Majukan Perekonomian Sumut, Ketua Aljerin Sumut Freddy Siahaan Ajak para Stakeholder Berkolaborasi

MEDAN, SumutPos.co- Ketua Alumni Jerman-Indonesia (Aljerin) wilayah Sumatera Utara (Sumut) Freddy Siahaan optimis, dalam beberapa tahun ke depan, perekonomian Sumut akan melesat. Freddy menegaskan, Sumut kaya akan sumber daya alam. Antara lain bidang perkebunan, pertanian, kelautan maupun pariwisata. Sayangnya potensi itu belum digarap secara maksimal.

Menurut Freedy untuk mendongkrak perekonomian Sumut, perlu dilakukan penguatan program-program hilirasasi salah satunya dengan memaksimalkan industri manufaktur. Perlu diperbanyak produk-produk olahan khas Sumut. Selain itu, Sumut perlu mengundang investor sebanyak-banyaknya sehingga perputaran ekonomi di provinsi ini lebih kencang.

“Saya meyakini ke depan perekonomian Sumut akan maju. Mari kita perkuat industri manufaktur dan undang sebanyak-banyaknya para investor. Sembari itu, kita percepat akselerasi untuk mencetak generasi-generasi Sumut yang unggul,” kata Freddy di selah acara Seminar Internasional dan Business Forum yang digagas Aljerin Sumut di Danau Toba Internasional Hotel, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu sore (24/10/2026)

Freddy mengistilahkan Sumut sebagai “raksasa” yang sedang tidur. Untuk membangunkannya diperlukan kolaborasi dari berbagai stakeholder. Pertukaran ide dan gagasan serta mendengar masukan-masukan dari kalangan pengusaha juga penting. Pemerintah Provinsi Sumut harus rutin menggelar acara yang sifatnya saling bertukar pikiran untuk memperkaya refrensi. Atas dasar itulah seminar ini diselenggarakan, sebut Freddy.

Terkait upaya memperkuat industri manufaktur, Freddy mengatakan, selama ini Sumut lebih sering menjual bahan mentah. Kita harus mampu mengolah bahan mentah itu menjadi barang jadi atau setengah jadi sehingga dampak ekonominya semakin besar.

Untuk itu sumber daya manusia juga perlu diperkuat. Aljerin kata Freddy, siap membuka akses dan memediasi putra-putri Sumut yang ingin belajar, magang atau bekerja ke Jerman. Harapannya pengalaman dan ilmu yang nanti diperoleh dapat diaplikasikan untuk memajukan Sumut.

“Sekali lagi saya sangat meyakini perekonomian Sumut akan maju. Makanya salah satu program yang dilakukan Aljerin adalah mengakselerasi lebih cepat lagi putra-putri daerah Sumut, untuk menimba ilmu serta mencari pengalaman sebanyak-banyaknya di Jerman. Tujuannya adalah untuk mencetak generasi unggul yang akan memajukan Sumut,” sebut Freddy.

Secara infrastuktur, Sumut sebut Freddy, sudah lengkap. Tinggal bagaimana mendatangkan investor dan menciptakan iklim investasi yang sehat dan nyaman. “Tapi tentu saja, pembangunan ekonomi harus berkelanjutan dan ramah lingkungan. Aljerin ingin kekayaan yang dimiliki provinsi ini bisa dinikmati masyarakatnya sendiri,” kata Freddy.

Putra kelahiran Sumut yang juga mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA) era 90-an ini berharap, kolaborasi lintas disiplin ilmu akan membantu mempercepat terwujudnya program-program pembangunan di Sumut yang pada akhirnya memajukan provinsi ini. (adz)

MEDAN, SumutPos.co- Ketua Alumni Jerman-Indonesia (Aljerin) wilayah Sumatera Utara (Sumut) Freddy Siahaan optimis, dalam beberapa tahun ke depan, perekonomian Sumut akan melesat. Freddy menegaskan, Sumut kaya akan sumber daya alam. Antara lain bidang perkebunan, pertanian, kelautan maupun pariwisata. Sayangnya potensi itu belum digarap secara maksimal.

Menurut Freedy untuk mendongkrak perekonomian Sumut, perlu dilakukan penguatan program-program hilirasasi salah satunya dengan memaksimalkan industri manufaktur. Perlu diperbanyak produk-produk olahan khas Sumut. Selain itu, Sumut perlu mengundang investor sebanyak-banyaknya sehingga perputaran ekonomi di provinsi ini lebih kencang.

“Saya meyakini ke depan perekonomian Sumut akan maju. Mari kita perkuat industri manufaktur dan undang sebanyak-banyaknya para investor. Sembari itu, kita percepat akselerasi untuk mencetak generasi-generasi Sumut yang unggul,” kata Freddy di selah acara Seminar Internasional dan Business Forum yang digagas Aljerin Sumut di Danau Toba Internasional Hotel, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu sore (24/10/2026)

Freddy mengistilahkan Sumut sebagai “raksasa” yang sedang tidur. Untuk membangunkannya diperlukan kolaborasi dari berbagai stakeholder. Pertukaran ide dan gagasan serta mendengar masukan-masukan dari kalangan pengusaha juga penting. Pemerintah Provinsi Sumut harus rutin menggelar acara yang sifatnya saling bertukar pikiran untuk memperkaya refrensi. Atas dasar itulah seminar ini diselenggarakan, sebut Freddy.

Terkait upaya memperkuat industri manufaktur, Freddy mengatakan, selama ini Sumut lebih sering menjual bahan mentah. Kita harus mampu mengolah bahan mentah itu menjadi barang jadi atau setengah jadi sehingga dampak ekonominya semakin besar.

Untuk itu sumber daya manusia juga perlu diperkuat. Aljerin kata Freddy, siap membuka akses dan memediasi putra-putri Sumut yang ingin belajar, magang atau bekerja ke Jerman. Harapannya pengalaman dan ilmu yang nanti diperoleh dapat diaplikasikan untuk memajukan Sumut.

“Sekali lagi saya sangat meyakini perekonomian Sumut akan maju. Makanya salah satu program yang dilakukan Aljerin adalah mengakselerasi lebih cepat lagi putra-putri daerah Sumut, untuk menimba ilmu serta mencari pengalaman sebanyak-banyaknya di Jerman. Tujuannya adalah untuk mencetak generasi unggul yang akan memajukan Sumut,” sebut Freddy.

Secara infrastuktur, Sumut sebut Freddy, sudah lengkap. Tinggal bagaimana mendatangkan investor dan menciptakan iklim investasi yang sehat dan nyaman. “Tapi tentu saja, pembangunan ekonomi harus berkelanjutan dan ramah lingkungan. Aljerin ingin kekayaan yang dimiliki provinsi ini bisa dinikmati masyarakatnya sendiri,” kata Freddy.

Putra kelahiran Sumut yang juga mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA) era 90-an ini berharap, kolaborasi lintas disiplin ilmu akan membantu mempercepat terwujudnya program-program pembangunan di Sumut yang pada akhirnya memajukan provinsi ini. (adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru