Wakil Menteri Agama Minta Mahasiswa UIN Sumatera Utara dan PTKIN se-Indonesia Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

Wakil Menteri Agama Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, M.Hum meminta mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia berperan dalam mengawal kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikan Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, M.Hum pada closing ceremony Konsolidasi Nasional III Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) PTKIN se-Indonesia, Sabtu (24/10). Ia mengemukakan bahwa peran strategis para mahasiswa dapat disampaikan melalui pemikiran kritis, kajian akademik dan solusi yang berbasis data.

Wakil menteri menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat dinamika sosial atau menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Untuk itu mahasiswa perlu membangun tradisi intelektual yang kuat dengan mengedepankan data, melakukan verifikasi informasi serta menyusun rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Hal ini penting agar kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Kritik juga harus mampu mengidentifikasi persoalan, menawarkan alternatif penyelesaian dan mendorong perbaikan pelayanan publik.

Dengan kapasitas akademik yang dimiliki, kata mantan anggota DPR RI dan anggota DPRD Sumut, mahasiswa PTKIN se-Indonesia diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa penguatan kolaborasi berbasis data juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam mengawasi pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk program bantuan pendidikan dan pelayanan sosial.

“Melalui kajian, penelusuran fakta, dan pengumpulan informasi yang akurat, mahasiswa dapat membantu memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pesan wakil menteri yang juga politisi Partai Gerindra tersebut.

Kehadiran Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, M.Hum dalam forum nasional ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang konstruktif antara mahasiswa dan pemerintah. Perbedaan pandangan dan sikap kritis, apabila disampaikan melalui argumentasi yang kuat dan didukung fakta, dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas layanan kepada publik.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menyambut positif penyelenggaraan Konsolidasi Nasional III Dema PTKIN se-Indonesia sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan penguatan karakter mahasiswa. Ia sebut perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga berintegritas, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan perlu dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memperluas wawasan serta melatih mahasiswa membangun gagasan dan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Melalui pengalaman berorganisasi dan kolaborasi lintas kampus, mantan kepala Perpustakaan UIN Sumatera Utara ini berharap mahasiswa semakin siap mengambil peran dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan ini, perwakilan mahasiswa menekankan pentingnya menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melahirkan gagasan yang konstruktif. Konsolidasi nasional juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, menyatukan visi. Kemudian mempertegas posisi mahasiswa PTKIN se-Indonesia sebagai kelompok intelektual muda yang kritis, responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui Konsolidasi Nasional III Dema PTKIN se-Indonesia ini, UIN Sumatera Utara menegaskan komitmen mendukung pengembangan kepemimpinan mahasiswa dan membangun ekosistem akademik yang mendorong lahirnya generasi muda berdaya saing. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi, pengabdian kepada masyarakat serta gagasan dan aksi nyata yang memberikan manfaat luas bagi bangsa.

Konsolidasi nasional di UIN Sumatera Utara Kampus IV Tuntungan ini memperkuat sinergi baik antar-mahasiswa PTKIN, perguruan tinggi dan pemerintah dalam merespons berbagai tantangan kebangsaan. Konsolidasi mengambil tema ‘Sinergi Mahasiswa Bergerak untuk Indonesia: Menyatu dalam Narasi untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045’.

Konsolidasi Nasional III Dema PTKIN se-Indonesia tersebut diharapkan melahirkan gagasan konstruktif dan mendorong kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan intelektualitas, mahasiswa PTKIN se-Indonesia diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan publik sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera pada tahun 2045.

Turut hadir pada pertemuan tingkat nasional ini antara lain Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Legislasi Kementerian Hak Asasi Manusia Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag, Koordinator Pusat Dema PTKIN se-Indonesia M. Miftahul Riqki, Presiden Mahasiswa UIN Sumatera Utara Fathi Farich Hasibuan, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provsu H. Ahmad Qosbi, S.Ag, M.A, pimpinan UIN Sumatera Utara dan perwakilan Dema PTKIN se-Indonesia. (dmp)

Wakil Menteri Agama Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, M.Hum meminta mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia berperan dalam mengawal kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikan Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, M.Hum pada closing ceremony Konsolidasi Nasional III Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) PTKIN se-Indonesia, Sabtu (24/10). Ia mengemukakan bahwa peran strategis para mahasiswa dapat disampaikan melalui pemikiran kritis, kajian akademik dan solusi yang berbasis data.

Wakil menteri menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat dinamika sosial atau menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Untuk itu mahasiswa perlu membangun tradisi intelektual yang kuat dengan mengedepankan data, melakukan verifikasi informasi serta menyusun rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Hal ini penting agar kritik yang disampaikan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Kritik juga harus mampu mengidentifikasi persoalan, menawarkan alternatif penyelesaian dan mendorong perbaikan pelayanan publik.

Dengan kapasitas akademik yang dimiliki, kata mantan anggota DPR RI dan anggota DPRD Sumut, mahasiswa PTKIN se-Indonesia diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa penguatan kolaborasi berbasis data juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam mengawasi pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk program bantuan pendidikan dan pelayanan sosial.

“Melalui kajian, penelusuran fakta, dan pengumpulan informasi yang akurat, mahasiswa dapat membantu memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pesan wakil menteri yang juga politisi Partai Gerindra tersebut.

Kehadiran Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, M.Hum dalam forum nasional ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang konstruktif antara mahasiswa dan pemerintah. Perbedaan pandangan dan sikap kritis, apabila disampaikan melalui argumentasi yang kuat dan didukung fakta, dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas layanan kepada publik.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menyambut positif penyelenggaraan Konsolidasi Nasional III Dema PTKIN se-Indonesia sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan penguatan karakter mahasiswa. Ia sebut perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga berintegritas, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan perlu dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memperluas wawasan serta melatih mahasiswa membangun gagasan dan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Melalui pengalaman berorganisasi dan kolaborasi lintas kampus, mantan kepala Perpustakaan UIN Sumatera Utara ini berharap mahasiswa semakin siap mengambil peran dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan ini, perwakilan mahasiswa menekankan pentingnya menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melahirkan gagasan yang konstruktif. Konsolidasi nasional juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, menyatukan visi. Kemudian mempertegas posisi mahasiswa PTKIN se-Indonesia sebagai kelompok intelektual muda yang kritis, responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui Konsolidasi Nasional III Dema PTKIN se-Indonesia ini, UIN Sumatera Utara menegaskan komitmen mendukung pengembangan kepemimpinan mahasiswa dan membangun ekosistem akademik yang mendorong lahirnya generasi muda berdaya saing. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi, pengabdian kepada masyarakat serta gagasan dan aksi nyata yang memberikan manfaat luas bagi bangsa.

Konsolidasi nasional di UIN Sumatera Utara Kampus IV Tuntungan ini memperkuat sinergi baik antar-mahasiswa PTKIN, perguruan tinggi dan pemerintah dalam merespons berbagai tantangan kebangsaan. Konsolidasi mengambil tema ‘Sinergi Mahasiswa Bergerak untuk Indonesia: Menyatu dalam Narasi untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045’.

Konsolidasi Nasional III Dema PTKIN se-Indonesia tersebut diharapkan melahirkan gagasan konstruktif dan mendorong kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan intelektualitas, mahasiswa PTKIN se-Indonesia diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan publik sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera pada tahun 2045.

Turut hadir pada pertemuan tingkat nasional ini antara lain Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Legislasi Kementerian Hak Asasi Manusia Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag, Koordinator Pusat Dema PTKIN se-Indonesia M. Miftahul Riqki, Presiden Mahasiswa UIN Sumatera Utara Fathi Farich Hasibuan, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provsu H. Ahmad Qosbi, S.Ag, M.A, pimpinan UIN Sumatera Utara dan perwakilan Dema PTKIN se-Indonesia. (dmp)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru