
SUMUTPOS.CO- Lima kuli panggul atau bongkar muat barang pedagang di kawasan Pasar Jalan Sutomo, yang diduga diculik dan dipukuli petugas Satpol PP, hingga Rabu (17/6), masih dirawat intensif di RSUD dr Pirngadi Medan. Kelimanya masih terbaring di atas kasur pasien ruang lantai IV.
Ketika ditemui Sumut Pos sekira pukul 12.00 WIB, seorang korban, Luga Tanjung (31), mengaku, selain dipukuli, harta benda miliknya dan keempat temannya dirampas petugas Satpol PP.
โTak hanya dipukuli, handphone dan dompetku juga diambil mereka. Bahkan, uang Rp500 ribu yang akan ku setor sama tokeku dirampasnya dari kantong celana,โ ungkap Luga yang mengalami luka di bagian kepala, wajah, dan badannya.
Dikatakannya, sebelum disiksa, ia sedang membawa becak motor yang berisi sayuran dan hendak diantarkan ke tempat bosnya Jalan Krakatau Pasar III. โPas di Simpang Jalan Sutomo/Perintis Kemerdekaan, aku dipepet mereka pakai mobil. Lalu, aku disuruh berhenti dan langsung dipukuli sampai babak belur. Terus aku dibawa ke dalam kantor dan dipukuli lagi. Sedangkan becak motorku dibawa mereka entah ke mana,โ sebut bapak beranak dua ini.
Setelah dihajar di halaman kantor, lanjut Luga, ia sempat dibawa ke salah satu ruangan untuk disiksa kembali. โPas di ruangan lantai satu aku dipukuli lagi. Habis itu dibawa ke bawah (halaman) dan digeletakkan begitu aja. Terus aku dengar mereka teriak-teriak polisi datang, polisi datang dan berlari ke dalam. Lalu kami diserahkan ke polisi tapi polisinya enggak mau dan dibilang antarkan ke rumah sakit. Tapi syukurlah polisi datang, kalau enggak mungkin kami mati,โ ujarnya.
Luga juga membantah kalau mereka melakukan penyerangan ke kantor Satpol PP. โMana ada kami nyerang, enggak benar itu. Kami lagi bawa becak masing-masing dan kemudian diculiknya. Kalau kami menyerang, pasti kantornya ada yang rusak atau kaca pecah,โ tuturnya.
Luga menyebut, ia dan rekannya telah melaporkan penculikan dan penganiayaan yang dilakukan Satpol PP ke Polresta Medan. โSudah kami lapor Polisi dan sedang ditangani. Harapan kami yang ditangkap dan diproses sesuai hukum yang ada terhadap pelakunya,โ ucap Luga.
Mengenai biaya perobatan, sambung Luga, ditanggung pemerintah. โKata dokter yang merawat kami, biaya perobatannya ditanggung pemerintah dan kami pun enggak tahu bisa seperti itu,โ tukasnya.
Senada dengan Luga, Ardi Harefa (21) mengaku harta benda miliknya, termasuk becak dayung dirampas petugas Satpol PP. โHP dan dompetku diambil orang itu (petugas), bahkan becak yang kubawa juga. Aku dengar kabar, becak dayungku dibakar mereka. Enggak tahu lagilah aku mau gimana, kepalaku masih teras pening,โ ujar Ardi yang mengalami luka bocor, memar di wajah dan badannya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Medan, M Sofyan yang dikonfirmasi wartawan ternyata ponselnya tidak aktif. Dua nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.
Terpisah, Kepala Satuan Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono menyebutkan, pihaknya masih mendalami laporan pengaduan korban. Pasalnya, dalam kasus ini, Satpol PP juga membuat pengaduan. โLaporannya masih kita didalami,โ ujarnya singkat.
Sebelumnya, lima kuli panggul pedagang di kawasan Jalan Sutomo diduga diculik dan disiksa petugas Satpol PP Medan di kantor Satpol PP, Jalan Arief Lubis (eks Adinegoro), Selasa (16/6) pagi. Kelimanya dihajar habis-habisan hingga berlumuran darah lantaran balas dendam.
Kelimanya masing-masing Luga Tanjung (31) warga Jalan Tangguk Bongkar VI, Perumnas Mandala, Hadafi Lase (20), Yaso Harefa (20), Ardi Harefa (21) dan Jema Lase (31). (ris/adz)