MEDAN, SumutPos.co– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) utusan Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh, M.S.P., secara resmi menutup program “Four Day One Juz” pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan karantina hafalan Al-Qur’an intensif ini berlangsung selama empat hari sejak 18 Oktober 2026 di BTQ Baitul Jannah, Jalan Eka Sama, Nomor 32, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.
Program ini diinisiasi oleh Ikatan Silaturahim Hafizh Hafizoh (ISLAH) Deli Serdang, bekerja sama dengan lembaga Bina Peduli Bangsa dan BTQ Baitul Jannah.
Dalam sambutannya, KH Muhammad Nuh memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan program ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara lebih masif dengan menjaring jumlah peserta yang lebih besar di masa mendatang.
“Program ini adalah gagasan yang sangat baik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, barangsiapa yang memprakarsai gagasan baik maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang juga ikut menyebarkan kebaikan tersebut,” ujar Nuh, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara.

Lebih lanjut, Nuh menyoroti tantangan besar umat Islam saat ini, di mana sekitar 60 persen masyarakat Indonesia ditengarai masih mengalami buta huruf Al-Qur’an. Menurutnya, gerakan literasi dan hafalan Al-Qur’an seperti ini perlu diperbanyak dan dipercepat akselerasinya agar masyarakat dapat meraih keberkahan ilmu yang lebih luas.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah saat ini menaruh perhatian besar kepada para hafizh dengan menyediakan berbagai program beasiswa perguruan tinggi. “Saya berkeyakinan, para penghafal Al-Qur’an akan terjaga akhlaknya karena kesibukannya adalah bersama Al-Qur’an, sehingga tidak terpikirkan lagi untuk berbuat hal-hal yang tidak baik,” tuturnya seraya mengajak peserta mendoakan keselamatan serta keberkahan bagi bangsa.
Ketua ISLAH Deli Serdang, DR. Zulfahmi Hasibuan, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan edisi perdana ini diikuti oleh 21 peserta yang merupakan delegasi dari 11 sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA di wilayah Deli Serdang dan Medan. Metode pembelajaran yang diterapkan mengombinasikan teknik melihat, mendengar, dan membaca secara simultan.
Zulfahmi menyatakan rasa syukur dan bangganya karena seluruh peserta karantina dinyatakan lulus dan menuntaskan target hafalan 100 persen. Menurutnya, beberapa capaian yang patut diapresiasi seperti Qonita Hafizoh dari jenjang SD yang berhasil menyelesaikan hafalan 1 juz dalam 1 hari.
Kemudian Davi Lubis dari Sekolah Al-Jabbar dan Malik Akbar yang berhasil menyelesaikan 3 juz dalam 4 hari, serta 4 orang peserta lainnya menyelesaikan 2 juz dalam 4 hari.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak KH Muhammad Nuh atas dukungan penuh (support) yang diberikan, sehingga program ini dapat berjalan dengan matang dan sukses,” kata Zulfahmi.
Menutup rangkaian acara, Muhammad Raja Alkhairi selaku perwakilan peserta mengungkapkan kesan positifnya. Ia berharap program “Four Day One Juz” ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan segera membuka gelombang kedua untuk memfasilitasi antusiasme generasi muda lainnya. (adz)

