27 C
Medan
Tuesday, July 23, 2024

TNI AL Serius Tenggelamkan Kapal Nelayan Asing Ilegal

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Armada 2014 terasa spesial bagi TNI-AL. Betapa tidak. Tahun ini ada momen bergabungnya tiga kapal perang mutakhir multi role light frigate, yaitu KRI Bung Tomo, KRI John Lie, dan KRI Usman-Harun.

Selain itu, Armatim sebagai komando utama AL terbesar yang terpusat di Kota Surabaya mendapat angin segar dari pemerintahan Presiden Jokowi. Yakni, mengoptimalkan operasi keamanan laut hingga penenggelaman kapal-kapal yang terlibat dalam kasus illegal fishing.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio ketika menjadi inspektur upacara HUT Ke-69 Armada RI di Dermaga Ujung, Mako Armatim, Jumat (5/12). ’’Kami berupaya maksimal untuk menjaga keamanan laut NKRI,’’ tegasnya.

Alumnus terbaik AAL 1981 itu mengutip pernyataan Presiden Jokowi seputar kebijakan pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang terdiri atas lima pilar komitmen. Yaitu, membangun budaya maritim, mengelola sumber daya laut dalam pembangunan kedaulatan pangan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama, serta mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim.

Dua pilar lainnya adalah diplomasi maritim serta membangun kekuatan pertahanan maritim. ’’Kelima pilar sangat relevan dengan tiga peran universal AL berupa peran militer dalam konteks penegakan kedaulatan, diplomasi, dan penegakan hukum,’’ terang perwira tinggi dengan pangkat empat bintang di pundak itu.

Soal kebijakan penenggelaman kapal ilegal, Marsetio tidak menampik bahwa selama ini banyak kapal ikan yang melanggar aturan. ’’Banyak persyaratan yang harus dilengkapi setiap kapal untuk beroperasi di perairan Indonesia. Mereka akan kami tangkap kalau memang dokumennya tidak lengkap dan bakal diproses hukum,’’ ujar perwira yang genap berusia 58 tahun pada 3 Desember lalu tersebut.

Sementara itu, berbagai rangkaian acara mewarnai puncak Hari Armada. Antara lain, parade dari satuan-satuan TNI-AL, demonstrasi ketangkasan dan keterampilan prajurit, serta defile pasukan.

Dalam upacara kemarin, seorang anggota KRI Sura dari Satuan Kapal Patroli Koarmatim mendapat apresiasi. Koptu Ttu Heri Sukmo W. mendapat kenaikan pangkat luar biasa setingkat berkat keberaniannya membantu polisi menangkap penjahat perampas motor pada 25 Juni lalu di Malang.

Saat itu, Heri sampai mengalami patah tulang di ruas jari manis dan kelingking kanan karena dilempar bom ikan oleh pelaku. (sep/c5/hud)

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Armada 2014 terasa spesial bagi TNI-AL. Betapa tidak. Tahun ini ada momen bergabungnya tiga kapal perang mutakhir multi role light frigate, yaitu KRI Bung Tomo, KRI John Lie, dan KRI Usman-Harun.

Selain itu, Armatim sebagai komando utama AL terbesar yang terpusat di Kota Surabaya mendapat angin segar dari pemerintahan Presiden Jokowi. Yakni, mengoptimalkan operasi keamanan laut hingga penenggelaman kapal-kapal yang terlibat dalam kasus illegal fishing.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio ketika menjadi inspektur upacara HUT Ke-69 Armada RI di Dermaga Ujung, Mako Armatim, Jumat (5/12). ’’Kami berupaya maksimal untuk menjaga keamanan laut NKRI,’’ tegasnya.

Alumnus terbaik AAL 1981 itu mengutip pernyataan Presiden Jokowi seputar kebijakan pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang terdiri atas lima pilar komitmen. Yaitu, membangun budaya maritim, mengelola sumber daya laut dalam pembangunan kedaulatan pangan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama, serta mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim.

Dua pilar lainnya adalah diplomasi maritim serta membangun kekuatan pertahanan maritim. ’’Kelima pilar sangat relevan dengan tiga peran universal AL berupa peran militer dalam konteks penegakan kedaulatan, diplomasi, dan penegakan hukum,’’ terang perwira tinggi dengan pangkat empat bintang di pundak itu.

Soal kebijakan penenggelaman kapal ilegal, Marsetio tidak menampik bahwa selama ini banyak kapal ikan yang melanggar aturan. ’’Banyak persyaratan yang harus dilengkapi setiap kapal untuk beroperasi di perairan Indonesia. Mereka akan kami tangkap kalau memang dokumennya tidak lengkap dan bakal diproses hukum,’’ ujar perwira yang genap berusia 58 tahun pada 3 Desember lalu tersebut.

Sementara itu, berbagai rangkaian acara mewarnai puncak Hari Armada. Antara lain, parade dari satuan-satuan TNI-AL, demonstrasi ketangkasan dan keterampilan prajurit, serta defile pasukan.

Dalam upacara kemarin, seorang anggota KRI Sura dari Satuan Kapal Patroli Koarmatim mendapat apresiasi. Koptu Ttu Heri Sukmo W. mendapat kenaikan pangkat luar biasa setingkat berkat keberaniannya membantu polisi menangkap penjahat perampas motor pada 25 Juni lalu di Malang.

Saat itu, Heri sampai mengalami patah tulang di ruas jari manis dan kelingking kanan karena dilempar bom ikan oleh pelaku. (sep/c5/hud)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/