MEDAN, SumutPos.co– Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Tifatul Sembiring, menegaskan bahwa peran muslimah sangat sentral sebagai penjaga peradaban di tengah arus liberalisasi, krisis adab, dan tantangan pengasuhan generasi muda saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Aula Masjid Silaturrahim, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sabtu (26/9/2026).
Dalam pemaparannya di hadapan para tokoh muslimah Kota Medan, Tifatul meluruskan pandangan keliru dan menegaskan bahwa Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Menurutnya, dasar negara Indonesia justru menjadi cerminan dari pengamalan ajaran agama.
“Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi jangkar kuat yang mengokohkan keimanan kita. Sementara itu, sila-sila berikutnya mengajarkan akhlak mulia yang sepenuhnya sejalan dengan ajaran Islam,” ujar Tifatul yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS MPR RI ini.

Lebih lanjut, Tifatul menggarisbawahi bahwa kekuatan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh ketahanan keluarga yang dimotori oleh kaum perempuan. Perempuan, khususnya para muslimah, menempati posisi sebagai pendidik pertama dan utama (madrasatul ula) dalam melahirkan generasi masa depan yang nasionalis sekaligus religius.
“Perempuan, khususnya muslimah, adalah pilar pertama dalam keluarga. Dari tangan seorang ibu, nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan pertama kali diajarkan. Jika muslimah kuat Pancasilanya, maka kuat pula bangsa ini,” ungkap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa kontribusi nyata muslimah dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Ibu memiliki kesempatan emas untuk mengejawantahkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan menanamkan sikap cinta tanah air serta semangat persatuan dan kesatuan kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, internalisasi nilai dari rumah inilah yang menjadi fondasi dan kekuatan utama Indonesia sebagai bangsa yang besar.
Selain mengupas peran strategis perempuan, dalam forum resmi tersebut Tifatul menjabarkan secara komprehensif poin-poin utama dalam 4 Pilar MPR RI yang wajib dipahami oleh setiap elemen warga negara, yaitu: Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara. Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara. Dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan perekat keberagaman bangsa.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Bagi mereka, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah edukasi politik dan kebangsaan, tetapi juga momentum penguatan tali silaturahim antara wakil rakyat dan konstituennya.
“Kami sangat senang dan bersyukur bisa bersilaturahim serta berdialog langsung dengan Bapak Tifatul Sembiring. Semoga pertemuan dan ilmu yang dibagikan hari ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar salah seorang tokoh muslimah yang hadir sebagai peserta.
Acara berjalan dengan khidmat dan tertib, ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta foto bersama antara narasumber dan seluruh peserta yang hadir. (adz)

