Kata Zainal, hingga kini kondisi bayi sangat baik. Namun untuk menjalankan operasi pemisahan, masih membutuhkan waktu untuk menunggu fisik bayi benar-benar kuat. “Keadaannya cukup baik. Untuk operasi mungkin menunggu bayi beberapa bulan sampai berat badannya cukup aman untuk kita lakukan operasi, karena tidak ada hal yang mau dikejar. Makanya, lebih baik berat badan dan fisiknya benar-benar cukup akan kita operasi, diperkirakan saat usia 9 bulan,” papar Zainal.

Zainal menambahkan, organ tubuh bayi sudah keadaan matang, sehingga tidak terlalu sulit dalam penanganannya. Bayi lahir dengan berat antara 2.500 gram hingga 2.600 gram.

Sementara, Supono, ayah dari bayi mengatakan, ia dan istrinya sudah mengetahui kalau bayi kembar siam sejak di usia kandungan 5 bulan. Namun demikian, awalnya sempat tidak percaya setelah diperiksa. “Ketika pemeriksaan kandungan usia 7 bulan, hasilnya tetap bahwa anak kami itu bayi kembar siam karena lengket. Lalu, kami dirujuk ke sini (RSUP H Adam Malik),” ungkapnya.

Supono menyatakan, selama istrinya mengandung, tidak pernah merasakan keluhan lain. Gejalanya sama pada umumnya wanita hamil. “Harapannya tentu istri dan kedua anak saya bisa sehat,” tandasnya. (ris/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru